Saatnya Membuat Terobosan Inovasi
Victor Hugo penyair dan novelis Perancis menjadi terkenal salah satunya karena ungkapannya: "Tidak ada yang lebih kuat dari sebuah ide yang waktunya telah tiba". Konteks asli ucapannya berkaitan dengan pergeseran dari suasana perang, ke arena pikiran yang terbuka dan kreatif, untuk melahirkan gagasan-gagasan baru. Sekarang, ungkapan Victor Hugo bisa jadi akan hidup lagi, pada saat Indonesia dan seluruh dunia Indonesia berada dalam peperangan global melawan Covid-19.
Situasi pandemi yang merambah seluruh dunia, telah memicu krisis kesehatan dan ancaman maut yang bisa datang sekonyong-konyong, yang belum pernah kita alami sebelumnya. Krisis kesehatan yang memaksa kita membatasi gerakan, membatasi kontak, dan membatasi komunikasi secara umum, telah pula memicu krisis ekonomi, bahkan berlanjut ke krisis politik dan sosial di berbagai negara. Umat manusia tengah berada dalam situasi perang, melawan musuh ganas yang tidak nampak, dan manuver serangan mereka seringkali tidak dapat kita antisipasikan.
Sebagai reaksi, manusiapun mengerahkan berbagai upaya “survival” dan “adaptasi”, yang sebelumnya mungkin tak pernah terpikirkan. Misalnya bagaimana bersosialisasi tanpa bersentuhan; bagaimana hidup secara lebih mandiri; bagaimana hidup, bekerja dan berkomunikasi secara “digital”; waspada pada penularan Covid-19 7 X 24 nonstop; dan berupaya menemukan cara mencegah, mengobati serta mengendalikan Covid-19 secepatnya. Dalam melakukan hal-hal di atas; berbagai inovasi terobosan terjadi dan bahkan terakselerasi.
Keberhasilan kita sampai sekarang melanjutkan kehidupan di tengah ancaman pandemi, hendaknya meyakinkan kita bahwa seusai perang melawan Covid-19 nanti, era New Normal akan menyediakan bagi kita, berbagai kesempatan untuk pemikiran-pemikiran yang baru, kreatif, dan menghasilkan inovasi-inovasi yang lebih besar lagi. Keberhasilan kita dalam berinovasi selama pandemi; hendaknya menjadi “angin buritan” yang kuat bagi kita untuk memacu berbagai inovasi terobosan menuju masa depan.
Inovasi Terobosan di Era New Normal
Kebanyakan orang tentunya kenal Jawara Inovasi seperti Steve Jobs dengan Apple nya, atau Bill Gates dengan Windows nya, atau Jack Ma dengan Alibaba nya. Jika kita meniti sejarah peradaban, kita akan juga menemukan nama-nama yang dikenang sebagai inovator besar dunia; misalnya Thomas Edison, atau Henry Ford, atau Walt Disney; bahkan yang lebih kuno lagi, tokoh-tokoh inovasi era “renaissance” seperti Leonardo da Vinci, Galileo, atau Guttenberg. Mereka adalah sedikit dari ratusan tokoh yang dikatakan telah ikut mengubah dan mewarnai peradaban manusia berkat inovasi-inovasi besar mereka.
Dari berbagai kajian tentang para tokoh-tokoh inovasi di atas, sedikitnya dapat ditarik “benang merah” empat perspektif mental yang telah membuat mereka terdorong menciptakan terobosan inovasi di jamannya. Pemahaman ini bisa membantu kita memikirkan inovasi terobosan, yang bisa kita lakukan dari saat ini ke depan, yaitu:
- Mengusik pola pikir yang berlaku: mempertanyakan hal-hal yang telah mapan dan dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu dipermasalahkan,
- Mengamati kecenderungan-kecenderungan (trends) besar yang sedang terjadi: misalnya dalam konteks kita saat ini, apa saja yang akan membentuk era New Normal pasca pandemi?
- Mengidentifikasikan berbagai potensi sumber daya nasional yang kita miliki: yang diperlukan agar inovasi terobosan yang kita lakukan dilandasi oleh keunggulan kompetitif, misalnya keaneka-ragaman hayati Indonesia, kekayaan seni dan budaya, dan juga bonus demografi serta besarnya pasar yang dimiliki Indonesia.
- Memahami aspirasi dan kebutuhan umat manusia dunia /manusia Indonesia masa kini: yang seringkali tanpa kita sadari telah jauh bergeser dari asumsi kita sebelumnya; misalnya aspirasi generasi milenial yang berbeda, layanan tersedia setiap saat, dan bahwa mutu dan harga bukan pilihan (bagus dan murah, bukan bagus atau murah).
Visi dan aspirasi Indonesia Emas, untuk menjadikan Indonesia kekuatan ekonomi ke empat terbesar dunia di tahun 2045 saat Indonesia mensyukuri 100 tahun kemerdekaan, tentu bisa menjadi energi pendorong yang hebat untuk mengupayakan berbagai inovasi terobosan. Karena hanya dengan berbagai inovasi besar, Indonesia akan mungkin memacu pertumbuhan ekonomi tahunan kita rata-rata 5,7 %, dan meraih cita-cita “emas” di atas.
Pada akhirnya, kesemua di atas memerlukan adanya kepemimpinan yang konsisten dan fanatik untuk secara terus-menerus mendorong upaya inovasi terobosan. Pilihan strategi membuat terobosan inovasi jelas bukan pilihan jalur yang nyaman dan “damai”, tapi justru pilihan jalur perjuangan yang penuh tantangan dan risiko. Tapi hanya melalui perjuangan, risk-taking, dan kerja keraslah kita boleh bermimpi Indonesia Emas.
Salam inovasi !
(Kristanto Santosa)
31 Jul 2021
Catatan:
Tulisan ini adalah pengantar BIC untuk penerbitan e-book KANDIDAT “113 Inovasi Indonesia-2021” dalam proses. Silakan simak selengkapnya di halaman utama situs BIC.