• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

BERINOVASI: CARA PARA JAWARA



Prakarsa inovasi kita kebanyakan berasal dari ranah ilmiah dan litbang. Namun sayangnya, justru karena itulah pemahaman tentang inovasi menjadi campur-aduk dengan kegiatan riset/invensi, bahkan dengan upaya menghasilkan paten. Padahal ketiganya adalah kegiatan berbeda; yang bisa saling terkait, namun bisa juga tidak. Kebijakan Indonesia dalam mendorong inovasi berbasis litbang di atas, dengan sendirinya akan lebih “science / technology driven”.  Upaya inovasi sering terjerumus ke lembah kematian (valley of death), bukan karena lemahnya kompetensi kita dalam sains dan teknologi, namun akibat inovator kurang mendengar dan memperhatikan tuntutan di sisi demand/customer , dan menjadi kurang lincah, saat terjadi perubahan tuntutan yang dinamis bahkan disruptif. Kebijakan pengukuran inovasi kita yang berbasis kriteria Tingkat Kesiapan Teknologi (TRL) yang berlaku saat ini, sepertinya tidak dapat memperbaiki situasi.

Namun kita dapat belajar cara berinovasi yang sukses dengan memahami cara para jawara.  Seandainya kita dapat memahami inti pemikiran mereka, diharapkan kita dapat niteni (understand), nirokake (adopt), dan nambahi (improvise) sebagaimana petuah sang guru bangsa Ki Hadjar Dewantara.  Tulisan ini dibuat khusus bagi para inovator Indonesia, yang akan mengajukan proposal ke pemilihan “100+ Inovasi Indonesia”; untuk membantu inovator merumuskan gagasan inovasi yang “winning” ke kompetisi.  Berikut rangkuman tiga ajaran dari “Cara Para Jawara”:

1. Orientasi  Pelanggan (Customer) / Pasar:  Kebutuhan, Harapan, dan Masalah  
Pengagas Go-Jek, Nadiem Makarim (kini Menteri Nadiem), konon selain terinspirasi oleh kasus Uber saat belajar model bisnis inovatif di Harvard Business School, dia sendiri juga pelanggan ojek pangkalan saat berangkat kerja di Jakarta yang macet. Frustrasinya sebagai pelanggan layanan ojek yang “brengsek”,  dibarengi empatinya pada si tukang ojek itulah yang melahirkan Go-Jek. Anthony, teman Nadiem asal Malaysia mengembangan Grab dengan fokus ke taxi online, sedangkan Go-Jek menunggangi ojek motor; dan mengembangkan inovasinya menuju berbagai layanan berbasis ojek seperti Go-Food, Go-Shop dan seterusnya. Grab dan Go-Jek keduanya model / platform inovasi kelas dunia, namun dengan strategi inovasi yang berbeda. Inovasi Indonesia lainnya yang juga sukses lainnya seperti Tokopedia juga terfokus pada layanan shopping yang memanjakan para pelanggannya: terlengkap, termurah, ternyaman, teraman; segala yang diinginkan setiap shoppers. Demikian juga sukses inovasi Indomie, yang meraih predikat Top 10 Global Brand, maupun Kopiko permen “hopyes” pengganti ngopi; sekalipun tidak tergolong sebagai inovasi berteknologi canggih, namun jelas sekali sangat berorientasi pada kebutuhan dan harapan/aspirasi para pelanggan.       

2. Mengeksploitasi Teknologi untuk Berbagai Aplikasi Teknologi yang Menciptakan Nilai
Belajar dari PT Nanotech Global Indonesia, perusahaan publik kita yang pertama yang berbasis teknologi dan lahir dari ranah sains, berawal dari membangun kemampuan memproduksi partikel berukuran nano, yang diawali dengan mesin giling, namun kemudian merambah ke berbagai proses me”nano”kan  apa saja, termasuk partikel udara, dengan proposisi inovasi bahwa segala sesuatu yang di nanokan menghasilkan nilai yang lebih tinggi atau nilai baru; baik sebagai makanan, minuman, obat, kosmetika, sampai ke bahan bangunan dan aplikasi pertanian, peternakan dan perikanan. Demikian juga dengan jawara teknologi membran Indonesia bermerek IGW, yang menerapkan teknologinya bukan semata sebagai saringan (filter), namun untuk memisahkan segala sesuatu yang bersifat fluida (cairan dan gas); dengan prinsip bahwa kemampuan memisahkan sesuatu yang awalnya tercampur dengan murah akan menciptakan nilai baru, nilai tambah baru, dan juga menghilangkan non-value alias mubazir. Kuncinya adalah kemampuan mengidentifikasi aplikasi teknologi untuk menciptakan nilai tambah.         

3. “Menunggangi” Inovasi Prioritas/Strategis Pemerintah Indonesia (Prospektif)
Salah satu alasan ditetapkannya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), adalah kebutuhan pemerintah agar sumber daya libang nasional kita, “secara terpadu”, lebih efektif dalam mendukung sasaran-sasaran pembangunan nasional; misalnya saja dalam soal penanggulangan sampah dan pencemaran lingkungan lainnya, target pengurangan emisi karbon, transisi ke energi terbarukan, mencapai ketahanan pangan, dan membangun ekosistem inovasi nasional Indonesia. Masih prospektif namun strategis bagi bangsa.  

Sebagai penutup, di bawah ini ada video clip dari seorang inovator kelas dunia, Geoff Nicholson, sang pencipta Post-It-Notes, dan kemudian menjadi Duta Inovasi 3M Research and Innovation.  Dr. Nicholson selain sosok inovator kelas dunia, yang penjelasannya begitu mudah dipahami, bahkan oleh orang awam.  Isi video ini layak kita simak untuk memahami berbagai prinsip inovasi, serta kaitannya dengan kegiatan riset. Silakan KLIK (khususnya lihat menit  ke 4:30).  

Salam inovasi !

(ks/080822)

 


Komentar

althafAug 16,2022

Terima kasih Pak KS. Sangat menarik dan bermanfaat sekali artikelnya. Saya pribadi sangat setuju dengan cara #1 dari para Jawara yakni berangkat dari kebutuhan atau masalah yang dihadapi customer pada saat menciptakan produk/jasa termasuk berinovasi. Hal ini sesuai dengan salah satu pilar dasar bisnis yakni "Value Creation" (menemukan apa yang dibutuhkan atau diinginkan orang lain, kemudian menciptakannya) serta prinsip "where there's a hassle, there's a business opportunity." Jadi inovasi bisa dimulai dari "looking for hassles" yang dihadapi customer Anda :)

Tinggalkan Pesan

Blog Terbaru

PRINSIP-PRINSIP, KIAT, DAN STRATEGI DUBAI DALAM BERINOVASI

Dubai dinilai sebagai sebuah simbol sukses, atau bahkan keajaiban, inovasi pada tataran negara di er

INOVASI TANPA DISRUPSI:  OLEH-OLEH DARI JALAN-JALAN

Pengarang buku strategi inovasi “Blue Ocean Strategy”, Chan Kim & Renee Mauborgne; l

Inovasi Indonesia Ini Bernama IKN

Kebanyakan kita akan sepakat bahwa prakarsa pemindahan ibukota kita ke IKN Nusantara adalah prakarsa

Inovasi "Champion of the Forest" dan Spirit “5K”

Oleh: Wiratno * (23-Sep-2023) Perhutanan Sosial sejak diperjuangkan oleh banyak tokoh di Kongres Ke

INOVASI TANPA DISRUPSI

Inovasi “besar” seringkali langsung diasosiasikan dengan terjadinya disrupsi / gangguan