Selayang Pandang "100 Plus Inovasi Indonesia" (2008 - 2025)
Pengantar BLOG:
Saat BIC sedang sibuk mempromosikan pemilihan "118 Inovasi Indonesia-2026", datanglah peringatan dari Perpustakaan Nasional bahwa BIC telah lalai memenuhi kewajibannya untuk melakukan penyerahan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) untuk terbitan tahun 2021–2026, yang merupakan syarat untuk mendaftarkan terbitan "100+ Inovasi Indonesia" agar dapat memperoleh nomor ISBN. Akibatnya akun BIC di Perpustakaan Nasional diblokir, dan untuk kembali membuka akun BIC, selain menyerahkan KCKR terhutang, BIC diminta membuat sinopsis tentang terbitan-terbitan BIC, karena terbitannya yang bersifat serial selama 18 tahun terakhir. Editor BIC terpaksa menguji lagi kemampuan AI untuk membantu membuat sinopsis yang diminta Perpustakaan Nasional dengan panjang sinopsis tidak lebih dari 500 kata. Dan "Abakadabra .......... !!!" AI-ku tersayang mengirimkan draft sinopsis buatku hanya dalam hitungan beberapa detik. Agar tulisan lebih terasa otentik sebagai tulisan Editor BIC, draft saya poles-poles sedikit, dan sekalian saya muat ke Blog BIC; sebagai apresiasi untuk dukungan AI, yang telah diangkat sebagai tema pemilihan "118 Inovasi Indonesia-2026" tahun ini; dan tentunya sebagai informasi bagi pembaca Blog BIC tentang sejarah "100+ Inovasi Indonesia" . (KS)
Rangkaian publikasi "100+ Inovasi Indonesia" merupakan sebuah direktori komprehensif tahunan yang mendokumentasikan karya-karya inovasi teknologi paling prospektif di Indonesia. Karya-karya inovasi ini terpilih dalam kompetisi tahunan Inovasi Indonesia berskala nasional. Terbitan diinisiasi sejak tahun 2008, saat Business Innovation Center (BIC) didirikan untuk menyambut dan memperingati seratus tahun Kebangkitan Nasional. Kompetisi inovasi yang dilanjutkan dengan publikasi para pemenangnya bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara peran para inventor (akademisi dan peneliti), dengan peran dunia bisnis serta investor (pelaku hilirisasi) sesuai dengan prinsip dan semangat membangun sinergi Academic-Business-Government (A-B-G). Sejak dimulainya pada tahun 2008 hingga tahun 2025, serial publikasi ini telah menghimpun dan mempublikasikan sebanyak 1.629 karya inovasi terpilih yang disaring ketat dari total 6.729 proposal yang datang dari seluruh penjuru tanah air.
Proses kurasi portofolio inovasi ini melibatkan panel juri independen yang terdiri dari tokoh senior dalam bisnis / investasi, praktisi modal ventura, dan pegiat sosial kemasyarakatan di Indonesia. Penilaian dilakukan secara berlapis dengan menggunakan delapan kriteria inovasi yang mencerminkan keunggulan dan kesiapan karya inovasi tersebut untuk dihilirkan menuju pemanfaatan /komersialisasi. Kriteria tersebut pada dasarnya merupakan perkawinan antara kriteria Technology Readiness Level (TRL) dengan kriteria Demand Readiness Level (DRL). Meskipun semenjak terjadinya wabah global Covid-19 kuota proposal terpilih (sesuai judul terbitan) tidak berhasil dicapai, namun BIC memilih untuk tetap menjaga kualitas dan reputasi pemilihan “100+ Inovasi Indonesia” dengan tidak mempermudah kelulusan proposal inovasi menjadi inovasi terpilih; walaupun hal tersebut dimungkinkan, karena setiap tahun jumlah proposal yang diajukan selalu lebih banyak dari target kuota pemilihan.
Rangkaian publikasi “100+ Inovasi Indonesia” ini terbukti bukan sekadar catatan arsip prestasi ilmiah dan teknologi semata; melainkan juga terbukti dapat memerankan diri sebagai database “hidup” serta menjadi katalisator penting untuk membangun ekosistem inovasi nasional. Hal ini ditunjukkan pada hasil survei atas para inovator terpilih setelah lima tahun pertama terbitan, dimana dari 510 inovator BIC yang kami wawancarai per telepon (yang berhasil dihubungi sebanyak 347 inovator, ada 270 inovator di antaranya (78%) yang menyatakan bahwa karya inovasi mereka telah terhilirkan atau telah dimanfaatkan. Hasil survei yang mengagetkan namun menggembirakan ini, bisa berarti dua kemungkinan: (1) Pemilihan "100+ Inovasi Indonesia" memang berhasil memilih karya-karya inovasi Indonesia yang unggul, dan prospektif untuk dihilirkan; (2) Publikasi "100+ Inovasi Indonesia" terbukti efektif dalam mendorong hilirisasi inovasi di Indonesia.
Salam inovasi !! .......... Merdeka !!
(KS/210826 - Editor)
