Tes Titis Tangkap Mastitis
UTMT-1 (Udayana Tokcer Mastitis Test-1): Reagen Deteksi Mastitis Subklinis pada Ternak Perah
Deskripsi Singkat
Mastitis subklinis merupakan masalah kesehatan pada ternak perah yang berdampak besar terhadap produktivitas dan kualitas susu. Berbeda dengan mastitis klinis yang menampakkan gejala jelas, mastitis subklinis bersifat tersembunyi sehingga sulit terdeteksi tanpa pemeriksaan laboratorium. Kerugian ekonomi akibat mastitis subklinis mencapai 10 - 20% dari total produksi susu per ekor per tahun. Sejauh ini, reagen CMT (California Mastitis Test) untuk deteksi mastitis subklinis masih diimpor dengan harga yang cukup mahal sehingga ketersediaannya juga terbatas.
Inovasi ini mengembangkan reagen yang serupa dengan CMT, namun menggunakan bahan, pelarut, dan formulasi yang berbeda, dan saat ini sedang diajukan untuk mendapatkan hak paten (Nomor P00202509902). Reagen yang dinamai UTMT-1 ini telah menjalani uji performa, stabilitas, sensitivitas dan spesifisitasnya, dibandingkan dengan CMT sebagai "gold standard"; disamping uji toksisitas dan iritasi in-vivo. Hasil uji menunjukkan bahwa dibandingkan dengan CMT, UTMT-1 memiliki performa lebih baik dalam hal kecepatan waktu, lebih stabil, serta lebih mudah dalam pengamatan visual; dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas hasil uji yang setara (100%).
Accurate Test for Mastitis Detection
Short Description
Subclinical mastitis is a health problem in dairy cattle that significantly impacts milk productivity and quality. Unlike clinical mastitis, which exhibits obvious symptoms, subclinical mastitis is often hidden and therefore difficult to detect without laboratory testing. Economic losses due to subclinical mastitis reach 10-20% of total milk production per cow per year. Currently, the California Mastitis Test (CMT) reagent for detecting subclinical mastitis is imported at a high cost, thus limiting its availability. This innovation develops a reagent similar to CMT, but using different materials, solvents, and formulations. The reagent, named UTMT-1, has undergone performance, stability, sensitivity, and specificity testing compared to CMT as the "gold standard," in addition to in-vivo toxicity and irritation testing. The test results showed that compared to CMT; UTMT-1 performed better in terms of faster results, more stable, and easier to visually observe; with equivalent levels of sensitivity and specificity of test results (100%).
Perspektif
Inovasi yang relevan untuk mendukung upaya pemerintah meningkatkan gizi (khususnya protein) bagi Balita menuju Indonesia Emas 2045; kemandirian memproduksi susu melalui kemandirian menjaga kesehatan ternak perah.
Keunggulan Inovasi:
- UTMT-1 memberikan hasil uji yang cepat, akurat, dan mudah dilakukan, dengan sentivitas dan spesifisitas 100%; yang setara, bahkan lebih baik, dibandingkan dengan CMT,
- Formulasi reagen dikembangkan sendiri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada reagen impor, dan pada gilirannya akan menurunkan biaya produksi dan merangsang pertumbuhan industri dalam negeri,
- Produksi di dalam negeri, UTMT-1 dapat lebih menjamin pasokan reagen test dengan harga yang terjangkau bagi peternak,
- UTMT-1 dapat ditawarkan dalam kemasan ekonomis / lebih kecil (500 ml), dengan harga yang lebih terjangkau bagi peternak berskala kecil; sementara CMT impor hanya tersedia dalam kemasan 1.000 ml.
Potensi Aplikasi:
Inovasi ini berpotensi untuk diaplikasikan untuk pemeriksaan mastitis sub-klinis pada ternak perah dengan harga dan harga satuan yang lebih terjangkau; serta pasokan yang lebih terjamin bila dibandingkan dengan reagen impor; khususnya bagi peternak berskala kecil dengan tingkat pengetahuan pengguna yang tidak tinggi.
Innovator:
Tim Inovasi
ISI
Institusi
ISI
Alamat
ISI
Status Paten
Dalam Proses Pengajuan
Kesiapan Inovasi
** Siap Dikomersialkan
Kerjasama bisnis
** Luas
Peringkat Inovasi
** Sangat Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada
