Si Jaka Siap Oper Urusan Sakit Gula
Pengembangan Obat Herbal Kombinasi Sirih Merah, Jahe Merah, dan Kayumanis (SIJAKA) Sebagai Terapi Anti Diabetes untuk Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat Indonesia
Deskripsi Singkat
Jumlah penderita diabetes mellitus (DM) di Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 20,4 juta orang, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 28,6 juta pada tahun 2050. Sekitar 130.000 kematian per tahun di Indonesia terkait dengan DM, sehingga menempatkan Indonesia di urutan ke lima dunia. Untuk itu, perlu upaya dan strategi pengobatan DM yang lebih efektif, terjangkau, dan sesuai konteks lokal. Ketergantungan pada obat DM sintetik selain membebani masyarakat, juga berisiko efek samping dalam jangka panjang.
Inovasi ini mengembangkan formulasi herbal, kombinasi ekstrak sirih merah (Piper crocatum), jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), dan kayu manis (Cinnamomum burmannii), dinamai SIJAKA, sebagai kandidat fitofarmaka anti DM. Hasil uji sampai saat ini menunjukkan bahwa SIJAKA mampu menurunkan kadar glukosa darah hingga 51%, meningkatkan kadar insulin 41,5%, serta memperbaiki aktivitas antioksidan melalui peningkatan enzim superoxide dismutase (SOD) dan katalase. Uji toksisitas membuktikan keamanan SIJAKA yang baik, dan tanpa efek negatif bagi organ tubuh.
Dengan efektivitas, keamanan, serta ketersediaan bahan baku yang melimpah, SIJAKA berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka unggulan Indonesia, yang dapat menggantikan obat sintetik, dan menjadi solusi alami dalam pengendalian DM di Indonesia dengan lebih mandiri.
Si Jaka is Taking Over Diabetic Threat
Short Description
The number of people with diabetes mellitus (DM) in Indonesia will reach approximately 20.4 million in 2024 and is expected to increase to 28.6 million by 2050. Approximately 130,000 deaths per year in Indonesia are related to DM, placing Indonesia in fifth place globally. Therefore, more effective, affordable, and locally tailored DM treatment strategies and efforts are needed. Dependence on synthetic DM medications not only burdens the public but also carries the risk of long-term side effects.
This innovation develops a herbal formulation, a combination of red betel leaf extract (Piper crocatum), red ginger (Zingiber officinale var. rubrum), and cinnamon (Cinnamomum burmannii), named SIJAKA, as a candidate for an anti-DM phytopharmaceutical. Test results to date indicate that SIJAKA can reduce blood glucose levels by up to 51%, increase insulin levels by 41.5%, and improve antioxidant activity. Toxicity tests have proven SIJAKA's safety without any adverse effects on organs. With its effectiveness, safety, and abundant raw material availability, SIJAKA has the potential to be developed as a leading Indonesian phytopharmaceutical, replacing synthetic drugs and becoming a natural solution for more independent diabetes management in Indonesia.
Perspektif
Bukanlah suatu kemustahilan bahwa dengan pengembangan dan inovasi yang intensif, fitofarmaka dari kekayaan alam Indonesia akan mendunia karena terbukti efektif dan lebih aman untuk terapi DM.
Keunggulan Inovasi:
- Kombinasi sirih merah–kayu manis teruji efektif menurunkan glukosa 51%, meningkatkan SOD 78%, katalase 27,3%; yang setara dengan glibenklamid namun tanpa akibat hipoglikemia,
- Teruji tingkat keamanannya tinggi: LD₅₀ > 5.000 mg/kgBB, tidak toksik dan aman pada uji subakut 28 hari,
- Mekanisme kerja yang komprehensif; dapat memperbaiki sel β-pankreas, meningkatkan sekresi insulin, dan menghambat α-glukosidase, serta menghasilkan aktivitas antioksidan yang kuat: IC₅₀ 49,48 µg/mL dan FRAP 268 µmol Tr/g,
- Telah didukung penelitian / uji multilevel: uji in-vitro, in-vivo, dan uji toksisitas pada tikus Sprague Dawley,
- Ketersediaan bahan baku yang melimpah dan telah digunakan secara tradisional; dan selain sebagai fitofarmaka, formula dapat ditawarkan sebagai minuman suplemen, atau minuman fungsional, yang telah dikenal masyarakat secara tradisional,
Potensi Aplikasi:
Inovasi ini telah teruji efektif dalam menanggulangi masalah DM, dan berpotensi menggantikan obat standar sintetik seperti glibenklamid, dengan efek yang setara. Inovasi ini dapat diposisikan sebagai altenatif yang superior karena selain tidak mengakibatkan efek samping seperti obat sintetik pada umumnya, juga mengandung suplemen kesehatan alami seperti flavonoid, polifenol, gingerol, dan sinamaldehida; yang membantu menjaga kadar gula, serta mencegah terjadinya komplikasi kronis.
Selain sebagai formula obat herbal tradisional, SIJAKA dapat juga dikembangkan dan ditawarkan menjadi berbagai minuman fungsional dengan berbagai khasiat kesehatan lainnya. Pengembangan ini akan juga mendukung kemandirian Indonesia dalam layanan dan terapi DM, sekaligus memperkuat posisi industri obat herbal di Indonesia. Keberhasilan yang dicapai SIJAKA dalam terapi DM, tentunya dapat dijadikan model dalam mendorong upaya saintifikasi obat tradisional lainnya, dan memperkuat kolaborasi riset dan industri fitofarmaka di Indonesia.
Innovator:
Tim Inovasi
ISI
Institusi
ISI
Alamat
ISI
Status Paten
Dalam Proses Pengajuan
Kesiapan Inovasi
** Siap Dikomersialkan
Kerjasama bisnis
** Luas
Peringkat Inovasi
** Sangat Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada
