• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Rami Kami Kini Tahan Api ............. SIAAAAAAPP 04 !!

Green Impregnation Technology dengan Bio-Poliuretan Non-Isosianat Berbasis Tanin Terglioksalasi untuk Tekstil Rami Tahan Api Berkekuatan Tinggi

Deskripsi Singkat


Serat Rami (Boehmeria nivea (L.) Gaudich.) memiliki kekuatan yang tinggi, dengan produktivitas budidaya yang cukup tinggi, sehingga berpotensi sebagai bahan tekstil fungsional. Namun serat rami bersifat mudah terbakar sehingga diperlukan modifikasi untuk pemanfaatannya. 

Inovasi ini mengembangkan Green Impregnation Technology menggunakan Bio-Poliuretan Non-Isosianat berbasis tanin terglioksalasi (Bio-PUNI-TG) dikombinasikan dengan flame retardant untuk meningkatkan ketahanan api. Inovasi ini memanfaatkaan tanin kulit kayu mangium terglioksalasi, dimetil karbonat, dan heksametilentetramina dalam sistem poliuretan bebas isosianat. Pada skala laboratorium, formula yang dikembangkan berhasil meningkatkan kekuatan tarik serat dari 3.209,72 MPa menjadi 5.605,99 MPa dan menurunkan kecepatan pembakaran dari 9,26 menjadi 0,37 mm/detik. Pelapisan flame retardant AF-21 berbasis air melalui tiga kali pencelupan menghasilkan after-flame dan after-glow 0 detik. 

Our Ramie is Now Fire-Resistant.

 

Short Description


Ramie fiber (*Boehmeria nivea* (L.) Gaudich.) possesses high strength and high cultivation productivity, making it a promising material for functional textiles. However, ramie fiber is highly flammable, necessitating modification for its practical application.

This innovation develops a Green Impregnation Technology utilizing a glyoxalated tannin-based Non-Isocyanate Bio-Polyurethane (Bio-PUNI-TG) combined with a flame retardant to enhance fire resistance. The process employs glyoxalated mangium bark tannin, dimethyl carbonate, and hexamethylenetetramine within an isocyanate-free polyurethane system.

At the laboratory scale, the developed formula successfully increased fiber tensile strength from 3,209.72 MPa to 5,605.99 MPa, and reduced the burning rate from 9.26 to 0.37 mm/second. Application of the water-based AF-21 flame retardant via a triple-dipping process resulted in zero-second after-flame and after-glow times.

Perspektif

Sejak dahulu rami dikenal sebagai bahan tali tambang yang kuat. Dengan inovasi teknologi, rami "disulap" menjadi bahan tekstil fungsional yang kuat dan tahan api.   

Keunggulan Inovasi:

  • Menghasilkan bahan alami poliuretan yang bebas isosianat sehingga tidak toksik, ramah lingkungan, tahan reaksi secara kimiawi, dan lebih tahan secara fisik; dibandingkan dengan poliuretan berbasis iosianat,
     
  • Memanfaatkan biomassa lokal tanin kulit kayu mangium sebagai bahan baku / perekat, yang adalah limbah dari industri kayu dan tersedia melimpah, 
     
  • Menghasilkan peningkatan kekuatan tarik serat rami sebesar 74,6%, dari 3.209,72 MPa pada kontrol menjadi 5.605,99 MPa,
     
  • Berhasil meningkatkan ketahanan api, dengan kecepatan pembakaran serat menurun dari 9,26 menjadi 0,37 mm/detik, dan after-flame serta after-glow mencapai 0 detik; sehingga mendekati kinerja ketahanan api komersial. 

Potensi Aplikasi:

Inovasi dengan teknologi impregnasi ini berpotensi diaplikasikan untuk membuat tali rami tahan api, dan lebih lanjut sebagai bahan baku tekstil fungsional yang berbasis serat alam, dan bebas isosianat; misalnya untuk tekstil teknis, material interior bangunan, serta berbagai aplikasi tekstil yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan api.


Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi