Pisang Kebal agar Ekspor Sehat
Smart Immune Banana: Solusi Bioteknologi Terkemuka Melawan Penyakit Utama Pisang Ekspor
Deskripsi Singkat
Perkebunan pisang cavendish di Indonesia menghadapi tantangan serius, dengan menurunnya produksi pisang cavendish akibat dua penyakit utama, yaitu Layu Fusarium (Panama Disease) dan Penyakit Darah (Blood Disease). Dampak ekonominya juga sangat signifikan karena tingkat kematian tanaman akibat penyakit ini mencapai 35%.
Inovasi ini memperkenalkan paket bioteknologi yang saling bersinergi yaitu : memproduksi bibit pisang cavendish dengan teknologi kultur jaringan, dan vaksinasi pohon pisang dengan menggunakan konsorsium mikroba endofit “Mikofluor” (paten IDP000045426, 2017) yang terdiri dari Mikoriza dan Pseudomonas fluorescens, serta penggunaan organisme antargonis Tricoderma sp. dan Bacillus sp. pada pupuk kompos “Tribakompos” (paten DP000083616, 2019).
Paket bibit kultur jaringan dan vaksinasi ini telah terbukti efektif mengurangi insidensi penyakit hingga 0%, sehingga hasil panen pisang tetap terjaga. Inovasi ini telah diterapkan pada sistem produksi bibit dengan teknologi pisang kultur jaringan secara massal, sehingga bibit pisang yang digunakan pada awalnya terjamin bebas dari penyakit tersebut.
Immune Bananas for Healthy Export
Short Description
Cavendish banana plantations in Indonesia face serious challenges, with declining production due to two diseases; Panama Disease and Blood Disease. The economic impact is also significant with plant mortality rates reaching 35%. This innovation introduces a synergistic biotechnology package: i.e. producing Cavendish banana seedlings using tissue culture technology, and vaccinating banana trees using the endophytic microbial consortium "Mikofluor" consisting of mycorrhizae and Pseudomonas fluorescens, and the use of the intergonist organisms Tricoderma sp. and Bacillus sp. in the compost used. This package has been proven effective in reducing disease incidence to 0%. This innovation has been applied to mass seedling production by using tissue culture, so that the banana seedlings used initially are free from the disease.
Perspektif
Ibarat menjaga bayi-bayi kita agar tetap sehat; sejak dalam kandungan sampai sang bayi lahir perlu diusahakan agar tidak tertular penyakit, setelah itu jadwal vaksinasi harus dipatuhi.
Keunggulan Inovasi:
- Sistem produksi massal dengan teknologi kultur jaringan kini telah mampu menghasilkan 100.000 bibit sehat pohon pisang pertahun, sehingga waktu untuk pengadaan bibit lebih singkat dan biayanya lebih murah,
- Bibit yang dihasilkan memiliki sifat genetik yang sama persis,
-
Bibit yang digunakan telah memiliki keunggulan yang terstandarisasi termasuk dilengkapi dengan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) yang memacu pertumbuhan tanaman pisang,
- Kombinasi endofit (Mikoflour) dalam jaringan tanaman dan (Tribakompos) pada media tanam teruji memberikan pertahanan berlapis terhadap patogen,
- Mengurangi penggunaan pestisida kimia hingga 90% dengan memanfaatkan mikroorganisme alam, sehingga pencemaran lingkungan dapat berkurang.
Potensi Aplikasi:
Inovasi ini telah siap diaplikasikan secara komersial, melalui kerjasama dengan pihak bisnis, untuk menjawab tantangan bisnis akan kebutuhan bibit pisang yang sehat dan kualitas seragam. Untuk pengembangan lebih lanjut, inovasi ini dapat mengembangkan pula indukan eksplan yang teruji bebas dari penyakit layu fusarium, penyakit darah dan virus Kerdil Pisang (BBTV). Analisis kelayakan inovasi pembibitan pisang cavendish ini sedang dilakukan oleh mitra swasta, agar bibit pisang yang diproduksi memperoleh legalitas perlindungan varietas tanaman (PVT) dari Pemerintah.
Innovator:
Tim Inovasi
ISI
Institusi
ISI
Alamat
ISI
Status Paten
Telah Terdaftar
Kesiapan Inovasi
*** Telah Dikomersialkan
Kerjasama bisnis
*** Terbuka
Peringkat Inovasi
*** Paling Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada
