• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Makanan Bergizi Gratis dan Aman ............ SIAAAAAAP 02

AMANKAN MBG: Sistem Pendinginan Vakum Super Cepat untuk Menjaga Keamanan Masakan SPPG bagi Generasi Emas Indonesia

Deskripsi Singkat


Penyebab utama keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah akibat kontaminasi/berbiaknya bakteri berbahaya (seperti Salmonella dan E. coli)  karena pendinginan makanan alami yang panjang sebelum pengemasan dan distribusi. 

Inovasi ini mengembangkan sistem pendinginan vakum sampai 40 kali lebih cepat dibanding pendinginan alami, untuk mempersingkat waktu makanan berada pada zona suhu berisiko. Makanan diproses dalam ruang tertutup bertekanan rendah agar panas dilepaskan lebih cepat dan prosesnya terpantau. Berbagai sensor merekam data setiap batch, sebagai bukti bahwa proses pasca masak dikendalikan, bukan hanya mengandalkan perkiraan.

Inovasi ini sekaligus dapat menekan waktu makanan berada pada suhu berisiko, menjaga sanitasi makanan, menjaga mutu rasa, aroma, warna, dan tekstur disesuaikan dengan jenis menu; sekaligus memastikan keterlacakan data, sanitasi makanan, serta parameter kendali mutu lain yang diperlukan pada sistem layanan pangan massal.


 

Safe and Nutritious Free Meals

 

Short Description


The primary cause of food poisoning in the Free Nutritious Meal (MBG) program is contamination or the proliferation of harmful bacteria (such as Salmonella and E. coli) resulting from prolonged natural cooling prior to packaging and distribution. This innovation introduces a vacuum cooling system capable of cooling food up to 40 times faster than natural cooling, thereby minimizing the time food spends in the high-risk temperature zone. 

Food is processed within a sealed, low-pressure chamber to accelerate heat release and enable process monitoring. Various sensors record data for each batch, providing evidence that the post-cooking process is strictly controlled rather than relying on estimation. This innovation effectively reduces the duration food remains at high-risk temperatures and preserves food hygiene as well as other food quality attributes,and ensures data traceability, as required for mass food service systems.

Perspektif

Sebagai sistem layanan pangan massal, program MBG harus segera mengubah paradigma pelaksananya meninggalkan pola-pikir memasak berbasis kira-kira seperti di dapur sendiri. 

 

Keunggulan Inovasi:

  • Pendinginan jauh lebih cepat dibandingkan pendinginan konvensional. Pada uji coba dengan madu, inovasi mampu menurunkan suhu 63°C menjadi 35°C dalam hitungan beberapa menit, jauh lebih singkat daripada pendinginan biasa,

  • Proses pendinginan berlangsung dalam ruang tertutup sehingga paparan udara dapur, debu, serangga, dan kontaminasi silang dapat dihindarkan,

  • Dilengkapi sensor suhu inti, tekanan, serta pencatatan suhu-waktu setiap batch, sehingga kendali proses berbasis data, bukan semata perkiraan visual,

  • Pengaturan tekanan, waktu, kapasitas, yang dapat disesuaikan menurut jenis menu; dan direkam untuk memastikan keterlacakan data  yang diperlukan pada sistem layanan pangan massal.

  • Membantu menjaga sanitasi, rasa, aroma, warna, serta tekstur makanan.


Potensi Aplikasi:

Inovasi ini berpotensi untuk diaplikasikan pada program MBG untuk menekan insidensi keracunan makanan secara massal akibat kontaminasi / berbiaknya bakteri berbahaya (seperti Salmonella dan E. coli)  karena pendinginan makanan secara alami yang panjang sebelum pengemasan dan distribusi. Secara umum, inovasi ini dapat juga dimanfaatkan oleh berbagai layanan pangan yang bersifat massal, atau oleh jaringan restoran dengan dapur tersentral.  




 

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi