• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Lokalisasi Demi Masa Depan Sang Bayi

Deteksi Dini Hipotiroid Kongenital ( HK ) Berbasis Antibodi Poliklonal Hasil Induksi Protein Rekombinan human Thyroid Stimulating Hormone (hTSH) dengan Metode ELISA

Deskripsi Singkat


Hipotiroid kongenital (HK) dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang dan kecerdasan permanen, namun bisa dicegah bila terdeteksi dini dan diobati dalam 2 – 4 minggu pertama kehidupan sang bayi. Saat ini deteksi di Indonesia masih bergantung pada kit impor yang berbasis antibodi monoklonal, yang mahal dan terbatas distribusinya.

Inovasi ini mengembangkan kit ELISA berbasis antibodi poliklonal dari protein rekombinan hTSH produksi lokal, sebagai alternatif bagi penggunaan kit deteksi berbasis antibodi monoklonal yang masih harus diimpor.  Inovasi ini berpotensi menurunkan biaya uji deteksi (sampai 40 - 60%), waktu penyediaan kit yang lebih cepat (6 - 8 minggu), namun memiliki kinerja deteksi yang setara dengan kit impor, yaitu tingkat sensitivitas > 90% dan tingkat spesifisitas > 85%.

Produksi lokal memungkinkan pendistribusian kit yang lebih cepat untuk dapat menjangkau Puskesmas dan Posyandu di daerah terpencil; agar dapat menyelamatkan lebih banyak bayi sebelum terjadi kerusakan permanen. Kit ini juga dapat digunakan untuk re-testing bayi berisiko, pemantauan dalam perawatan NICU, dan pengembangan skrining penyakit metabolik / hormonal lain.

Localization for the Baby's Future

 

Short Description


Congenital hypothyroidism (CH) can cause permanent growth and developmental disorders, but it is preventable if detected and treated within the first 2-4 weeks of a baby's life. Currently, Indonesia still relies on imported monoclonal antibody-based kits, which are expensive and have limited distribution. This innovation develops a locally produced polyclonal antibody-based ELISA kit based on recombinant hTSH protein as an alternative to the use of the imported monoclonal antibody-based kits. This innovation has the potential to significantly reduce the cost of detection testing, faster kit turnaround time, while still achieving detection accuracy equivalent to imported kits. Local production of the kit will allow faster distribution of kits to reach community health in remote areas, thus potentially saving more babies before permanent damage occurs. This kit can also be used for retesting at-risk infants, monitoring in the neonatal intensive care unit (NICU), and developing screening for other metabolic/hormonal diseases.

Perspektif

Menggunakan produk-produk dalam negeri dalam hal ini bukan cuma ekspresi patriotisme, tapi terlebih penting lagi, demi menyelamatkan lebih banyak bayi Indonesia generasi penerus masa depan bangsa.

Keunggulan Inovasi:

 

  • Deteksi kit HK produksi lokal yang secara signifikan lebih murah dibandingkan deteksi kit impor,

  • Waktu penyiapan / produksi yang relatif singkat, sehingga memungkinkan respon lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,

  • Teruji memiliki akurasi yang cukup tinggi; sensitivitas >90% dan spesifisitas >85%, yang setara dengan akurasi kit monoklonal impor,

  • Berpotensi diproduksi secara massal dan terdistribusi, sehingga dapat digunakan secara meluas di berbagai rumah sakit, laboratorium, Puskesmas hingga Posyandu di seluruh Indonesia,

  • Dapat dikembangkan lagi untuk digunakan melakukan skrining neonatal, re-testing pada bayi berisiko, pemantauan pasien bayi di NICU, bahkan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai kit deteksi penyakit metabolik / hormonal lain.


Potensi Aplikasi:

Inovasi ini berpotensi diaplikasikan sebagai kit deteksi HK alternatif bagi penggunaan kit deteksi berbasis antibodi monoklonal yang masih diimpor. Selain itu deteksi kit yang dapat diproduksi lokal, dengan lebih murah dan waktu penyediaan yang relatif cepat, dapat dikembangkan sebagai kit deteksi HK versi lapangan dan diperluas pemanfaatannya untuk melakukan skrining neonatal secara nasional, misalnya melalui pengintegrasiannya dengan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).  

Lebih lanjut, inovasi ini juga berpotensi dikembangkan dan diadaptasikan menjadi kit deteksi dan skrining untuk penyakit metabolik dan penyakit hormonal lain, dan membuka peluang komersial deteksi kit di Indonesia, maupun ke pasar-pasar regional lainnya.

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi