• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Lindungi Kulitmu Pakai Daun

FORMULA KRIM TABIR SURYA BERBASIS FITOSOM EKSTRAK DAUN GAHARU

Deskripsi Singkat


Saat ini produk krim tabir surya (KTS)  umumnya  berbahan aktif  sintesis seperti  oksibenzon, avobenzon, TiO2,  dan ZnO. Selain mahal, senyawa sintetis tersebut  bisa berefek  samping   alergi, hipersensitivitas,  terhambatnya  sintetis vitamin D, dan bahkan dapat memicu kanker.  

Ekstrak daun gaharu Gyrinops versteegii dapat menjadi alternatif bahan aktif alami, karena mengandung zat ekstraktif yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan aktivitas tabir surya yang tergolong ultra dengan nilai Sun protection factor (SPF) tinggi. Perbedaan sifat antara bahan aktif dengan basis krim dan  membran sel kulit yang menyebabkan bahan aktif sulit terdispersi berhasil ditanggulangi dengan teknologi fitosom yang merupakan teknologi penghantaran fitokonstituen agar mampu menembus ke dalam kulit karena memiliki afinitas yang tinggi dengan lipid kulit.

 

Protect Your Skin With Leaves

 

Short Description


Gaharu leaves, Gyrinops versteegii, extract can be a natural non-synthetic ingredient to make sunscreen cream because it contains extractive substances that have high antioxidant activity and sunscreen activity that is classified as ultra with a high Sun protection factor (SPF) value. The different nature of the active ingredient with cream-based and skin cell membranes causes the active ingredient to be difficult to disperse. This can be overcome with phytosome technology, a technology for delivering phytoconstituents so that it can penetrate into the skin because it has a high affinity for skin lipids.

Perspektif

Produk tabir surya diciptakan untuk menjaga agar kulit kita terlindungi dari sengatan sinar matahari. Masalahnya sang pelindung seringkali justru menimbulkan masalah lain bagi kulit kita. 

Keunggulan Inovasi:

  • Krim tabir surya ekstrak daun gaharu lebih aman dipakai dibandingkan dengan produk berbahan aktif sintetik yang umumnya tersedia dipasar.
  • Produk telah memenuhi SNI 16-4399-1996 tentang standar mutu sediaan krim tabir surya.
  • Teknologi fitosomisasi terhadap ekstrak daun gaharu ini  membuat  fitokonstituen (bahan aktif) dari ekstrak daun gaharu ini  lebih mudah terdispersi ke dalam krim, dan terserap / penetrasi dengan baik di kulit.

Potensi Aplikasi:

Aplikasi teknologi fitosom pada ekstrak daun gaharu (G. versteegii) sebagai bahan aktif pembuatan krim tabir surya belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga berpotensi besar dikembangkan dengan posisi sebagai produk tabir surya yang efektif, alami, dan aman bagi kulit manusia. Karena produk KTS saat ini umumnya berbasis bahan sintetik; invensi KTS alami berbasis teknologi fitosom ini bila telah memperoleh hak paten berpotensi ditawarkan sebagai lisensi ke perusahaan-perusahaan kosmetika global.   
 

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi