• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Lihat Labelnya, Pastikan Segarnya

SMARTFRESH-AI: Label Pintar Berbasis Bioplastik Indikator Alami untuk Mendeteksi Kesegaran Ikan, Daging, dan Produk Pangan melalui Kamera Smartphone

Deskripsi Singkat


Pengecekan kesegaran bahan pangan umumnya masih dilakukan secara manual, dengan melihat warna, mencium bau, atau meraba tekstur produk. Masalahnya, kerusakan pangan tidak selalu nampak dari luar. Bahan pangan bisa tampak segar, tetapi sebenarnya sudah mengalami penurunan kualitas akibat aktivitas mikroba. Kondisi ini tentunya merugikan konsumen, termasuk para  pedagang, produsen makanan olahan, restoran, catering, dan tentunya para konsumen akhir. Untuk pengujian yang tepat, bisa dilakukan pemeriksaan laboratorium; namun selain tidak praktis, juga biayanya mahal, perlu waktu dan tenaga ahli.

Inovasi ini mengembangkan label pintar pendeteksi kesegaran pangan yang dibuat dari bioplastik berbahan pati / CMC dan indikator warna alami, dinamai SMARTFRESH-AI. Label ini ditempelkan pada kemasan ikan, ayam, daging, atau seafood. Saat produk mulai rusak, senyawa penyebab bau seperti amonia dan amina akan mengubah warna label. Perubahan warna tersebut dapat dilihat langsung oleh konsumen; juga dapat dipindai menggunakan kamera ponsel, lalu dianalisis dengan bantuan AI untuk menentukan tingkat kesegaran dan kelayakannya untuk dikonsumsi. 
 

Check the Label to ensure Freshness

 

Short Description


Assuring freshness of food products is generally still done manually by observing color, smelling for odors, or feeling the product's texture. However, food spoilage is not always visible from the outside; food may appear fresh while actually having undergone quality degradation due to microbial activity. While laboratory testing offers accurate results; but it is generally impractical, costly, and requires significant time and expert personnel. This innovation introduces a smart food freshness-detecting label named SMARTFRESH-AI, made from starch / CMC-based bioplastic and natural color indicators. The label is applied to the packaging of fish, chicken, meat, or seafood. As the product begins to spoil, odor-causing compounds such as ammonia and amines trigger a change in the label's color. Consumers can observe this color change directly, or scan the label with a smartphone camera, analyze it by using AI, to determine the product's freshness level and suitability for consumption.

Perspektif

Memastikan kesegaran bahan pangan sebelum membeli sekalipun terkesan sepele, namun sangat penting demi menghindari berbagai kerugian yang bisa berkali-kali lebih besar dari harga belinya.    

Keunggulan Inovasi:

  • Teruji lebih akurat dibandingkan metode pengecekan kesegaran pangan yang umumnya dilakukan secara manual dan subjektif; atau hanya mengandalkan tanggal kedaluwarsa,
     
  • Mampu menerjemahkan tanda visual pada label bioplastik menjadi informasi yang objektif dan terukur dari bahan pangan tersebut produk sebagai segar, mulai menurun kualitasnya, atau tidak layak konsumsi,
     
  • Keunggulan utama inovasi ini adalah hasilnya cepat, mudah dibaca, dan mudah serta praktis digunakan oleh masyarakat umum,
     
  • Label dibuat dari bahan alami seperti pati / CMC / kitosan dan indikator warna alami, sehingga lebih ramah lingkungan dan aman untuk kemasan pangan.

Potensi Aplikasi:

Inovasi ini berpotensi digunakan pada pemeriksaan kesegaran berbagai produk pangan segar dan beku; seperti ikan, ayam, daging, seafood, susu, buah potong, makanan siap saji, dan frozen food. Pada tahap awal, inovasi ini telah dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM pangan, pedagang ikan, catering, restoran, dan jasa pengiriman makanan; untuk membantu mereka memastikan kesegaran baahan pangan secara cepat.

Ke depan, inovasi ini dapat dikembangkan menjadi label pintar komersial yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel. Pengguna cukup memindai warna label untuk mengetahui status produk, apakah masih segar, mulai menurun mutunya, atau tidak layak konsumsi. Inovasi ini juga berpotensi mendukung sistem cold chain sederhana, terutama bagi pelaku usaha kecil yang belum memiliki alat pemantauan mutu pangan. Selain untuk pangan, konsep label indikator berbasis AI ini dapat dikembangkan untuk pemantauan produk sensitif lain; seperti obat, kosmetika herbal, maupun bahan biologis lainnya.

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi