Lebih Cepat, Lebih Hemat, Lebih Manfaat
Sistem dan Metode Otomatis untuk Penentuan Viabilitas Benih Padi berbasis Analisis Radicle Emergence
Deskripsi Singkat
Benih padi bersertifikat seringkali tumbuh jauh lebih sedikit, dan tidak sesuai dengan yang tertulis di label kemasan. Benih dengan daya berkecambah 80% berdasarkan hasil uji laboratorium, ternyata hanya tumbuh 50-60% saat di tanam di sawah. Dampaknya tentu sangat merugikan bagi petani; biaya produksi meningkat untuk benih sulaman, waktu tanam mundur, dan hasil panen menjadi berkurang. Masalahnya, pengujian benih di laboratorium hanya mengukur daya berkecambah; bukan vigor atau daya tumbuh benih sesungguhnya, yang dengan cara konvensional pengujiannya membutuhkan waktu uji selama 14 hari.
Inovasi ini mengembangkan aplikasi berbasis web, yang dilengkapi kamera untuk memotret benih yang sedang berkecambah, lalu secara otomatis dengan dibantu kecerdasan buatan memprediksi vigor benih berdasarkan panjang pertumbuhan radikula (radicle emergence) secara presisi. Dengan aplikasi ini pengujian vigor dapat diselesaikan dalam 3 hari, lebih cepat 4,7 kali bila dibandingkan metode konvensional. Inovasi ini teruji menghasilkan prediksi vigor benih padi secara lebih akurat dan objektif bila dibandingkan dengan metode konvensional, karena tidak tergantung pada penilaian subjektif dari teknisi penelitinya; juga membantu dalam pendokumentasian hasil analisanya, sesuai dengan tuntutan standar uji ISO 17025.
Faster, More Economical, More Benefits
Short Description
Certified rice seeds often germinate significantly less than stated on the label. Seeds with a germination rate of 80% according to laboratory tests may only germinate at 50-60% when planted. This is undoubtedly detrimental to farmers: production costs increase, delay planting times, and reduced yields. This is due to the fact that laboratory seed testing only measures germination rate, not the seed's true vigor. This innovation develops a web-based application equipped with a camera to capture the germinating seeds, then by using artificial intelligence, predicts seed vigor precisely based on radicle emergence length. With this application, vigor testing can be completed within 3 days, almost five times faster than conventional methods. This innovation has been proven to produce more accurate and objective predictions of rice seed vigor compared to conventional methods, as it does not rely on the subjective judgment of research technicians. It also assists in documenting the analysis results, in accordance with the requirements of the ISO 17025 test standard.
Perspektif
Prediksi benih bisa berkecambah barulah sebagian bukti dari kualitas benih. Yang kita perlukan adalah prediksi kualitas daya tumbuh benih agar menjadi tanaman yang produktif.
Keunggulan Inovasi:
- Inovasi ini dapat menyelesaikan pengujian vigor benih padi dalam 3 hari, lebih cepat hampir lima kali bila dibandingkan dengan metoda konvensional selama 14 hari,
- Menghilangkan variasi pengamatan dengan standard error < 2%, sedangkan dengan metoda manual terjadi bias / variasi sekitar 10% sampai 15%,
- Potensi penghematan biaya pengukuran vigor sebesar 60% - 70% bila dibandingkan dengan metoda manual,
- Menyediakan dokumentasi digital, sesuai dengan tuntutan ISO 17025, dan dilengkapi dengan protokol pengujian terpusat dalam rangka mendukung harmonisasi kualitas benih nasional,
- Harga langganan aplikasi 60-75% lebih murah bila dibandingkan dengan software internasional yang menggunakan interface lokal.
Potensi Aplikasi:
Inovasi telah diaplikasikan untuk berbagai pengujian vigor benih padi di laboratorium pengujian benih komersial, quality control di industri perbenihan, penelitian dan pengembangan varietas padi unggul, serta diberbagai lembaga pendidikan dan pelatihan teknologi pengujian mutu benih.
Lebih lanjut, inovasi ini berpotensi diperluas aplikasinya untuk pengujian vigor berbagai tanaman serealia lain seperti sorgum dan jagung; dan diintegrasikan ke dalam sistem informasi mutu benih nasional. Dalam jangka panjang, inovasi ini berpotensi dikembangkan aplikasinya untuk mendukung pengujian benih dari tanaman hortikultura lainnya; termasuk membantu dalam penyimpanan benih agar terhindar dari risiko kerusakan .
Innovator:
Tim Inovasi
Institusi
Alamat
Status Paten
Telah Terdaftar
Kesiapan Inovasi
*** Telah Dikomersialkan
Kerjasama bisnis
*** Terbuka
Peringkat Inovasi
*** Paling Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada
