• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Kerapu Kuat, Tambak Sehat, Panen Melesat - SIAP

Vanno-Stimulant: Nano-Konjugat ZnO / Chitosan berbasis Chlorella vulgaris Rekombinan sebagai Antivirus VNN pada Ikan Kerapu

Deskripsi Singkat


Budidaya ikan kerapu merupakan sumber penghasilan utama bagi ribuan pembudidaya laut di Indonesia. Namun, banyak petambak menghadapi risiko gagal panen akibat serangan virus Viral Nervous Necrosis (VNN), yang dapat membunuh benih ikan dengan sangat cepat. Seringkali pembudidaya menggunakan antibiotika sekalipun kemudian diketahui tidak efektif, atau menggunakan vaksin biasa yang mudah rusak di air laut.

Inovasi ini mengembangkan formula yang dinamai "Vanno-Stimulant" untuk membangun imunitas ikan, dengan menggabungkan protein alami dari mikroalga laut dengan bahan pelindung berukuran nano yang ramah lingkungan. Formula bioteknologi ini berfungsi seperti perisai pintar yang merangsang kekebalan tubuh ikan untuk melawan serangan virus. Inovasi ini telah teruji menekan kematian benih ikan hingga di bawah 15%, sehingga dapat memberi kepastian panen bagi pembudidaya kerapu, dan melipat-gandakan prospek keuntungan petani; serta menggantikan pemakaian obat kimia / antibiotika yang ternyata tidak efektif untuk menanggulangi masalah virus, namun justru bisa membahayakan kelestarian lingkungan.

 

Strong Groupers, Healthy Ponds, Booming Harvests

 

Short Description


Grouper cultivation is a primary source of income for thousands of marine farmers in Indonesia. However, many farmers face the risk of crop failure due to the Viral Nervous Necrosis (VNN) virus attack, which can rapidly kill fish fry. Farmers often resort to antibiotics, even though they are later found to be ineffective, or use conventional vaccines that are easily destroyed in seawater. This innovation develops a formula called "Vanno-Stimulant" to build fish immunity by combining natural proteins from marine microalgae with environmentally friendly nano-sized protective materials. This biotechnological formula functions like a smart shield, stimulating the fish's immune system to fight off viral attacks. This innovation has been proven to reduce fry mortality to below 15%, thus ensuring a harvest for grouper farmers and assure their profit prospects. It also replaces the use of chemical drugs / antibiotics, which later proven ineffective for virus, and in fact  cause harm to the environment.

Perspektif

Pemakaian antibiotik untuk mengatasi virus kerapu ternyata salah sasaran dan justru memicu resistensi bakteri di tambak. Inovasi ini selain membuat kerapu tahan serangan virus, juga membantu menyelamatkan budidaya tambak dari kehancuran.
 

Keunggulan Inovasi:

  • Vanno-Stimulant teruji memiliki keunggulan mutlak untuk penanganan virus Viral Nervous Necrosis (VNN), bila dibandingkan dengan konvensional yang umum dipakai petambak saat ini, dengan menggunakan antibiotik atau vaksin,
     
  • Saat diuji untuk menanggulangi serangan Betanodavirus yang memicu kematian massal benih kerapu pada fase larva, Vanno-Stimulant terbukti secara signifikan mampu memicu respons imun spesifik dan non-spesifik kerapu, sehingga dapat menekan angka mortalitas benih di bawah 15%,
     
  • Keunggulan fungsional ini lahir dari struktur hibrida nano-konjugat antara protein rekombinan mikroalga lokal Chlorella vulgaris dengan partikel nano ZnO/Chitosan yang disimulasikan secara presisi dengan bantuan pemodelan AI. Ikatan kimiawi yang kuat ini berfungsi sebagai smart delivery system untuk menjaga stabilitas formula dari degradasi lingkungan laut ekstrem, sekaligus mempercepat penyerapan zat aktif oleh sel imun,
     
  • Produk inovasi ini bersifat ramah lingkungan, bebas residu, dan mudah diaplikasikan secara oral maupun sebagai pelapis / campuran pakan.

Potensi Aplikasi:

Prospek aplikasi inovasi Vanno-Stimulant  masih terbuka lebar untuk dikembangkan selain untuk proteksi virus VNN pada ikan kerapu. Dengan platform teknologi nano-konjugat ZnO/Chitosan yang adaptif, formulasi ini berpotensi direformulasi ulang untuk mengatasi berbagai wabah virus mematikan pada komoditas akuakultur yang bernilai ekonomi tinggi lainnya. Prospek pengembangan berikutnya antara lain dengan memodifikasi fragmen gen target, untuk menghasilkan imunostimulan pencegah virus White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada udang vaname, dan Koi Herpes Virus (KHV), serta budidaya ikan air tawar lainnya, yang berpotensi ikut menyelamatkan pasar perikanan nasional yang bernilai triliunan rupiah per tahun. Lebih jauh lagi, integrasi inovasi ini dengan teknologi pakan mandiri (smart-feeding system) dapat menciptakan ekosistem budidaya ikan otomatis yang bersifat preventif.

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Telah Terdaftar

Kesiapan Inovasi

*** Telah Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

*** Terbuka

Peringkat Inovasi

*** Paling Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi