• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Kembalikan Alam Asli di Danau Kami

BioHab Float™ - Smart Floating BioHabitat Platform Platform Habitat Terapung Cerdas Berbasis Biofilm untuk Restorasi Ekosistem Perairan dan Konservasi Perikanan Berkelanjutan

Deskripsi Singkat


Kerusakan habitat, eutrofikasi, sedimentasi, dan penurunan populasi ikan asli merupakan tantangan utama dalam pengelolaan danau-danau di Indonesia. Masalah utamanya adalah hilangnya substrat alami koloni mikroorganisme, bakteri, mikroalga bentik, zoobentos, dan makroavertebrata yang berkembang menjadi biofilm dan aufwuchs, sebagai penyusun dasar rantai makanan alami ikan. Habitat ini juga menyediakan feeding ground, nursery ground, refuge habitat, serta menjadi spawning habitat, yang mendukung kualitas dan kompleksitas habitat perairan.

Inovasi BioHab Float ini mengembangkan habitat terapung berbasis biofilm untuk mendukung restorasi ekosistem danau dan perikanan berkelanjutan; lebih dari sekadar Fish Aggregating Device (FAD) konvensional yang berfungsi sebagai tempat ikan berkumpul. Inovasi BioHab Float menggunakan kombinasi multi-substrat untuk mempercepat terbentuknya kembali habitat mikroorganisme yang sehat di danau. Uji lapangan selama empat bulan di Danau Maninjau terbukti berhasil mengembalikan kolonisasi 64 taksa organisme, terdiri atas 37 taksa mikroalga bentik dan 27 taksa makroavertebrata, sebagai indikator meningkatnya kompleksitas habitat sebagai fondasi restorasi ekosistem danau.
 

Restore Nature to Our Lake

 

Short Description


Habitat degradation, eutrophication, sedimentation, and the decline of native fish populations are major challenges in the management of lakes, due to the loss of natural substrates that support colonies of microorganisms - such as bacteria, benthic microalgae, zoobenthos, and macroinvertebrates - which develop into biofilms and "aufwuchs" as the foundation of the natural fish food web. These habitats also provide feeding, nursery, refuge, and spawning grounds; thereby enhancing the quality and complexity of the aquatic environment.

The BioHab Float innovation involves the development of a biofilm-based floating habitat designed to support lake ecosystem restoration and sustainable fisheries; beyond the conventional Fish Aggregating Devices (FADs), which merely serve as gathering points for fish. The BioHab Float utilizes a multi-substrate combination to accelerate the re-establishment of healthy microbial habitats. A four-month field trial at Lake Maninjau successfully restored the colonization of 64 organism taxa - 37 benthic microalgae and 27 macroinvertebrate taxa - serving as indicators of improved habitat complexity as foundation for lake ecosystem restoration.

Perspektif

Penguasaan ilmu dan teknologi adalah prasyarat mutlak untuk memahami bagaimana ekosistem alam kita yang sangat kompleks; sebelum kita berupaya  mengembalikan kelestarian alam. 

Keunggulan Inovasi:

  • Memelopori pengembangan habitat terapung berbasis multi-substrat untuk membangun kembali jaringan makanan, feeding ground, nursery ground, spawning habitat, dalam upaya konservasi ikan asli,
     
  • Telah teruji mengembalikan kehidupan koloni 64 taksa organisme dan meningkatkan kompleksitas habitat, sebagai indikator awal keberhasilan dalam upaya restorasi ekosistem perairan,
     
  • Berfungsi lebih dari sekadar FAD konvensional, karena inovasi ini  mengumpulkan ikan melalui perbaikan kualitas habitat secara alami, tanpa pakan tambahan, bahan kimia, maupun energi listrik,
     
  • Sepenuhnya menggunakan material yang tersedia secara lokal, dan dirancang secara modular; sehingga mudah diperbanyak, mudah dipasang dan diadaptasi untuk berbagai perairan tawar lainnya,
     
  • Telah menunjukkan keberhasilan awal tervalidasi melalui uji lapangan di Danau Maninjau, dalam mengembalikan koloni biofilm dan organisme akuatik dengan kelimpahan tinggi.

     

Potensi Aplikasi:

Inovasi ini berpotensi diterapkan bagi upaya restorasi danau prioritas nasional, rehabilitasi habitat perairan (danau, waduk, embung, situ, dan rawa), konservasi ikan asli dan spesies endemik, pengelolaan suaka ikan, restocking berbasis habitat, serta peningkatan produktivitas perikanan melalui penyediaan pakan alami yang lestari. 

Inovasi ini juga dapat dimanfaatkan bagi program pemulihan populasi ikan lokal, yang dapat mengurangi ketergantungan pada pakan buatan dan rekayasa mekanis, dengan prinsip Nature-based Solutions (NbS), yang mendukung ekowisata, program rehabilitasi perairan, serta berbagai penelitian mengenai biofilm, biodiversitas, dan ekologi perairan.

Ke depan, inovasi ini juga berpotensi dikembangkan sebagai model Smart Floating BioHabitat Platform yang mengintegrasikan IoT, Artificial Intelligence (AI), drone, penginderaan jauh satelit, cloud computing, dan Decision Support System (DSS) untuk pemantauan ekosistem secara real-time, Digital Twin danau, early warning system eutrofikasi, dan pengelolaan perairan yang lebih adaptif, presisi, dan berkelanjutan.

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi