Kekebalan Berkah Benalu
FORMULASI NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL 70% BENALU BATU SEBAGAI IMMUNOMODULATOR ANTIVIRUS SARS-COV-2
Deskripsi Singkat
Wabah CoVid-19 telah menjadi pandemi global dan telah menjangkiti jutaan orang. Sampai saat ini, Covid-19 belum ditemukan obatnya, sehingga para peneliti masih terus berupaya menemukannya, termasuk yang bersumber dari alam, baik yang dapat menghambat penyebarannya secara langsung, maupun sebagai immunomodulator. Salah satu tanaman endemik yang diketahui mengandung immunomodulator adalah benalu batu (Begonia medicinalis) yang banyak terdapat di Morowali, Sulawesi Tengah.
Inovasi ini mengembangkan formula nano-partikel ekstrak etanol 70% benalu batu sebagai immunomodulator antivirus SARS-CoV-2. Uji aktivitas immunomodulator secara in vivo, menunjukkan hasil lebih baik dibanding produk kontrol yang ada di pasar. Sedangkan uji antivirus SARS-CoV-2 secara in-vitro, menghasilkan efek penghambatan yang mendekati pembanding kontrol kode GC376 (inhibitor enzim 3Cl-protease SARS-CoV-2). Dengan demikian, formula ini berpotensi dimanfaatkan sebagai obat herbal peningkat sistem imun serta pencegah CoVid-19.
Blessing of Immunity from Parasite
Short Description
The CoVid-19 outbreak has become a global pandemic and has infected millions of people. Until now, a cure for Covid-19 has not been found. Researchers are still exploring for solutions, either one that can inhibit the spread of virus, or as an immunomodulator. One of the endemic plants known to contain an immunomodulator is the rock mistletoe (Begonia medicinalis) which is widely found in Morowali, Central Sulawesi. This innovation develops a nano-particle formula of 70% ethanol extract of mistletoe as an antiviral and immunomodulator for SARS-CoV-2. In-vivo immunomodulator test of this formula showed better results than the control products on the market. Meanwhile, the in-vitro antiviral test for SARS-CoV-2 produced an inhibitory effect that was close to the control GC376 (3Cl-protease SARS-CoV-2 enzyme inhibitor). Thus, this formula is ready to be used as a herbal medicine to enhance the immune system as well as a cure for CoVid-19.
Perspektif
Cepat atau lambat umat manusia akan kembali ke solusi-solusi kesehatan yang telah disediakan oleh alam, dan meninggalkan solusi fisika dan kimia buatan manusia.
Keunggulan Inovasi:
- Menjadi pelopor dalam pengembangan solusi masalah Covid-19 dengan produk obat herbal berteknologi nano,
- Inovasi berteknologi nano ini, dikombinasikan dengan pemakaian polimer PLGA dan natrium alginat, memungkinkan pembuatan produk herbal berukuran nano yang mudah diserap tubuh, sehingga memberikan aksi pengobatan yang cepat,
- Menggunakan tanaman endemik yang hanya terdapat di Morowali, Sulawesi Tengah, sehingga tidak mudah ditiru atau dibuat di daerah/negara lain,
- Proses ekstraksi menghasilkan rendemen yang cukup tinggi, yaitu dapat menghasilkan 100 gram untuk satu kilogram kering benalu batu, ekivalen dengan 1.667 dosis pemakaian sebesar 60 miligram,|
- Formula dengan khasiat sebagai immunomodulator ini berpotensi dikembangkan sebagai formula peningkat daya tahan tubuh, dalam mengatasi berbagai penyakit lain termasuk kanker, maupun berbagai infeksi virus maupun infeksi bakteri lainnya.
Potensi Aplikasi:
Inovasi ini telah siap untuk dimanfaatkan sebagai obat herbal peningkat sistem imun serta pencegah Covid-19. Selain itu, sebagai obat herbal yang telkah teruji berkhasiat imunostimulan, inovasi ini dapat dikembangkan lagi sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit lain termasuk penyakit kanker maupun berbagai penyakit infeksi lainnya.
Innovator:
Tim Inovasi
Prof. M. Sulaiman Zubair, M.Si.,PhD, Apt,
Dr. Evi Sulastri, M.Si.,Apt,
Ihwan, S.Si, M.Kes.,Apt,
Armini Syamsidi, M.Si, Apt
Institusi
Universitas Tadulako
Alamat
Jl. Soekarno Hatta Km. 9, Tondo, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94148
Status Paten
Dalam Proses Pengajuan
Kesiapan Inovasi
** Siap Dikomersialkan
Kerjasama bisnis
** Luas
Peringkat Inovasi
** Sangat Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada