Kayu Lapis Aman Nan Ramah Lingkungan
Teknologi Sintesis dan Formula Resin Bio-Poliuretan Non-Isosianat Berbasis Tanin Kulit Kayu Mangium Sebagai Perekat Kayu Bebas Formaldehida
Deskripsi Singkat
Industri kayu di Indonesia masih bergantung pada perekat formaldehida dan isosianat yang bersifat toksik, sehingga penggunaannya semakin dibatasi karena dampaknya yang buruk bagi kesehatan maupun lingkungan. Sementara itu, jutaan ton kulit kayu mangium (Acacia mangium) yang mengandung tanin alami terbuang setiap tahun sebagai limbah dari industri kehutanan.
Inovasi ini mengembangkan teknologi sintesis dan formulasi resin bio-poliuretan non-isosianat untuk memanfaatkan tanin mangium sebagai bahan membuat perekat ramah lingkungan, yang lebih aman, lebih efisien, dan berkelanjutan; bila dibandingkan dengan perekat poliuretan konvensional.
Proses sintesis dilakukan melalui reaksi antara prepolimer tanin-glioksal dengan dimetil karbonat dan heksametilentetramina, yang dioptimasi dengan Response Surface Methodology.
Dengan inovasi ini, dihasilkan perekat dengan kadar padatan tinggi, waktu gelatinasi singkat, dan kehilangan massa yang rendah; yang mencerminkan kestabilan termal serta ketahanan air yang baik, sehingga berpotensi dapat menggantikan perekat formaldehida dan isosianat di industri kayu. Hal ini merupakan peluang untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari limbah kulit kayu mangium secara berkelanjutan.
Safe and Environmentally Friendly Plywood
Short Description
The Indonesian wood industry still relies on toxic formaldehyde and isocyanate adhesives, so their use is increasingly restricted due to their negative impacts on health and the environment. Meanwhile, millions of tons of mangium (Acacia mangium) bark, which contains natural tannins, are discarded annually as forestry waste. This innovation develops a non-isocyanate bio-polyurethane resin synthesis and formulation technology to utilize mangium tannins to make environmentally friendly adhesives, which are safer, more efficient, and more sustainable than conventional polyurethane adhesives. The synthesis process involves a reaction between a tannin-glyoxal prepolymer with dimethyl carbonate and hexamethylene-tetramine, optimized using Response Surface Methodology. This innovation produces an adhesive with a high solids content, short gelatinization time, and low mass loss, reflecting good thermal stability and water resistance, potentially replacing formaldehyde and isocyanate adhesives in the wood industry. This is an opportunity to create added economic value from mangium bark waste in a sustainable manner.
Perspektif
Dalam proses alih teknologi seringkali kita terpaksa "menelan" teknologi apa saja yang dikembangkan di negeri pemilik teknologi yang lebih maju, dan alpa menengok sumber daya sendiri yang sebenarnya lebih unggul.
Keunggulan Inovasi:
- Inovasi ini menghilangkan penggunaan senyawa isosianat beracun yang dipakai pada poliuretan konvensional; sehingga proses sintesis menjadi lebih aman, rendah emisi, dan ramah lingkungan dibandingkan sistem poliuretan berbasis isosianat,
- Bahan utama berasal dari tanin kulit kayu mangium, limbah industri kehutanan yang sebagian besar belum dimanfaatkan; sehingga meningkatkan nilai tambahnya, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan petrokimia yang masih diimpor,
- Selain keunggulan teknisnya, inovasi ini juga memiliki prospek pasar yang luas; seiring dengan meningkatnya permintaan global terhadap perekat bebas formaldehida dan isosianat,
- Dengan karakteristik yang aman, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan, inovasi ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok bahan perekat ramah lingkungan, sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi hijau berbasis biomassa,
- Pemanfaatan tanin kulit kayu mangium ini dapat memberikan dampak ekonomi positif melalui peningkatan nilai hasil hutan non-kayu, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan,
Potensi Aplikasi:
Inovasi pengembangan perekat bio-poliuretan berbasis tanin kulit kayu mangium melalui reaksi non-isosianat memiliki potensi aplikasi yang luas di berbagai sektor industri berorientasi keberlanjutan dan pengurangan emisi bahan kimia berbahaya. Perekat bio-poliuretan ini dapat diaplikasikan pada berbagai industri panel kayu seperti: oriented strand board (OSB), plywood, particle board, dan medium density fiberboard (MDF), menggantikan resin berbasis formaldehida dan isosianat, dengan ketahanan air serta kestabilan termal yang setara.
Dalam industri konstruksi berkelanjutan, perekat ini telah memenuhi tuntutan dari green building materials, dengan memenuhi standar LEED dan Ecolabel, sehingga aman sebagai bahan furnitur dan interior rumah tangga karena sifatnya yang non-toksik dan bebas emisi formaldehida. Lebih lanjut, inovasi ini juga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk kimia hijau turunan, seperti resin bio-based, bahan pelapis, dan busa poliuretan ramah lingkungan.
Innovator:
Tim Inovasi
ISI
Institusi
ISI
Alamat
ISI
Status Paten
Belum Didaftarkan
Kesiapan Inovasi
* Prototype
Kerjasama bisnis
* Terbatas
Peringkat Inovasi
* Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada
