• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Kalahkan Kecerdasan Buatan Secara Cerdas

Pengembangan aplikasi pelindung integritas akademik di tengah gempuran artificial intellegence

Deskripsi Singkat


Beberapa tahun lalu, salah satu tantangan terbesar dalam memastikan integritas dalam penulisan akademik, adalah perilaku "copy and paste"  tanpa mencantumkan sumber penulisnya. Namun dewasa ini dengan maraknya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), para penulis akademik dapat menggunakan berbagai aplikasi AI  untuk membantu penulisan karya ilmiah atas nama mereka. Ini menjadi sebuah tantangan serius bagi dunia riset dan penelitian, karena AI tidak menjamin akurasi data, dan sang penulis bisa jadi bukanlah sumber utama penulisan.

Inovasi ini mengembangkan aplikasi untuk mendeteksi originalitas tulisan akademik untuk mendeteksi "kemungkinan" pemakaian AI dalam penulisan. Aplikasi dibangun menggunakan tiga algoritma deteksi, yaitu Pattern-Based yang bersifat heuristik dan struktural untuk mencek kecocokan pola menulis apakah cenderung seperti tulisan asli atau tulisan dibantu AI; algoritma Statistical Analysis yang bersifat probabilistik kuantitatif untuk mencek berapa besar probabilitas peran AI dalam penulisan; dan algoritma Lingusitic Analysis yang bersifat interpretatif untuk mencek apakah pemilihan kata-kata dan gaya bahasa dalam tulisan menjurus pada dugaan adanya bantuan aplikasi AI. 
Dengan hasil dari ketiga algoritma tersebut, reviewer tulisan akan terbantu dalam membuat kesimpulan, dan memberikan keputusan, tentang keaslian tulisan akademik tersebut. 
 

Beat Artificial Intelligence Intelligently

 

Short Description


Some years ago, one of the biggest challenges in ensuring integrity in academic writing was the practice of "copying and pasting" without citing the author's source. However, today, with the widespread use of artificial intelligence (AI), academic writers can use various AI applications to assist in writing academic papers on their behalf. This poses a serious challenge for the world of academic research and studies, as AI does not guarantee data accuracy, while the author may not be the primary source of the writing.

This innovation develops an application to detect the originality of academic writing, in terms of the "possibility" of AI use. The application is built using three detection algorithms: a heuristic and structural pattern-based algorithm to check whether the writing pattern matches the original writing or whether it resembles AI-assisted writing; a quantitative Statistical Analysis algorithm to assess the likelihood of AI involvement in the writing; and an interpretive Linguistic Analysis algorithm to check whether the choice of words and writing style suggest AI assistance. With the results of these algorithms, reviewers will be significantly supported in drawing conclusions about the authenticity of the academic writing.

Perspektif

Di era kecerdasan buatan dewasa ini, dunia akademik perlu mendefinisikan kembali maksud dan arti dari integritas akademik yang relevan dengan perkembangan jaman.   

Keunggulan Inovasi:

  • Review dan evaluasi integritas tulisan akademik dari kemungkinan bantuan AI ini  dilakukan dengan aplikasi yang juga didukung AI,
     
  • Mengunakan tiga algoritma dengan parameter pengukuran dan perspektif yang berbeda, namun saling melengkapi,
           

Potensi Aplikasi:

Inovasi ini dapat menjadi alat bantu bagi para reviewers tulisan akademik, untuk membuat kesimpulan, dan menyepakati keputusan reviewers, tentang keaslian tulisan akademik. 

Ke depan, aplikasi ini dapat dikembangan lagi untuk mengakomodasikan syarat dan tahapan tambahan dalam pengajuan tulisan akademik, sebelum karya akademik tersebut diajukan ke reviewers, bisa dalam bentuk database grant, ataupun database skripsi. 

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi