• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Jantung Selamat, lebih Cepat, Lebih Hemat

Deteksi Dini Serangan Jantung (DeMio: Detection of Myocardial Infarction)

Deskripsi Singkat


Serangan jantung atau Myocardial Infarction (MI) merupakan penyebab utama kematian mendadak yang harus dikenali dalam waktu 80–90 menit sebelum terjadi kerusakan otot jantung permanen. Di Indonesia, deteksi dini MI terhambat oleh keterbatasan dokter spesialis dan akses layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil. Metode konvensional seperti ECG dan Troponin memiliki keterbatasan dalam akurasi dan kecepatan diagnosis.

Inovasi DeMio ini menawarkan pendekatan inovatif berupa deteksi MI berbasis sinyal Phonocardiogram (PCG), dengan mengakuisisi suara jantung selama 30 detik, dan dengan menggunakan stetoskop elektronik, dilanjutkan ekstraksi dan seleksi 61 fitur detak jantung menggunakan berbagai teknik statistik dan kecerdasan buatan (machine learning). Model Random Forest menunjukkan akurasi 96%, sementara Gradient Boosting mencapai 98% di posisi
left upper sternal border (LUSB). Sistem ini non-invasif, portabel, dan murah, menjadikannya solusi diagnosis MI yang inklusif dan aplikatif di wilayah dengan sumber daya terbatas. Sebagai uji ketahanan dan generalisasinya, model deteksi MI yang akan digunakan telah divalidasi dengan melibatkan 132 data gabungan dari warga Indonesia dan Jepang. 

Heart Saver, Faster Yet Affordable

 

Short Description


Heart attack or myocardial infarction (MI), is a leading cause of sudden death and must be recognized within 80–90 minutes before permanent heart muscle damage occurs. In Indonesia, early detection of MI is hampered by limited specialist doctors and access to healthcare. Conventional methods such as ECG and Troponin have limitations in accuracy and speed of diagnosis. This innovation offers an innovative approach to MI detection based on phonocardiogram (PCG) signals. This involves acquiring heart sounds for 30 seconds using an electronic stethoscope, followed by extraction and selection of 61 heartbeat features using various statistical and artificial intelligence techniques. The Random Forest model demonstrated 96% accuracy, while Gradient Boosting achieved 98% accuracy. This system is non-invasive, portable, and affordable; making it an inclusive and applicable MI diagnosis solution in resource-limited areas. To test its robustness and generalizability, the model has been validated using a combined dataset of 132 Indonesian and Japanese citizens.

Perspektif

Jangan pernah lagi kita mendengar komentar sinis, bahwa yang boleh berpenyakit jantung adalah mereka yang kaya dan tinggal di kota.  

Keunggulan Inovasi:

  • Inovasi ini menawarkan solusi diagnosis MI, yang teruji lebih unggul dibandingkan uji ECG dan uji Troponin,
     
  • Uji diagnosis ini bersifat non-invasif, portabel, dan hanya memerlukan stetoskop elektronik serta perangkat lunak DeMio, tanpa sarana laboratorium; sedangkan proses uji deteksi berlangsung kurang dari satu menit, dengan akurasi hingga 98,3%, presisi 95%, dan sensitivitas 95%,
     
  • Biaya operasional rendah menjadikannya ideal untuk fasilitas kesehatan di wilayah terpencil.
     
  • Dirancang untuk tenaga kesehatan umum, sistem ini mudah digunakan dan cocok untuk daerah dengan keterbatasan dokter spesialis,
     
  • Validasi menggunakan data Indonesia dan Jepang menunjukkan hasil yang stabil pada lintas populasi.

Potensi Aplikasi:


Inovasi ini berpotensi diintegrasikan dengan layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine) melalui sistem triase digital, sehingga memungkinkan deteksi dini MI dari daerah terpencil melalui pengiriman data secara daring.

Lebih lanjut inovasi ini juga berpotensi dikembangkan sebagai alat diagnostik pribadi (self-screening) yang portabel, baik wearable maupun handheld device, khususnya bagi para lansia maupun kelompok berisiko MI tinggi.

Selain itu, inovasi ini juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai sistem diagnosis untuk berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya; misalnya untuk pendeteksian stenosis
, fibrilasi atrium, atau murmur jantung lain, dengan menggunakan algoritma lanjutan.


 

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi