Jamu Teruji Difermentasi Semakin Jadi
JAMSI - Jamu Fermentasi untuk Diabet secara Cepat dan Terukur
Deskripsi Singkat
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Indonesia menduduki peringkat ke empat dalam jumlah penderita diabetes, yang diperkirakan akan bertambah sebesar 152% dari 8.426.000 orang pada tahun 2000, menjadi 21.257.000 orang pada tahun 2030.
Beberapa tanaman herbal yaitu Sambiloto (Andrographis paniculata), Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa), dan Mengkudu (Morinda citrifolia) telah teruji berpotensi anti diabetik. Ketiganya diramu dengan madu dan gula merah kemudian difermentasikan dalam air hexagonal. Hasil pengujian pada penderita hiperglikemia dengan tingkat gula darah kapiler rata-rata 243,03
More Efficacious Fermented Proven Herbs
Short Description
The fermented herbs was tested on hyperglycemic patients. The test showed a very promosing result. One hour after drinking the herbs, patients with average capillary blood glucose level of 243.03
Perspektif
Teknologi fermentasi yang di dunia medis modern telah menghasilkan berbagai sediaan obat modern yang mujarab, terbukti juga berpotensi membuat terobosan untuk menghasilkan jamu herbal yang lebih mujarab.
Keunggulan Inovasi:
- Efektif teruji menurunkan hiperglikemia dalam waktu satu jam
- Efek hipoglikemik jangka pendek yang signifikan, dan tidak ditemui efek buruk yang serius
- Amplitudo penurunan hiperglikemia lebih jelas terjadi pada kelompok dengan gula darah awal lebih tinggi
- Efek hipoglikemik jamu tidak dipengaruhi oleh pemakaian obat medis modern
- Bahan-bahan tersedia melimpah di Indonesia.
Potensi Aplikasi:
Jamu fermentasi diformulasikan khusus untuk membantu penderita diabetes, berpotensi ditawarkan untuk penderita diabetes di seluruh dunia.
Innovator:
Tim Inovasi
Institusi
Alamat
Status Paten
Telah Terdaftar
Kesiapan Inovasi
*** Telah Dikomersialkan
Kerjasama bisnis
*** Terbuka
Peringkat Inovasi
*** Paling Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada