• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Ikan dan Nelayan Sama-Sama Suka LED

Lamusa Bahari: Inovasi Teknologi Pencahayaan LED untuk Optimalisasi Perikanan Tangkap Berkelanjutan

Deskripsi Singkat


Nelayan malam hari pada umumnya menggunakan lampu konvensional berbahan bakar minyak tanah, atau lampu sorot berdaya tinggi untuk menarik ikan datang. Biaya bahan bakar seringkali melebihi separuh dari biaya mereka melaut. Ini membuat penghasilan nelayan seringkali tidak sebanding dengan biaya dan jerih payah mereka. Padahal, Indonesia adalah negara maritim dengan potensi laut yang sangat kaya. Diperlukan cara baru agar kekayaan laut ini dapat diterjemahkan menjadi kesejahteraan bagi nelayan. 

Inovasi yang dinamai Lamusa Bahari ini merancang perangkat lampu untuk nelayan malam; 
yang dapat diatur spektrum cahayanya untuk memanfaatkan sifat fototaksis ikan (ketertarikan ikan terhadap cahaya), untuk meningkatkan hasil tangkapan. Lamusa Bahari dirancang dengan dua varian; lampu untuk permukaan (di atas permukaan laut), maupun lampu (celup) bawah laut, sesuai dengan jenis ikan yang menjadi sasaran, serta metode penangkapan ikannya.

Hasil uji inovasi di lapangan membuktikan bahwa berkat intensitas lampu yang lebih besar, serta spektrum cahaya yang sesuai dengan fototaksis ikan yang ditargetkan; hasil tangkapan ikan dapat ditingkatkan hingga 2 sampai 3 kali lipat; sementara biaya operasional nelayan dapat ditekan sampai 60%.

Fish and Fishermen Loves LED

 

Short Description


Night fishermen use conventional kerosene-fueled lamps or high-powered spotlights to attract fish. Fuel costs often exceed half their fishing expenses. This means that fishermen's incomes are often not commensurate with their costs and efforts. Yet, Indonesia is a maritime nation with immense marine potential. New methods are needed to translate this marine wealth into prosperity for fishermen. This innovation, namely Lamusa Bahari, develops a lighting device for night fishermen; its light spectrum can be adjusted to take advantage of fish phototaxis, in order to increase catches. Lamusa Bahari has two variants: a surface lamp (above the sea surface) and an underwater (dip) lamp, depending on the target fish species and fishing method. Field trials of this lighting device have proven that fish catches can be increased by two to three times, while fishermen's operational costs can be reduced by up to 60%.  

Perspektif

Inovasi dapat dikatakan hebat jika dapat menambah nilai pendapatan, dan menurunkan biaya secara sekaligus.    

Keunggulan Inovasi:

  • Selain peningkatan intensitas pencahayaan, Lamusa Bahari secara aktif menarik ikan sesuai perilaku fototaksis setiap jenis ikan, sehingga berhasil meningkatkan hasil tangkapan 2 sampai 3 kali lipat dibanding menggunakan lampu konvensional,
     
  • Penggunaan lampu LED  dapat menekan biaya lampu hingga 40% bila dibandingkan penggunaan lampu konvensional,
     
  • Lamusa Bahari dirancang sebagai perangkat yang ringan dan portabel, tahan terhadap korosi air laut, serta mudah dipasang di perahu nelayan tanpa memerlukan keterampilan khusus,
     
  • Menggunakan lampu LED yang aman, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan bagi awak kapal, disamping biaya perawatannya lebih rendah karena memiliki usia panjang, sehingga mengurangi frekuensi penggantian lampu dan suku cadang lainnya.

Potensi Aplikasi:

Inovasi Lamusa Bahari  telah teruji efektif dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan malam hari, sehingga siap untuk diperluas aplikasinya ke nelayan malam yang diperkirakan berjumlah dua juta nelayan aktif di seluruh Indonesia, yang sebagian besar masih menggunakan teknologi pencahayaan konvensional.  Inovasi ini masih berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk dipakai oleh nelayan dengan jaring purse seine, yang skala operasinya lebih besar, dan biasanya diawaki antara 16 sampai 50 orang per perahu.

 

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Telah Terdaftar

Kesiapan Inovasi

*** Telah Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

*** Terbuka

Peringkat Inovasi

*** Paling Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi