• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Hidup Sehat yang Tetap Lezat

Gurih Rendah Glikemik untuk Gaya Hidup Sehat: Inovasi Sup Krim Kentang Instan Tinggi Protein dan Serat bagi Subjek Prediabetes

Deskripsi Singkat


Prediabetes merupakan masalah kesehatan mendesak di Indonesia, karena apabila tidak dikendalikan, bisa berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 (DMT2) beserta komplikasinya. Salah satu solusinya adalah mengembangkan produk pangan populer, disukai, dan mudah disiapkan, yang dapat mendukung pengendalian glukosa darah. Produk pangan yang ada umumnya berindeks glikemik tinggi, berkarbohidrat tinggi, rendah protein dan serat; sehingga tidak sesuai bagi individu prediabetes.

Inovasi ini menawarkan sup krim instan berprotein dan serat tinggi, sebagai makanan selingan fungsional bagi individu prediabetes; dengan memadukan bahan pangan lokal: kentang, tempe, isolat protein kedelai, dan tepung telur puyuh; dan menghasilkan formula sup berprotein tinggi 20,00 g/100 g (naik 76%), karbohidrat tersedia rendah (turun 39%), berindeks glikemik rendah, dengan beban glikemik sedang, serta teruji disukai responden pada uji hedonik. 

Pada uji klinis terkontrol selama 28 hari atas 27 subjek prediabetes menunjukkan bahwa konsumsi formula sup krim telah memperbaiki sensitivitas insulin melalui penurunan insulin puasa dan HOMA-IR, meski kenaikan kolesterol total dan LDL akibat tepung telur puyuh masih memerlukan optimasi formula lebih lanjut.

Healthy Living Yet Delicious

 

Short Description


Prediabetes is an urgent health issue in Indonesia, if left uncontrolled, it can progress to type-2 diabetes mellitus, and its associated complications. One solution is to develop a popular, easy-to-prepare food product that supports blood glucose control. The available food products generally have a high glycemic index and high carbohydrate content, but low in protein and fiber; making them unsuitable for individuals with prediabetes.

This innovation offers an instant cream soup - serving as a functional snack for individuals with prediabetes - by combining several local ingredients The resulting soup formula features high protein and fiber content, low available carbohydrates, a low glycemic index, and a moderate glycemic load. The soup also received favorable ratings from respondents in a hedonic test. A 28-day controlled clinical trial involving 27 prediabetic subjects, demonstrated that consuming the cream soup formula improved insulin sensitivity - evidenced by reductions in fasting insulin and HOMA-IR - although the rise in total cholesterol and LDL levels attributed to the quail egg powder indicates a need for further formula optimization.

Perspektif

Mengelola masalah prediabetes merupakan tantangan tersendiri, karena penyandangnya tidak merasa dirinya sakit, sehingga tidak mau dilarang untuk menikmati makanan-makanan kesukaan mereka. Menyediakan makanan fungsional yang mereka sukai bisa menjadi solusi.    

Keunggulan Inovasi:

  • Kandungan protein 76% lebih tinggi dibandingkan kontrol (20,00 vs 11,38 g /100 g), jauh di atas sup krim instan yang tersedia di pasar,
     
  • Karbohidrat tersedia lebih rendah 39% (26,26 vs 42,99 g/100g) dibandingkan kontrol, mendukung diet rendah gula bagi individu prediabetes,
     
  • Beban glikemik turun dari kategori tinggi (21,54) ke sedang (13,38); dan berindeks glikemik rendah, sehingga memenuhi standar indeks glikemik rendah internasional,
     
  • Uji hedonik menghasilkan skor overall 7,10 ± 0,99 (kategori suka), lebih unggul dari formula lainnya (4,07 - 6,13); membuktikan bahwa tingginya kandungan protein tidak harus mengorbankan rasa / selera,
     
  • Pada uji klinis (RCT) selama 28 hari dengan 27 subjek prediabetes, menunjukkan terjadi penurunan insulin puasa dan HOMA-IR secara signifikan dibandingkan kontrol,
     
  • Proses produksi yang sederhana, dan sepenuhnya menggunakan bahan baku lokal, sehingga mendukung efisiensi serta kemudahan alih skala produksi baik ke UMKM maupun ke industri pangan.

Potensi Aplikasi:

Selain ditawarkan sebagai pangan fungsional bagi individu prediabetes, inovasi ini dapat dikembangkan untuk pengelolaan masalah metabolik lain seperti:  obesitas, hipertensi, atau lansia pra-sarkopenia; dengan modifikasi rasio protein-serat dari formula yang sama, tanpa mengubah proses produksi inti.

Inovasi ini juga berpotensi diintegrasikan dengan berbagai program skrining kesehatan nasional (misalnya: Posbindu PTM, Puskesmas, JKN preventif), agar dapat lebih luas menjangkau individu prediabetes di Indonesia, yang jumlahnya diperkirakan sekitar 30 juta orang dalam 5 tahun ke depan. Selain itu, inovasi ini berpotensi ditawarkan sebagai "bundling" dengan aplikasi kesehatan digital untuk pemantauan asupan dan gula darah, dengan model bisnis berlangganan (subscription) yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, inovasi ini juga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai variasi produk turunan dengan basis formula yang sama, seperti: snackbar, minuman fungsional, atau bumbu tabur tinggi protein berindeks glikemik rendah. Hal ini dapat memperkuat portofolio inovasi di segmen pangan fungsional yang lebih luas.

 

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi