• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Direct ELISA untuk Deteksi Cepat dan Terjangkau

Pengembangan Kit Deteksi Dini Hipotiroid Autoimun Berbasis Thyroid Peroxidase (TPO) dan Antibodi Berlabel Alkaline Phosphatase Menggunakan Metode Direct ELISA

Deskripsi Singkat


Hipotiroid merupakan gangguan tiroid yang sering terlambat terdiagnosis karena standar pemeriksaan saat ini mendeteksi perubahan hormon yang terjadi setelah kelenjar tiroid mengalami kerusakan. Deteksi ini dilakukan dengan metode ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay), yang sekalipun akurat, namun mahal biayanya, membutuhkan analisis dengan fasilitas laboratorium yang lama waktunya.

Inovasi yang diusulkan adalah pengembangan perangkat deteksi dini hipotiroid autoimun dengan menggunakan metode Direct ELISA yang menargetkan proses autoimun yang menjadi penyebab utama hipotiroid kronis pada orang dewasa (terutama Hashimoto), yang berbeda dengan pendekatan konvensional ELISA yang mendeteksi perubahan hormon. 

Inovasi ini berpotensi dikembangkan menjadi kit diagnostik yang lebih cepat, sederhana, dan dengan harga terjangkau; sehingga nantinya dapat diterapkan di layanan kesehatan primer terlebih di daerah sebagai Point-of-Care Testing (POCT)  tanpa perlu fasilitas laboratorium. Diharapkan dengan inovasi ini, upaya pencegahan dini gangguan tiroid dapat menjangkau masyarakat lebih luas sebelum menjadi penyakit yang parah, dan biaya kesehatan secara nasional dapat ditekan.  
 

Direct ELISA for Faster and More Affordable Detection

 

Short Description


Hypothyroidism is a thyroid disorder that is often diagnosed late because current testing standards detect hormonal changes that occur after the thyroid gland is damaged. This detection is using the ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) method, while accurate, it is expensive and requires lengthy laboratory analysis. The proposed innovation is the development of an early detection device for autoimmune hypothyroidism using the Direct ELISA method, which targets the autoimmune process that is the primary cause of chronic hypothyroidism in adults (especially Hashimoto's), rather than detects hormonal changes. This innovation has the potential to be developed into a faster, simpler, and more affordable diagnostic kit; it can then be implemented in primary healthcare services in rural areas, as Point-of-Care Testing (POCT) without the need for laboratory facilities. It is hoped that this innovation will enable early prevention of thyroid disorders to reach a wider community before they become severe, such that healthcare costs can be reduced nationally.

Perspektif

Lingkaran setan masalah kesehatan di banyak negara berkembang adalah pendeteksian dini penyakit yang mahal, berakibat penyakit lolos dan parah; dan akibatnya biayanya menjadi jauh lebih mahal lagi. 

Keunggulan Inovasi:

  • Dapat mendeteksi perubahan autoantibodi terhadap Thyroid Peroxidase (TPO), yang dapat muncul bertahun-tahun sebelum gejala klinis hipotiroid dan perubahan hormonnya terdeteksi,
     
  • Proses lebih sederhana dan cepat. Penggunaan metode Direct ELISA dengan antibodi berlabel alkaline phosphatase mengurangi tahapan pemeriksaan sehingga waktu analisis lebih singkat dan risiko kesalahan lebih rendah.
     
  • Inovasi ini membuka peluang pengembangan kit diagnostik dalam negeri yang biayanya lebih terjangkau, mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional, serta memperluas jangkauan skrining hipotiroid bagi masyarakat luas,
     
  • Platform dapat dikembangkan lebih lanjut. Teknologi yang dihasilkan berpotensi diadaptasi untuk pendeteksian penyakit autoimun lainnya melalui penyesuaian biomarker targetnya.

Potensi Aplikasi:

Inovasi berbasis biomarker Thyroid Peroxidase (TPO) dan platform Direct ELISA yang dikembangkan ini dapat diperluas menjadi bagian dari program skrining kesehatan rutin bagi kelompok masyarakat berisiko tinggi; seperti wanita usia reproduktif, ibu hamil, serta individu dengan riwayat penyakit autoimun dalam keluarga. Selain itu, platform teknologi yang dihasilkan berpotensi diadaptasi untuk pengembangan kit diagnostik bagi penyakit autoimun lainnya; antara lain Diabetes Melitus tipe 1, Lupus, dan penyakit autoimun endokrin lainnya melalui penyesuaian biomarker targetnya. Teknologi ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem diagnostik digital dan rekam medis elektronik untuk mendukung pemantauan kesehatan berbasis data. Dari aspek bisnisnya, inovasi ini memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk diagnostik dalam negeri yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap kit diagnostik impor.

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi