• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Demi Keturunan yang Unggul

IDENTIFIKASI PROTEIN DALAM PLASMA SEMEN SEBAGAI PENANDA FERTILITAS DAN KUALITAS SEMEN PADA SAPI PEJANTAN UNGGUL

Deskripsi Singkat


Seleksi sapi pejantan di Indonesia kebanyakan masih dilakukan secara konvensional melalui penilaian breeding soundness examination (BSE) Dengan seleksi ini, tidak jarang dihasilkan semen segar namun dengan kualitas yang rendah.

Inovasi ini mengembangkan metoda penilaian fertilitas telah difokuskan melalui identifikasi protein penanda fertilitas yaitu metode proteomics yang merupakan solusi dalam menilai fertilitas pejantan unggul dengan lebih akurat, yang akan melahirnya ternak dengan daya fertilitas tinggi. Dengan metode ini, 
protein yang terekspresikan dari plasma semen sapi dengan motilitas spermatozoa >70% dapat dijadikan sebagai penanda fertilitas pejantan unggul.

Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi/efektifitas pemeliharaan pejantan di Balai Inseminasi Buatan (BIB) dan BIB Daerah (BIBD), untuk menghasilkan ternak dengan daya fertilitas tinggi, untuk mendukung swasembada daging dan susu nasional, termasuk yang terkait dengan pengembangan sumberdaya genetik sapi lokal Indonesia.
 

For the Sake of Superior Offsprings

 

Short Description


The bull selection in Indonesia is still mostly done through the conventional Breeding Soundness Examination (BSE) assessment. This often results in fresh but low-quality semen. This innovation is developing a fertility assessment method focused on identifying fertility marker proteins, namely the proteomics method. With this method, expressed protein from bovine semen plasma with spermatozoa motility >70% can be used as a marker of superior male fertility. This innovation is expected to increase the efficiency/effectiveness at the Artificial Insemination Center (BIB) and its regional centers (BIBD) to produce cattle with high fertility to support national meat and milk self-sufficiency, including the development of Indonesian local cattle genetic resources.

Perspektif

Sapi pejantan yang sehat ternyata tidak menjamin selalu menghasilkan keturunan dengan fertilitas yang baik.    

Keunggulan Inovasi:

  • Teruji sebagai metode yang akurat dalam penilaian fertilitas maupun kualitas semen sapi, sehingga dapat dipakai untuk menyeleksi dan reseleksi sapi pejantan unggul.
  • Meningkatkan efisiensi dalam pemeliharaan pejantan unggul di BIB / BIBD.  
  • Metoda berbasis proteomik ini dapat dipakai untuk melakukan reseleksi pada sapi-sapi jantan yang telah lolos dalam seleksi dengan BSE namun terindikasi menghasilkan kualitas semen yang rendah. 
  • Dapat mendukung program swasembada daging dan susu nasional, termasuk pengembangan sumberdaya genetik sapi lokal Indonesia.
     

Potensi Aplikasi:

Inovasi ini berpotensi diaplikasikan untuk dijadikan sebagai parameter tambahan dalam proses seleksi dan reseleksi sapi pejantan di Indonesia. Lebih lanjut inovasi ini akan mendukung program mempersiapkan pejantan-pejantan unggul, terutama yang berhubungan dengan pengembangan sumberdaya genetik sapi lokal Indonesia.


 

Innovator:

Tim Inovasi

1 Prof. drh. Ni Wayan Kurniani Karja, MP., Ph.D 2 Prof. Dr. R. Iis Arifiantini, M.Si 3 Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si

Institusi

Institut Pertanian Bogor

Alamat

Jln Agatis Kampus IPB Darmaga Bogor, Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi, FKH IPB University

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi