• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Cara Alam Amankan Paru-Paru

Suspensi Ekstrak Getah Kering Gambir (Uncaria gambir) sebagai Kandidat Obat Herbal Terstandar untuk Fibrosis Paru

Deskripsi Singkat


Gambir, Uncaria gambir (Hunter) Roxb. adalah tanaman asli Indonesia yang kaya akan polifenol, terutama flavonoid yang dikenal sebagai katekin, yang berpotensi dikembangkan sebagai kandidat obat herbal untuk pengobatan fibrosis atau jaringan parut paru. Potensi ini didukung oleh aktivitas antioksidan dan anti inflamasi yang mampu melindungi jaringan paru serta menghambat pembentukan jaringan parut.

Inovasi ini mengembangkan suspensi gambir, dibuat dari campuran serbuk ekstrak getah kering gambir dengan larutan CMC (
Carboxymethyl cellulose) 0,5%, yang sejauh ini belum pernah dilaporkan digunakan untuk terapi fibrosis paru; sebagai  alternatif untuk pengobatan fibrosis paru, yang saat ini menggunakan Pirfenidon atau Nintedanib namun efektivitasnya terbatas, efek sampingnya berat, dan harganyapun mahal. Uji awal dengan hewan coba menunjukkan pemberian suspensi gambir dengan dosis 65 mg/kg berat badan menunjukkan efek pencegahan terbaik, sedangkan dosis 262 mg/kg berat badan paling efektif mengurangi fibrosis paru. Hal ini mendukung pengembangan dan pengujian klinik suspensi gambir sebagai Obat Herbal Terstandar (OHT) yang aman dan  terjangkau, dan berbasis kekayaan hayati Indonesia. 
 

Nature's Way to Protect Your Lungs

 

Short Description


Gambir, Uncaria gambir (Hunter) Roxb., is a native Indonesian plant, rich in polyphenols, particularly flavonoids known as catechins, which have the potential to be developed as a herbal medicine candidate for the treatment of pulmonary fibrosis or scarring. This potential is supported by antioxidant and anti-inflammatory activities that can protect lung tissue and inhibit scar formation. This innovation is developing a gambir suspension, made from a mixture of dried gambir sap extract powder and a 0.5% CMC (Carboxymethylcellulose) solution, which has never been reported for pulmonary fibrosis therapy. It serves as an alternative to current pulmonary fibrosis treatments, Pirfenidone or Nintedanib, but which have limited effectiveness, severe side effects, and are expensive. Initial animal tests showed that administering gambir suspension at a dose of 65 mg/kg body weight demonstrated the best preventive effect, while a dose of 262 mg/kg body weight was most effective in reducing pulmonary fibrosis. This supports the development of Gambir suspension as a safe and affordable Standardized Herbal Medicine (OHT) based on Indonesia's biodiversity.

Perspektif

Gambir telah digunakan manusia (Indonesia) untuk kesehatan mulut, gigi, gusi dan tenggorokan dalam tradisi menyirih; namun khasiatnya belum pernah menjangkau sampai  ke kesehatan paru.  

Keunggulan Inovasi:

  • Indonesia adalah penghasil utama getah gambir di dunia (pangsa 80%), sehingga jika inovasi ini sukses, Indonesia akan menguasai pasok bahan baku bagi obat fibrosis paru berbasis gambir. 
     
  • Berpotensi menjadi pelopor pengembangan obat herbal, sebagai alternatif pencegahan dan pengobatan fibrosis / jaringan parut paru; yang berbasis bahan alam Indonesia, dengan harga yang lebih terjangkau, 
     
  • Proses pembuatannya relatif sederhana, cepat, dan berbiaya rendah. Produk yang dihasilkan teruji stabil selama penyimpanan, dan tidak mudah terkontaminasi mikroorganisme,
     
  • Inovasi ini berpotensi meningkatkan nilai ekonomi gambir, dan mendukung pengembangan industri obat herbal berbasis sumber daya alam Indonesia.

Potensi Aplikasi:

Inovasi ini berpotensi terus dikembangkan menjadi OHT untuk fibrosis paru yang  berbasis bahan alam Indonesia, dengan harga terjangkau. Suspensi gambir masih berpotensi luas untuk dikembangkan menjadi obat-obatan lainnya di industri obat herbal, fitofarmaka, dan produk kesehatan berbasis bahan alam; dan lebih lanjut dapat diintegrasikan dengan kegiatan rumah sakit, klinik, industri farmasi, industri herbal, serta program pengembangan kesehatan masyarakat lainnya.

Dari sisi bisnis, pengembangan suspensi gambir membuka peluang pembentukan rantai nilai dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya gambir, produksi bahan baku terstandar, manufaktur produk kesehatan, hingga pemasaran nasional dan internasional; yang pada akhirnya akan meningkatkan permintaan dan nilai jual gambir, memperkuat kesejahteraan petani, mendorong pertumbuhan industri obat herbal nasional, serta meningkatkan daya saing produk kesehatan Indonesia. 

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Telah Terdaftar

Kesiapan Inovasi

*** Telah Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

*** Terbuka

Peringkat Inovasi

*** Paling Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi