Cantik untuk Kulitmu, Baik untuk Bumimu - SIAP
Natural and Healthy Body Scrub Berbasis Residu Garam Rumput Laut Tropika
Deskripsi Singkat
Pada pengolahan rumput laut untuk diambil ekstrak karagenan atau agarnya, kandungan garam (dan mineral lainnya) terpisah sebagai produk sampingan yang bahkan dianggap limbah. Padahal garam rumput laut ini memiliki berbagai kandungan alami yang berharga bagi kesehatan, antara lain karena kaya akan kalium dan magnesium, namun rendah sodium. Selain itu limbah ini juga kaya akan berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat di bidang kosmetika, terutama sebagai antioksidan dan antibakteri.
Inovasi ini mengembangkan produk perawatan tubuh berupa body scrub alami dan sehat berbahan dasar limbah / residu garam rumput laut. Limbah padat berupa residu garam yang selama ini tidak termanfaatkan diformulasikan untuk menghasilkan produk eksfoliasi kulit bernilai ekonomi tinggi; karena mengandung mineral laut alami, polisakarida bioaktif, serta senyawa antioksidan yang secara sinergis bermanfaat bagi kesehatan dan kelembapan kulit. Inovasi ini telah mengembangkan lima formula produk, masing-masing dikombinasikan dengan bahan herbal yang baik secara tradisional digunakan untuk perawatan kulit maupun secara ilmiah karena kandungan fitokimia yang bermanfaat bagi kulit , yaitu: Moringa (Kelor), Coffe (Kopi) , Aloe Vera (lidah Buaya), Turmeric (Kunyit), dan Jicama (bengkuang).
Beauty for Your Skin, Good for Our Planet
Short Description
In seaweed processing to extract carrageenan or agar, the salt (and other minerals) are separated as byproducts and often considered as waste. However, this seaweed salt contains various natural compounds that are valuable for health, including being rich in potassium and magnesium, but low in sodium. Furthermore, this waste is also rich in various bioactive compounds that are beneficial in cosmetics, particularly as antioxidants and antibacterials. This innovation develops a body care product in the form of a natural and healthy body scrub made from seaweed salt waste/residue. The previously unused solid waste in the form of salt residue is formulated to produce skin exfoliation products with high economic value; as it contains natural marine minerals, bioactive polysaccharides, and antioxidant compounds that synergistically benefit skin health and moisture. This innovation has developed five product formulas, each combined with herbal ingredients that are both traditionally used for skin care and scientifically proven for their phytochemical content that is beneficial for the skin, namely: Moringa, Coffee, Aloe Vera, Turmeric, and Jicama.
Perspektif
Semua berkah alam bisa menjadi berharga bahkan sampai ke ampas-ampasnya; kecuali kalau kita memutuskan untuk membuangnya.
Keunggulan Inovasi:
- Penggunaan residu garam rumput laut yang dikombinasikan dengan bahan alami seperti lidah buaya, kunyit, bengkoang, daun kelor, dan kopi dapat menghasilkan bahan eksfoliator alami yang kaya akan kandungan antioksidan.
- Bahan dasar herbal yang bersumber dari hasil samping atau limbah, berpotensi menarik minat pelanggan yang memilih dan berorientasi pada produk alami yang berbasis zero waste.
- Ketersediaan rumput laut yang melimpah dan garam hasil samping / limbahnya, maupun bahan herbal lainnya mudah diperoleh, sehingga mendukung keberlanjutan poduksi, selain harganya juga terjangkau,
- Produk scrub ini memiliki manfaat ganda, selain sebagai produk eksfoliasi dan hidrasi, juga memberikan efek aromaterapi untuk relaksasi,
- Produk scrub yang dijamin bebas dari bahan kimia berbahaya, sehingga aman digunakan secara rutin,
Potensi Aplikasi:
Inovasi produk beauty scrub berbahan dasar garam rumput laut ini memiliki peluang aplikasi yang masih sangat luas di berbagai segmen pasar konsumen.
Produk ini berpotensi dikembangkan untuk masuk ke segmen kosmetik alami premium sebagai produk bermerek, maupun ditawarkan sebagai bahan baku kosmetika bagi yang memerlukan bahan eksfoliator alami bersertifikat dengan sustainability claim yang kuat. Karakter berbahan dasar rumput laut tropis juga sangat sesuai untuk ditawarkan ke pasar spa, wellness, dan pariwisata bahari; dan membuka peluang kerja sama dengan hotel, resort, dan pusat kebugaran papan atas yang mengusung konsep self-care berbasis alam.
Pengembangan produk ini dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM dan komunitas petani rumput laut, melalui penciptaan nilai tambah dari hasil samping yang sebelumnya praktis dibuang sia-sia sebagai limbah. Peluang ekspor juga terbuka lebar mengingat permintaan kosmetik halal terus meningkat di kawasan Asia dan Timur Tengah, dengan mengusung tema bahan alami serta produksi yang selaras dengan gaya hidup halal dan berkelanjutan.
Innovator:
Tim Inovasi
ISI
Institusi
ISI
Alamat
ISI
Status Paten
Telah Terdaftar
Kesiapan Inovasi
*** Telah Dikomersialkan
Kerjasama bisnis
*** Terbuka
Peringkat Inovasi
*** Paling Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada
