Berjamaah Mengolah Sampah Jadi Berkah
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Circular dan Green Economic di DIY Melalui Pengelolaan Sampah Mandiri
Deskripsi Singkat
Sampah adalah masalah serius di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setiap hari DIY membuang sampah rata-rata sebanyak 1.200 ton dengan porsi sisa makanan sekitar 56 %. Pemerintah mendorong untuk dikembangkannya "circular economy" dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah organik sisa makanan, untuk menjadi sebuah circular economy di sektor pangan.
Inovasi ini merancang dan mengembangkan berbagai program dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat; untuk mengolah sampah menjadi produk yang bernilai guna. Pada awalnya di tahun 2017, uji coba dilaksanakan dengan sampel kelompok masyarakat seperti Kelompok Wanita Tani , kelompok rentan, kelompok difabel, serta aparat pemerintah. Sejak tahun 2021 kegiatan diperluas menjadi kegiatan massal, melalui Kelompok Dasawisma (10 kepala keluarga bertetangga) dengan melibatkan mahasiswa KKN sebagai pendamping.
Program ini menghasilkan model Lorong Sayur, yang mengubah lorong / gang menjadi kebun sayur dengan memanfaatkan kompos sampah organik, yaang mendukung ketahanan pangan dan menghemat belanja keluarga, atau mengolah hasil panen kebun sayur menjadi berbagai produk-produk pangan yang meningkatkan kesejahteraan para anggotanya, menuju terciptanya model dari sebuah circular economy. Selanjutnya kegiatan masih dikembangkan lagi dengan model yang lebih terfokus, misalnya program Rumah Maggot untuk mengelola limbah tahu dan sampah organik dengan bantuan Maggot; yang menghasilkan pellet pupuk organik dan Maggot untuk pakan ternak.
Socializing Processing Waste into Blessings
Short Description
Waste is a serious problem in the Special Region of Yogyakarta. Every day, the province produces an average of 1,200 tons of waste, with food waste accounting for approximately 56%. This innovation involves designing and developing various programs involving various community groups to process waste into useful products. Initially, trials were conducted with some sample community groups; and since 2021, the program were expanded to a mass-scale initiative, involving the Dasawisma Group (10 neighboring families) with the involvement of students on Community Service Program as facilitators. This program produces the "Vegetable Alley", which transforms narrow alleys into vegetable gardens by utilizing organic waste compost, to support food security and saves family expenses, or processes the produces into various food products that improve the welfare of its members, towards the creation of a circular economy model. Further activities were then developed with more focused models, such as the Maggot House program to manage tofu waste and organic waste with the help of Maggots to produce organic fertilizer and Maggots for animal feed.
Perspektif
Untuk lebih menggiatkan pemanfaatannya, istilah "sampah" yang berkesan negatif, menjijikkan, dan harus dihindari; sebaiknya diubah menjadi "limbah" yang berarti sisa konsumsi atau sisa proses.
Keunggulan Inovasi:
- Kegiatan ini melibatkan lebih banyak perempuan, yang bisa berperan strategis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,
- Kegiatan ini terbukti telah meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya perempuan, yang awalnya belum mempunyai kegiatan yang bersifat produktif,
- Kegiatan ini tidak hanya mengolah sampah menjadi bahan mentah seperti kompos atau pupuk organik dan maggot; tetapi juga mengolahnya menjadi berbentuk pelet; selanjutnya diaplikasikan ke tanaman budidaya, yang hasilnya diolah menjadi berbagai produk pangan, menuju suatu model circular economy,
- Program teruji berhasil melibatkan warga secara aktif dalam berbagai kegiatan. Ini terbukti dari partisipasi warga yang tinggi, dalam perencanaan, panen, hingga pengolahan hasil panen,
- Program terbukti mampu mengubah persepsi masyarakat, yang semula tidak mau mengelola sampah; menuju pengolahan sampah mereka sendiri secara mandiri dan inklusif.
Potensi Aplikasi:
Inovasi ini telah teruji berhasil diaplikasikan sebagai solusi dalam pengolahan sampah yang mampu menghasilkan pupuk dan pakan pendukung ketahanan pangan skala rumah tangga.
Salah satu aspek terpenting dari inovasi ini adalah keberhasilannya dalam melibatkan dan memberdayakan warga masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, kelompok difabel, kelompok wanita tani, hingga kelompok lansia.
Selain itu kegiatan pengolahan sampah organik yang dilakukan terbukti telah mampu mengubah persepsi masyarakat tentang sampah, dari sesuatu yang semula dihindari, menuju pemanfaatan sampah yng dapat menghasilkan berbagai bentuk nilai tambah demi meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.
Inovasi ini berpotensi untuk dijadikan model untuk mendorong kegiatan masyarakat yang partisipatif dan inklusif, dalam merealisasikan "circular economy" .
Innovator:
Tim Inovasi
ISI
Institusi
ISI
Alamat
ISI
Status Paten
Belum Didaftarkan
Kesiapan Inovasi
* Prototype
Kerjasama bisnis
* Terbatas
Peringkat Inovasi
* Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada
