• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Belajar Secara Virtual, Bidai Hasil Maksimal ......... SIAAAAAP 03 !!

Inovasi Pembelajaran Berbasis Virtual Reality pada Teknik Pembidaian Fraktur Terbuka Gustilo–Anderson Grade IIIB

Deskripsi Singkat


Penanganan patah tulang terbuka parah (Gustilo-Anderson Grade IIIB) membutuhkan pertolongan darurat presisi agar pasien terhindar dari komplikasi / amputasi.  Pelatihan konvensional saat ini dengan manekin kurang memberikan pengalaman nyata, dan tekanan mental untuk menghadapi situasi kegawatan.

Inovasi ini mengembangkan metoda berbasis Virtual Reality (VR) yang mensimulasikan prosedur pembidaian sesuai prinsip
Advanced Trauma Life Support  (ATLS) dalam lingkungan virtual interaktif dan imersif. Dilengkapi Stress-Innoculation Training dan visualisasi cedera yang realistis, calon dokter dapat mengasah ingatan gerak (muscle memory) dan ketahanan mental, tanpa risiko pada pasien nyata (zero-risk training) dan membuang alat habis pakai (zero consumable cost). Uji coba membuktikan efektivitas inovasi dengan skor relevansi kasus 4,70/5,00; interaktivitas 4,69/5,00; dan peningkatan kemahiran membidai 4,49/5,00; lebih efektif dibandingkan pelatihan konvensional maupun VR yang pasif.

Learn Splinting Virtually, Get Maximum Results

 

Short Description


Managing severe open fractures (Gustilo-Anderson Grade IIIB) requires precise emergency care to prevent complications or amputations. The current training method using mannequins often fails to provide a realistic experience or replicate the mental pressure associated with emergency situations. This innovation introduces a Virtual Reality (VR)-based method that simulates splinting procedures in accordance with Advanced Trauma Life Support (ATLS) principles within an interactive, immersive virtual environment. By incorporating Stress-Inoculation Training and realistic injury visualization, trainees can hone their muscle memory and mental resilience - all while ensuring zero risk to actual patients and eliminating the cost of disposables. Trials demonstrated the innovation's effectiveness, yielding scores of 4.70/5.00 for case relevance, 4.69/5.00 for interactivity, and 4.49/5.00 for improvement in splinting proficiency - outperforming both conventional training and passive VR methods.

Perspektif

Teknologi Virtual Reality (VR) membuka peluang bagi pendidikan kedokteran konvensional; untuk dapat secara realitis, bebas risiko dan hemat biaya menggantikan pasien, kadaver, atau manekin.    

Keunggulan Inovasi:

  • Metoda memberikan evaluasi otomatis, menggantikan evaluasi subjektif dari dosen, maupun kuis kognitif VR konvensional; dengan pencatatan durasi, presisi alignment, dan algoritma ATLS secara otomatis,  

  • Prinsip Stress-Inoculation Training dapat mereplikasi krisis vital Gustilo IIIB dan stressor kegawatan, yang tidak diperoleh pada metoda dengan manekin statis maupun VR biasa, 

  • Inovasi memungkinkan pelatihan diulangi tanpa batas, sehingga dapat mengatasi keterbatasan kapasitas pada latihan konvensional; agar dapat meningkatkan kemahiran membidai secara maksimal,

  • Dapat diakses secara mandiri kapan saja, untuk pemerataan tingkat dan standardisasi kemahiran, tanpa terikat jadwal pelatihan,

  • Menyediakan pelatihan yang bebas risiko pada pasien dan meniadakan potensi komplikasi klinis, serta terbebas dari beban biaya alat habis pakai (zero consumable).


Potensi Aplikasi:

Inovasi ini berpotensi diaplikasikan pada pendidikan/pelatihan kwdokteran untuk penanganan patah tulang terbuka parah (Gustilo-Anderson Grade IIIB); yang membutuhkan pertolongan presisi agar pasien terhindar dari komplikasi / amputasi; yang memungkinkan mensimulasikan pengalaman yang realistis, termasuk situasi tekanan mental dalam menghadapi situasi kegawatan.

Inovasi ini juga dapat dikembangkan dan diperluas untuk berbagai pelatihan medis lintas sektor, misalnya pelatihan bagi 
paramedis kedaruratan, tim SAR atau
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun tim medis militer dalam penanganan imobilisasi trauma pra-hospital. Secara teknis inovasi ini juga berpotensi dikembangkan Pengembangan untuk diintegrasikan ke ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE); ataupun dikembangkan bagi berbagai kasus ortopedi lainnya seperti fraktur panggul, dislokasi, dan trauma pada anak. 


Secara komersial, inovasi ini dapat ditawarkan dengan lisensi SaaS ( Software as a Service)  baik bagi Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Pendidikan, dokter spesialis di daerah-daerah, bahkan menjadi potensi ekspor ke pasar ASEAN.


Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi