Bebas Hama dengan Disedot tidak Disemprot - SIAP
Alat Pengendali Hama Penggorok Daun dengan Corong Penyedot berbasis Kecerdasan Artifisial untuk Pertanian Berkelanjutan
Deskripsi Singkat
Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam budidaya sayuran umbi, seperti kentang dan bawang merah, akibat serangan hama penggorok daun. Hama ini telah menyebabkan kerugian bagi petani bahkan sampai gagal panen. Selama ini petani masih harus menggunakan pestisida kimia, sekalipun bisa berisiko bagi kesehatan dan merusak lingkungan.
Inovasi ini mengembangkan alat pengendali hama penggorok daun yang berbasis sensor gerak, didukung dengan kecerdasan buatan (AI) yang bekerja secara otomatis. Ketika hama terdeteksi, sensor akan mengaktifkan sistem penyedot mekanik dan menangkap hama dengan cepat dan tepat sasaran.
Inovasi ini telah teruji lapangan, mudah dioperasikan oleh petani, dan dapat digunakan juga pada berbagai jenis tanaman hortikultura lainnya. Dibandingkan dengan penggunaan pestisida, alat ini dapat menekan populasi hama secara lebih ramah lingkungan. Pengujian awal alat ini menunjukkan efektivitas pengendalian hama lebih dari 65%, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas panen secara signifikan.
Pest Free by Sucking not Spraying
Short Description
Indonesia still faces significant challenges in cultivating root vegetables, such as potatoes and shallots, due to attacks by leafminers. These pests have caused losses for farmers, even leading to crop failure. Currently, farmers still have to use chemical pesticides, despite the potential health risks and environmental damage. This innovation develops a motion-sensor-based leafminer pest control device, supported by artificial intelligence, that works automatically. When a pest is detected, the sensor activates a mechanical suction system and captures the pest quickly and precisely. This innovation has been field-tested successfully, easy for farmers to operate, and can also be used on a variety of other horticultural crops. Initial testing of this device shows a pest control effectiveness of over 65%, thus significantly increasing crop productivity.
Perspektif
Semua petani tentu suka kalau tanamannya semakin sehat, terbebas dari hama, sehingga panennya memuaskan, apalagi bisa terbebas dari pemakaian pestisida dan biayanya.
Keunggulan Inovasi:
- Alat ini telah teruji untuk pengendalian hama tanaman kentang dan bawang merah Liriomyza spp., tanpa menggunakan pestisida kimia,
- Inovasi dari alat ini menggabungkan sensor gerak, lampu atraktan untuk menarik hama datang, dan vakum otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang akan bekerja saat hama mendekat,
- Sistem ini secara otomatis menangkap hama yang mendekat, sehingga lebih tepat sasaran dan lebih hemat energi. Efektivitas pengendalian hama saat ini adalah 65%,
- Tidak menggunakan pestisida sehingga tidak meninggalkan residu kimia, mendukung standar Good Agricultural Practices (GAP), meningkatkan keamanan pangan, dan membuka peluang pasar hortikultura bernilai tinggi,
- Sistem operasi on-demand membuat konsumsi energi yang lebih rendah, bila dibandingkan dengan perangkap elektronik yang bekerja secara terus-menerus,
Potensi Aplikasi:
Alat ini berpotensi dikembangkan aplikasinya untuk menanggulangi masalah hama penggorok daun pada berbagai komoditas hortikultura selain kentang dan bawang merah. Sentra-sentra hortikultura seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Utara yang memiliki lebih dari 300.000 hektare lahan budidaya sayuran berpotensi menjadi penggunanya.
Potensi pengembangan berikutnya dari inovasi ini termasuk penyediaan layanan pemantauan hama berbasis data, dan peluang memproduksi alat ini secara massal melalui kemitraan dengan UMKM di daerah masing-masing.
Innovator:
Tim Inovasi
ISI
Institusi
ISI
Alamat
ISI
Status Paten
Telah Terdaftar
Kesiapan Inovasi
*** Telah Dikomersialkan
Kerjasama bisnis
*** Terbuka
Peringkat Inovasi
*** Paling Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada
