Bangunkan Anti Sakit Hati Kita Sendiri
OPTIMALISASI CLINIMACS PLUS DALAM KARAKTERISASI SEL NK SESUAI STANDAR GMP SEBAGAI METODE TERAPI PADA PASIEN KANKER HATI
Deskripsi Singkat
Kanker hati adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan. Sekalipun badan manusia memiliki sel Natural Killer (NK) yang mempunyai respons imun yang dapat mengenali dan membasmi sel kanker, tanpa memerlukan stimulasi atau spesifisitas antigen. Namun pada kanker hati stadium lanjut, sel NK mengalami penurunan kemampuan efektornya, dan ini mengindikasikan prognosis yang buruk bagi penderita kanker. Pilihan terapi bagi penderita kanker hati saat ini termasuk kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan. Sekalipun beberapa penderita merespons positif terhadap terapi-terapi konvensional di atas; namun hasilnya masih bervariasi, bahkan seringkali berakibat efek samping yang serius.
Inovasi ini mengembangkan terapi untuk kanker hati berbasis imunologi dengan menggunakan sel NK. Terapi sel NK ini merupakan rangkaian proses mengisolasi, karakterisasi, dan pembiakan sel NK dari sel tubuh penderita sendiri; kemudian setelah diproses disuntikkan kembali ke tubuh penderita secara intravena. Terapi sel NK ini telah diuji-cobakan sebagai terapi lini kedua, dan teruji aman serta efektif. Selain itu, potensi efek samping pada jaringan sehat cenderung lebih sedikit, bila dibandingkan dengan terapi konvensional.
Awaken Your Own Liver-Defense
Short Description
Liver cancer is one of the most common types of cancer. Even though the human body has Natural Killer (NK) cells that have that can recognize and eradicate cancer cells, without requiring stimulation or antigen specificity, however, in advanced liver cancer cases, NK cells suffer a decrease in their effector capacity, and this becomes a poor prognosis for the cancer patients. Current therapy options for liver cancer patients include chemotherapy, radiotherapy and surgery. Even if some patients respond positively to the above conventional therapies; however, its results still vary, and often result in serious side effects. This innovation develops immunology-based therapy for liver cancer using NK cells. This NK cell therapy is a series of processes of isolating, characterizing and culturing NK cells from the patient's own body cells; then after processing, it is intravenously injected back to the patient. This NK cell therapy has been tested as a second-line therapy, and has been proven safe and effective. In addition, the potential for side effects on healthy tissue tends to be much less when compared with conventional therapies.
Perspektif
Terapi penyakit kanker berbasis imunologi, khususnya menggunakan sel NK, di masa depan diperkirakan akan menggantikan terapi konvensional saat ini, yang mengakibatkan berbagai penderitaan.
Keunggulan Inovasi:
- Berbagai literatur dunia mengindikasikan bahwa terapi kanker berbasis sel NK berpotensi terapeutik dan komersialisasi yang besar di masa depan,
- Terapi berbasis sel NK berpotensi menjadi terapi alternatif bagi penderita kanker hati stadium lanjut yang refrakter terhadap pengobatan standar,
- Terapi berbasis sel NK memberikan harapan perbaikan kualitas hidup penderita pasien kanker hati,
- Terapi berbasis sel NK meningkatkan kemampuan tubuh penderita mengenali sel kanker secara lebih spesifik, sehingga potensi kerusakan pada jaringan yang sehat menjadi lebih rendah jika dibandingkan dengan terapi konvensional.
Potensi Aplikasi:
Dengan meningkatnya minat dan permintaan kalangan medis terhadap penggunaan sel NK, terapi berbasis sel NK ini berpotensi menjadi pilihan alternatif oleh praktisi medis, lembaga riset kesehatan, dan perusahaan farmasi, sehingga di masa depan akan memiliki nilai komersial yang tinggi.
Terapi berbasis sel NK ini sejalan dengan tren menuju pengobatan presisi, yang saat ini terus mengembangkan tatalaksana terapi yang lebih personal dan efektif bagi setiap pasien.
Kemampuan Indonesia berinovasi dalam terapi berbasis sel NK, akan dapat menawarkan kepada para penderita penyakit (khususnya penyakit kanker dan autoimun) yang saat ini mencari pengobatan di luar negeri, yang selain mahal, merepotkan bagi penderita, juga menguras devisa negara; nantinya dapat memperoleh layanan di dalam negeri.
Innovator:
Tim Inovasi
Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM,
dr. Ardhi Rahman Ahani, Sp.PD,
dr. Radiana Dhewayani Antarianto, M.Biomed., Ph.D.,
dr. Isabella Kurnia Liem, M.Biomed, PhD, PA,
Iqbal Fasha, M. Biomed,
dr. Chyntia Olivia Maurine Jasirwan, PhD, SpPD, K-GEH, MARS FINASIM
Institusi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Alamat
Jl. Salemba Raya No. 4, Jakarta Pusat 10430
Status Paten
Belum Didaftarkan
Kesiapan Inovasi
* Prototype
Kerjasama bisnis
* Terbatas
Peringkat Inovasi
* Prospektif
File
Tidak ada
Video
Tidak ada