• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Ada Budi ada Balas, Ada Mie dari Talas

Mi Taroben: Inovasi Mi Non-Gluten Rendah Indeks Glikemik dari Talas Beneng

Deskripsi Singkat


Indonesia memiliki potensi besar memanfaatkan sumber bahan pangan lokal, dan salah satunya adalah talas beneng (Xanthosoma undipes, K. Koch), umbi khas Pandeglang yang kaya pati resisten, serat pangan, dan senyawa bioaktif; yang sejauh ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Inovasi ini mengembangkan Mi-Taroben, produk pangan fungsional non-gluten rendah indeks glikemik; yang memadukan tepung talas beneng termodifikasi, mocaf, dan isolat protein kedelai; dan menghasilkan mie sehat dan lezat, khususnya untuk pengelolaan kadar 
glukosa darah, serta gaya hidup sehat secara umum.

Sebagai mi non-gluten rendah indeks glikemik, Mi-Taroben memiliki spesifikasi teknis  fungsional maupun karakter sensori yang superior bila dibandingkan dengan produk sejenis di pasar; seperti Mi Jagung, Mi Caulerpa (rumput laut), maupun Mi Sehat komersial Lemonilo. Berdasarkan uji organoleptik berbasis konsumen (n=30), formula optimal F2 Mi-Taroben memperoleh skor kesukaan (untuk atribut rasa, aroma, tekstur, dan keseluruhan) sebesar 7,47 ± 0,82, lebih tinggi signifikan bila dibandingkan dengan mi kontrol, sebesar 6,62 ± 1,36.
 

Reciprocal Kindness from Taro Noodle

 

Short Description


Indonesia has significant potential to utilize local food sources, including the Taro Beneng (Xanthosoma undipes, K. Koch), a tuber native to Pandeglang, rich in resistant starch, dietary fiber, and bioactive compounds. This innovation develops Mi-Taroben, a low-glycemic index, non-gluten functional food product. It combines modified Beneng taro flour, modified cassava flour, and soy protein isolate, resulting in healthy and delicious noodles, for managing blood glucose and a healthy lifestyle in general.

As a low-glycemic non-gluten noodle, Mi-Taroben has superior technical, functional, as-well-as sensory characteristics compared to similar products on the market, such as Corn Noodles, Caulerpa Noodles, and Lemonilo's commercial Healthy Noodles. Based on consumer-based organoleptic testing, the F2 Mi-Taroben formula obtained a preference score for taste, aroma, texture, and overall attributes of 7.47 ± 0.82, significantly superior than the control noodles, which were scored at 6.62 ± 1.36.

Perspektif

Sekalipun rasanya tergolong enak; umbi talas atau taro selama ini dianggap sebagai makanan masyarakat kelas bawah. Inovasi berpotensi mengangkatnya sebagai makanan sehat papan atas. 

Keunggulan Inovasi:

  • Menghasilkan mi instan non-gluten rendah indeks glikemik yang memiliki spesifikasi fungsional dan karakter sensori yang superior dibanding produk sejenis di pasaran, maupun berbagai produk mi fungsional inovatif yang dikembangkan terdahulu,
     
  • Uji organoleptik berbasis uji konsumen menghasilkan skor kesukaan secara keseluruhan pada produk yang superior bila dibanding rata-rata skor yang diperoleh produk mi kontrol,
     
  • Berpotensi diposisikan sebagai produk mi fungsional berbasis sumber bahan pangan lokal yang tersedia melimpah; sehingga produk dapat ditawarkan secara kompetitif, yaitu sekitar Rp8.000 / per porsi,
     
  • Inovasi ini berpotensi mendukung pemberdayaan petani taro lokal; sehingga pada gilirannya dapat mendukung pengembangan ekonomi daerah.

Potensi Aplikasi:

Mi Taroben memiliki potensi aplikasi luas di berbagai sektor. Selain sebagai mi sehat, produk ini dapat dikembangkan menjadi turunan seperti mi goreng sehat, mi siap saji kering, snack tinggi serat, hingga meal-replacement untuk diet khusus. Selain itu produk ini juga dapat diintegrasikan ke program kesehatan nasional seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau intervensi gizi seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berbasis sumber bahan pangan lokal.  Bagi sektor layanan catering dan hospitality, produk ini dapat digunakan sebagai pilihan menu diet di rumah sakit, hotel, maupun maskapai penerbangan.

Pasar produk pangan gluten-free secara global yang terus meningkat, dan diproyeksikan akan mencapai US$ 15 miliar pada 2026. Sedangkan kasus diabetes secara global diperkirakan akan mencapai 643 juta jiwa pada 2030, yang pasti akan memicu kebutuhan akan produk pangan dengan indeks glikemik rendah.  Hal ini akan membuka peluang bagi Mi-Taroben untuk masuk ke pasar ekspor di Asia, Eropa, maupun Amerika.


 

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi