• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

(DONE-BATCH5-DRAFT-02) Amankan Tiroid Cegah Koid

APTAMER TIROGLOBULIN: PENDEKATAN BARU UNTUK DETEKSI GANGGUAN TIROID

Deskripsi Singkat


Keberadaan tiroglobulin sebagai komponen utama dalam folikel tiroid yang masuk sirkulasi darah ditengarai sebagai salah satu penanda terjadinya gangguan tiroid. Deteksi keberadaan tiroglobulin membutuhkan platform uji yang memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi. Saat ini pendeteksian tiroglobulin saat ini masih bersandar pada uji berbasis Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) yang membutuhkan tenaga terlatih, peralatan khusus, serta biaya yang relatif tinggi; sehingga belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Inovasi ini mengembangkan Aptamer, single stranded oligonucleotide yang membentuk struktur 3 dimensi, diketahui dapat berikatan dengan kuat dengan target, seperti ikatan antigen-antibodi, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai penanda keberadaan tiroglobulin di dalam darah. Pengembangan penggunaan aptamer dalam rapid test berbasis lateral flow immunoassay memungkinkan proses pengujian tiroglobulin dengan lebih sederhana, namun tetap menunjukkan sensitivitas dan spesifitas yang baik. Dalam inovasi ini penggunaan Aptamer untuk mendeteksi tiroglobulin, dilakukan melalui sintesis Aptamer secara in vitro melalui tahapan yang dikenal dengan Systematic Evolution by Exponential Enrichment (SELEX), dan dilanjutkan dengan penentuan cut-off point tiroglobulin pada subjek penderita hipotiroid dibandingkan dengan yang normal.

Prevent Deadly Thyroid Disorders

 

Short Description


The presence of thyroglobulin as the main component in thyroid follicles that enter the blood circulation is suspected to be a marker of thyroid disorders. Detection of the presence of thyroglobulin requires a test platform that has high sensitivity and specificity. Currently, thyroglobulin detection still relies on Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) based tests which require trained personnel, special equipment and relatively high costs; so it is affordable to be used by the wider community. This innovation develops Aptamer, a single stranded oligonucleotide that forms a 3-dimensional structure, which is known to bind strongly to targets, such as antigen-antibody bonds, so it has the potential to be used as a marker for the presence of thyroglobulin in the blood.  In this innovation, the use of Aptamer to detect thyroglobulin is carried out through in-vitro Aptamer synthesis bu following stages known as Systematic Evolution by Exponential Enrichment (SELEX), and then followed by determining the cut-off point for thyroglobulin, in subjects with hypothyroidism as against the normal people.

Perspektif

Ketersediaan sarana pendeteksian masalah kesehatan secara dini dan terjangkau, adalah peluang emas menciptakan masyarakat yang sehat, sekaligus mengurangi beban program jaminan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang kurang mampu. 

 

Keunggulan Inovasi:

  • Ukuran Aptamer antara 50 -100 bp ≈ 8-25 kDa sangat signifikan dibanding antibodi yang pada umumnya memiliki berat molekul berkisar 150 kDa, sehingga dapat berpenetrasi dengan mudah ke sel / jaringan,
  • Aptamer mudah dimodifikasi karena strukturnya yang sederhana dibanding struktur molekul protein, dan dapat memiliki struktur 3 dimensi melalui proses self-annealing dan selective affinity dalam proses SELEX
  • Sintesis dapat dilakukan secara in-vitro sehingga stabilitas produksinya dapat terkontrol dibanding penyiapan antibodi secara in-vivo, 
  • Penelitian telah menghasilkan cut-off point dalam pengujian hipotiroid berbasis Aptamer, sehingga Aptamer diharapkan dapat segera ditetapkan sebagai acuan dalam pendeteksian kondisi hipotiroid. 

Potensi Aplikasi:

Penggunaan aptamer dalam inovasi ini berpotensi digunakan sebagai komponen dalam uji berbasis lateral flow immunoassay untuk mendeteksi tiroglobulin dalam darah; dan dapat dikembangkan menjadi produk rapid test, sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan untuk pengujian pada fasilitas kesehatan ditingkat primer di seluruh Indonesia, karena tidak membutuhkan penggunaan alat laboratorium yang kompleks serta tenaga kerja khusus. Inovasi ini diharapkan akan dapat menjadi pendukung diagnosis dalam penentuan fungsi tiroid yang menyebabkan gangguan produksi hormon serta gangguan metabolisme tubuh lainnya. Karena berbentuk rapid test,  inovasi ini berpotensi  dapat disediakan secara luas dengan biaya / harga yang terjangkau, demi mendukung terwujudnya Indonesia sehat.

Innovator:

Tim Inovasi

Prof. Dr. Aulanni'am, drh, DES, Dr. Dyah Kinasih Wuragil, S.Si., MP., M.Sc, Dr. Agung Pramana Warih Marhendra, M.Si, Prof. Dr.dr. Achmad Rudijanto, Sp.PD-KEMD, Prof. Agustina Tri Endharti, S.Si., Ph.D, dr. Rulli Rosandi, Sp.PD-KEMD, dr. Andreas Budi Wijaya, M.Biomed, Sp.A

Institusi

Universitas Brawijaya

Alamat

Jl. Veteran, Ketawanggede, Lowokwaru, Malang, Jawa Timur 65145

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi