• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Menyambut "The Game Changer" Inovasi Indonesia



Dalam laporan interimnya, Organization for Economic Co-operation and Development (OECD); mewacanakan bahwa revolusi teknologi ke depan merupakan kombinasi dari tiga arus utama teknologi dan inovasi: (a) teknologi digital (seperti: 3D-Printing, Internet of Things/IoT, robot canggih), (b) teknologi material baru, baik yang berbasis "bio" maupun "nano", serta (c) inovasi proses-proses dan model bisnis, seperti produksi berbasis data / data-driven production, kecerdasan buatan (AI), serta biologi sintetis. Ketiganya, jika kita kuasai, akan merevolusikan inovasi untuk dapat menghasilkan lompatan-lompatan produktivitas, menghasilkan kompetensi-kompetensi baru, pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, maupun solusi-solusi bagi kelestarian lingkungan.
 
Ancaman Covid-19 yang terjadi sejak akhir tahun 2019, selain menyebabkan musibah secara global termasuk bagi Indonesia. Namun demikian, situasi keterpaksaan akibat berbagai krisis dan hambatan, kita sadari ataupun tidak, justru telah mengakselerasikan berbagai inovasi berbasis teknologi khususnya teknologi digital, yang populer dikenal dengan istilah "online".  Sekalipun di sisi lain, inovasi ini juga telah menghancurkan banyak kegiatan ekonomi dan sosial khususnya yang bersifat "offline". Hal ini dibarengi pula dengan mencuatnya berbagai inovasi dalam model dan kolaborasi bisnis yang menampilkan para "Unicorns" Indonesia yang sungguh membanggakan, dan juga membesarkan hati; di tengah situasi pandemi. Namun, mereka umumnya adalah inovasi berbasis aplikasi teknologi digital pada berbagai model bisnis, untuk mengatasi masalah dan hambatan transaksi, komunikasi dan interaksi di masyarakat akibat pandemi Covid-19.  

Padahal, saat kita membahas soal kebijakan riset dan inovasi nasional; umumnya kita membayangkan upaya mendorong penciptaan "nilai tambah" atas kekayaan sumber daya Indonesia - khususnya sumber daya alam - baik untuk menghasilkan produk yang bermutu, mengurangi ketergantungan kita pada produk impor, bahkan menghasilkan produk ekspor yang berdaya saing; yang pada gilirannya akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.  Sejalan dengan itu, investasi dan anggaran pemerintah di Litbang Kementerian maupun Non-Kementerian (sekarang di bawah koordinasi BRIN) di berbagai sektor keilmuan dan teknologi, juga terfokus pada asumsi ini; yang relatif sedikit terkait ke teknologi digital.   

Oleh karena itu, kehadiran PT Nanotech Indonesia Global Tbk., yang segera "melantai" di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah menutup penawaran saham perdananya pada 8 Maret 2022 mendatang, bisa menandai datangnya era baru bagi inovasi di Indonesia. Kita berharap dengan keberhasilan PT Nanotech Indonesia Global Tbk. melantai di BEI nanti, kita akan merayakan datangnya "The Game Changer" bagi prakarsa inovasi di Indonesia; yang akan menjadi lokomotif penghela untuk menghilirkan banyak sekali rangkaian gerbong inovasi berbasis kekayaan Indonesia, yang sebenarnya telah menanti sejak lama.  

Salam inovasi Indonesia! 


(KS/050322)           
 


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

115 INOVASI INDONESIA – 2023 TERPILIH !

Penjurian "115 Inovasi Indonesia-2022" yang berlangsung pada bulan Januari 2024 lalu

OLEH-OLEH INOVASI TANPA DISRUPSI DARI BANGKOK

Pengarang buku strategi inovasi # 1 sejagat “Blue Ocean Strategy”, Chan Kim & Renee

OBITUARI - PAULUS TJAKRAWAN - Sang Inovator Energi Terbarukan

Duka mendalam bagi BIC dan tentunya bagi banyak inovator Indonesia, saat mendengar berita berpulangn

Program Certified Innovation Professional (CIP) dan Certified Innovation Manager (CIM) – 2024

Workshop Online CIP / CIM untuk tahun 2024 akan segera digelar lagi, dan angkatan pertama akan dimul

SETELAH INOVASI KITA MEROKET DI GII

Di tengah-tengah merebaknya Pandemi Covid-19 lebih dari tiga tahun lalu, BIC memuat tulisan tentang