INDONESIA INNOVATOR AWARD (IIA) – 2026
Semangat membangun teknologi dari tangan dan pikiran anak bangsa kembali kembali digaungkan saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HAKTEKNAS) ke-31, pada tanggal 10 Agustus 2026, yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Acara Hakteknas tahun ini diisi dengan penganugerahan Indonesia Innovator Award (IIA) - 2026, yang pada tahun ini menetapkan "tokoh" inovator Indonesia dari sektor energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE); sebagai bentuk apresiasi bagi inovator Indonesia dengan prestasi luar-biasa; sekaligus mempertemukan seluruh pemangku kepentingan bagi riset dan inovasi yang berdampak strategis bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Penghargaan tahun ini diberikan kepada Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Purwanto, S.T., M.T. dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) sebagai pemenang Indonesia Innovator Award (IIA) - 2026. Pada saat menceritakan perjuangannya dalam ikut mendorong hilirisasi riset dan pengembangan baterai kendaraan listrik dan powerwall untuk rumah tangga memanfaatkan bahan baku lokal; Prof. Agus berulang-ulang menekankan pentingnya menyadari bahwa suatu inovasi memerlukan proses yang panjang dan tidak selalu mulus, untuk dapat membawa hasil riset keluar dari laboratorium dan mendekatkannya pada kebutuhan masyarakat serta industri.
Oleh karena itu membangun “ekosistem inovasi” adalah kata kuncinya, dimana Prof. Agus ikut berperan aktif dalam membangun ekosistem inovasinya. Selain bergiat di laboratoriumnya, dia juga “berkelindan” dengan berbagai pihak dalam ekosistem inovasi, termasuk dengan BRIN, dengan LPDP dan sponsor pendanaan penelitian lainnya. Bahkan Prof. Agus juga berperan langsung dalam pendirian sejumlah usaha startup berbasis teknologi, di antaranya PT Batex Energi Mandiri dan PT Polimikro Berdikari Nusantara. Semoga Prof. Agus bisa menjadi teladan bagi para ilmuwan peneliti lainnya dalam berinovasi; yaitu secara pro-aktif dan terbukti sukses membangun ekosistem inovasinya sendiri; walaupun sering diwacanakan bahwa membangun ekosistem inovasi adalah tanggung jawab pembuat kebijakan (pemerintah). BRIN memperkuat pesan soal pentingnya membangun ekosistem inovasi, dengan menampilkan Dr. Eng. Ir. Aditya Farhan Arif, pimpinan dari Indonesia Battery Corporation (IBC) sebagai pemapar Indonesia Innovator Lecture 2026 dari perspektif dunia bisnis di acara IIA-2026 ini.
Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, pada sambutannya menyoroti bahwa penganugerahan Indonesia Innovator Award merupakan instrumen strategis negara untuk menumbuhkan budaya apresiasi di kalangan ilmuwan. Ia menegaskan bahwa pembentukan ekosistem riset yang sehat harus dibarengi dengan penghargaan yang layak bagi para pelakunya, sehingga memicu efek domino bagi lahirnya inovasi-inovasi baru. Sebagai sambutan penutup, Direktur Utama LPDP Yon Arsal juga menyampaikan komitmen LPDP untuk terus mendukung BRIN melalui Program Riset Kebijakan Pembangunan Merah Putih yang dinamai PRIMA; dengan menyediakan pendanaan awal bagi upaya hilirisasi inovasi sebesar Rp. 100 Miliar, demi menjaga momentum terus dilahirkannya berbagai inovasi terobosan di masa depan.
Salam inovasi!
(ks/110826)
