• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Kolaborasi Kapang & Khamir

PENINGKATAN PRODUKSI BIOETANOL LANGSUNG DARI BAGAS SORGUM MANIS MELALUI REKAYASA SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SIMULTAN MENGGUNAKAN KAPANG DAN KHAMIR

Deskripsi Singkat


Inovasi ini mengembangkan proses produksi bioetanol menggunakan ko-kultur antara kapang Trichoderma reesei dan khamir Saccharomyces cerevisiae, melalui rekayasa bioproses sakarifikasi dan fermentasi secara simultan (SSF); untuk meningkatkan rendemen bioetanol.

Inovasi meliputi rekayasa bioproses dengan menumbuhkan kapang dan khamir secara simultan pada substrat  limbah bagas sorgum manis. Kapang tumbuh dan menghidrolisis selulosa pada limbah bagas sorgum manis menjadi gula, sedangkan khamir tumbuh dan mengkonversi substrat gula yang terbentuk menjadi bioetanol langsung dalam satu bioreaktor. Inovasi ini juga dapat diterapkan pada bahan ber-lignoselululosa lain yang tersedia di alam dalam jumlah berlimpah dan berharga murah.

Mould & Yeast Collaboration

 

Short Description


This innovation develops bioethanol production processes by using co-culture between Trichoderma reesei mold and Saccharomyces cerevisiae yeast, through a simultaneous bioprocess engineering of saccharification and fermentation (SSF); to increase the yield of bioethanol. This is done by growing mold and yeast simultaneously on a sweet sorghum bagasse waste substrate. The mold grows and hydrolyzes the cellulose in the bagasse waste of sweet sorghum into sugar, while the yeast grows and converts the sugar substrate formed into bioethanol directly in the same bioreactor. This process can also be applied to other lignocellulosic materials that are available in nature in abundance and at low prices.

Perspektif

Dalam industri manufaktur, menjalankan mesin secara paralel untuk mempercepat produksi sudah cukup jamak dilakukan; namun melakukannya melalui memanipulasi kehidupan mikroba pengolahnya masih tergolong hal yang baru. 

Keunggulan Inovasi:

  • Memanfaatkan limbah lignoselulosa hasil pertanian merupakan bahan baku yang berlimpah dan murah.
  • Penggunaan bahan baku yang tidak berkompetisi dengan kebutuhan makanan dan energi.
  • Inovasi teknologi sakarifikasi fermentasi simultan dalam satu bioreaktor secara signifikan mengurangi waktu produksi bioetanol, menghemat sumber daya produksi dan pada gilirannya meningkatkan efisiensi dan produktivitas.  
  • Rekayasa terhadap metabolism kapang dan khamir pada proses sakarifikasi dan fermentasi simultan menghasilkan rendemen (yield) yang lebih tinggi.

Potensi Aplikasi:

Inovasi ini diharapkan mendorong pengembangan bioetanol sebagai energi alternatif, yang tidak berkompetisi dengan kebutuhan pangan, yaitu limbah bagas sorgum manis. Lebih lanjut inovasi ini dapat diterapkan untuk berbagai limbah pertanian berlignoselululosa lainnya, yang tersedia dalam jumlah berlimpah dan belum dimanfaatkan.

Innovator:

Tim Inovasi

ISI

Institusi

ISI

Alamat

ISI

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi