• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Menggerakkan Indonesia Food Innovation Center (IFIC)



Setelah melalui proses yang panjang sejak digagasnya 3 tahun yang lalu, dan dilanjutkan dengan pembentukan badan hukum IFIC dua tahun lalu, dan peluncurannya secara resmi pada tahun 2018 lalu, pada tahun 2019 ini IFIC akan mulai menggerakkan kegiatannya secara nyata. 

Hal ini ditandai dengan acara pada 25 Juni 2019 yang lalu, dimana salah seorang penggagas IFIC, Pak Archie Slamet, memutuskan untuk melepaskan jabatannya sebagai Executive Director CSIRO Indonesia, lembaga riset dan inovasi nasional pemerintah Australia, untuk mulai menakhodai IFIC.

Dalam sambutan perpisahan untuk Pak Archie Slamet, dimana Kedutaan Besar Australia menjadi tuan rumah, Wakil Dutabesar Australia Allaster Cox menyampaikan apresiasi yang tinggi pada pak Archie Slamet, yang telah dengan dedikasi penuh selama 5 tahun, merintis berbagai kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan bisnis di  Indonesia dengan CSIRO Australia, dalam pengembangan IPTEK dan Inovasi. Mr. Cox juga menyampaikan optimisme dan komitmen dukungan pemerintah Australia bagi IFIC, yang dinilai sebagai prakarsa “win-win” untuk membangun rantai nilai yang sehat dan berkembang bagi pasar komoditas pangan Australia, yang menunjang industri bernilai tambah tinggi di Indonesia, untuk memenuhi pasar ekspor di Asia dan dunia.

IFIC adalah prakarsa bersama antara Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), CSIRO-Indonesia, dan Business Innovation Center (BIC).

(KS/260619)   


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

Satu Bangsa - Satu Bahasa - Inovasi Indonesia

Setelah berpartisipasi dalam Program Certified Innovation Professional (CIP) yang diselenggarakan ol

THE CHALLENGERS “113 INOVASI INDONESIA-2021” UPDATES !

Evolusi proses pemilihan tahunan “100+ Inovasi Indonesia” dari ajang kompetisi, promosi

Program Certified Innovation Professional (CIP) – Angkatan II

Setelah sukses dalam melaksanakan lokakarya online perdana, yang diikuti sekitar 20 peserta dari lim

Undangan dan Tantangan Inovasi Sosial dari Octava

Sekitar 25,7 % atau 650 juta orang di Asia Tenggara berada dalam usia sekolah. Namun akses ke pendid

Certified Innovation Professionals untuk Inovasi Indonesia

Setelah melalui Lokakarya online (e-Workshop) berturut-turut selama 7 @ 3 jam workshop selama 4 ming