Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

PanganEnergiTransportTIKHanKamSehat ObatMaterial MajuLainnya

BIC Untuk "Indonesia Bisa!"

Kusmayanto Kadiman-Menteri Negara Riset dan Teknologi RI (2004-2009)

Banyak faktor yang menyebabkan Iptek nasional belum memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Bukan hanya bila dilakukan perbandingan terhadap negara maju bahkan new emerging industralizing countries (AS dan Kelompok Negara Barat serta Korea Selatan, Cina, India, Brazil, bahkan Malaysia, tetangga kita). Mereka telah memposisikan iptek menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi. Sektor Iptek nasional belum bisa terhitung sebagai topik yang wajib dibahas dalam berbagai diskusi tentang perkembangan ekonomi negara tercinta.

 

Jalan pintas dengan orientasi jangka ‘super pendek’ guna mencari keuntungan finansial masih memerangkap sikap sebagian besar anggota sektor produksi. Hal ini menyebabkan Iptek dilihat dengan kacamata penuh kecurigaan, terutama dianggap sebagai pemberat anggaran dan bukan penggembung pundi hasil pembangunan.

Salah satu faktor yang telah banyak diidentifikasi oleh para analis adalah ketidakharmonisan cara pandang dan ‘perilaku relasional’ antara kelompok pelaku industri/distribusi (Bisnis, B) serta pelaku Litbang Nasional (Akademik, A). Pemerintah (Government, G) pun jelas tidak lepas dari kewajiban bertanggungjawab. Kebijakan pemerintah yang dilansir selama ini belum mengusung semangat agar relasi keduanya bisa berjalan dengan lebih mulus. ABG di Indonesia perlu mengalami transformasi pola pikir agar bisa saling bersinergi dengan lebih mulus, persis seperti pada pola yang terjadi dalam berbagai negara yang disebutkan di atas.

Kehadiran Business Innovation Center (BIC) tentu merupakan angin segar dalam upaya sinkronisasi ketiga elemen ABG. Inisiatif pembentukan BIC dengan misi membentuk jembatan bagi unsur A dengan unsur B, B dengan G, dan A dengan G.

Dengan inovasi sebagai kata kunci BIC telah memulai langkah dengan tepat. Bukan hanya inovasi pada peciptaan produk utuh dan proses, melainkan inovasi menjadikan manusia Indonesia mau dan mampu melihat, menangkap, dan memberikan nilai tambah pada kekayaan Indonesia yang terkenal sebagai zamrud khatulistiwa ini.

Paradoks kekayaan alam yang melimpah namun kemakmuran rakyat lemah, terlalu lama hidup di Indonesia. ABG adalah senjata yang perlu diajukan untuk menghapuskan paradoks tersebut dari bumi pertiwi.

Saya memberikan acungan jempol dan tentu mendukung sepenuhnya pemikiran dan upaya strategis dan taktis BIC. Sepenuh hati, saya berikhtiar untuk turut mendorong semangat BIC menjadikan iptek memiliki posisi sepatutnya dalam tata kelola seluruh lapisan dan golongan yang ada di Indonesia. BIC adalah bagian lembaran baru transformasi ekonomi Indonesia yang tidak hanya menjamin ketersediaan lapangan kerja baru dan mengurangi jumlah orang miskin, namun kembali menjadikan negara kita kembali diperhitungkan di peta politik dunia.

Selamat atas dibentuknya BIC. Saya ucapkan “Selamat”, karena saya percaya BIC adalah monumen hidup terbangunnya kembali kepercayaan diri Bangsa.

 

Kusmayanto Kadiman
Menteri Negara Riset dan Teknologi,  Republik Indonesia
2004-2009

Like Us!

Twitter Updates

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama Utama Business Innovation Center Testimoni BIC Untuk "Indonesia Bisa!"