• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

SOSROBAHU


Abstrak

Temuan Landasan Putar Bebas hambatan untuk memutar beban sangat berat, sampai 1100 Ton, diameter alat hanya 80 cm. dan tebal alat 10 cm (A hydraulic non friction rotating device for very heavy load). Terdiri dari 2 piring yang diatas sebagai piston yang dibawah sebagai silinder, atau yang didalam sebagai piston yang diluar sebagai silinder. Alat ini digunakan dalam pembangunan jalan layang diatas jalan yang telah ada tanpa menggangu lalu lintas dibawahnya.

Deskripsi

Terdiri dari 2 piring yang diatas sebagai piston yang dibawah sebagai silinder, atau yang didalam sebagai piston yang diluar sebagai silinder. Alat ini digunakan dalam pembangunan jalan layang diatas jalan yang telah ada tanpa menggangu lalu lintas dibawahnya. Mula-mula diatas jalan yang sudah ada dibangun tiang penyangga. Diujung atas tiang penyangga sudah disiapkan tempat untuk meletakkan mesin/alat sosrobahu.

setelah mesin sosrobahu dipasang dengan seluruh perlengkapannya pipa hidraulic untuk memompakan minyak untuk menimbulkan gaya angkat 500 Ton pada saat kepala tiang diputar. Setelah semua ini selesai dipasang dengan presisi yang tinggi, baru mulai dipasang formwork untuk membentuk gelegar penyangga balok-balok jembatan nantinya sebagai Kepala Tiang. Gelegar ini untuk jalan 6 jalur tidak kurang dari 26 meter. Gelegar ini lebih lebar dari lebar jalan dibawahnya. Apabila dibuat melintang akan mengganggu lalu lintas dibawahnya. Dengan adanya sosrobahu sebagai alat memutar kepala tiang nanti, kalau sudah kering maka Gelegar penyangga balok balok nanti yang beratnya tidak kurang dari 480 Ton dapat dicor betonnya sejajar dengan jalan yang telah ada sehingga berada hanya diatas luas pemisah jalan saja sehingga tidak menggangu lalu lintas yang ramai dibawahnya. 

Setelah betonnya kuat menahan berat diri sendiri scaffolding dilepas dan Kepala Tiang (yang beratnya diproyek Cawang Tanjung Priok 480 Ton, di Kualu Lumpur 540 Ton) dapat diputar dengan tarikan hanya 800 Kg saja. Telah dibangun di Jakarta  85 buah, di Manila  135 buah, di Kualu Lumpur 25 buah, tanpa stupun yang gagal. Pemutaran Perdana dilakukan tanggal 27 juli 1988 pada tiang nomor 72 pada Proyek Jalan Layang Cawang - Tanjung Priok dan diberi nama Sosrobahu oleh Presiden Suharto.


Keunggulan Teknologi

Mesin Sosrobahu ini seluruhnya tidaka ada memakai bagian yang dimpor dan diproduksi seluruhnya di Indonesia oleh Tenaga Indonesia. Telah di produksi dan dipasang seluruhnya sebanyak 286 buah tanpa satupun gagal diputar.

Potensi Aplikasi

Mesin Sosrobahu diciptakan sederhana dari Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukarwati, IPM dan telah dipatenkan di Jepang tahun 1994 dengan No Paten 17347689, di Indonesia No. ID0.000114 tanggal 10 Maret 1995, kedua dengan Paten No. ID 0.0009192 tanggal 10 Nopember 2004.