• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

PEMBUATAN POLIOL ALKOKSI-HIDROKSI-GLISEROLMONOSTEARAT BERBASIS MINYAK SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU FOAM POLIURETAN


Abstrak

Invensi ini berhubungan dengan pembuatan poliol dari turunan minyak sawit khususnya poliol alkoksi-hidroksi-gliserolmonostearat berbasis turunan Asam oleat melalui epoksidasi dan hidroksilasi secara berkelanjutan dengan penambahan katalis Asam sulfat 50% untuk menghasilkan busa poliuretan .

Deskripsi

Poliol merupakan suatu senyawa organik yang mengandung lebih dari satu gugus hidroksil pada tiap molekulnya. Dalam aplikasinya poliol banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan poliuretan. Bahan baku poliol untuk proses polimerisasi ini sudah banyak ditemukan di pasaran, sebagian besar berasal dari proses petrokimia. Hasil dari proses petrokimia merupakan bahan yang tidak dapat diperbaharui, semakin hari akan semakin berkurang persediaannya. Sehingga hal ini perlu dilakukan pencarian alternatif untuk mendapatkan bahan poliol untuk proses pembuatan poliuretan yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Dalam hal ini salah satu sumber daya alam yang dapat menjadi sumber alternatif yaitu minyak sawit. Kandungan minyak sawit yang terdiri dari asam lemak tak jenuh memungkinkan untuk dapat dikonversi menjadi suatu poliol melalui reaksi epoksidasi dan hidroksilasi secara berkelanjutan.

Tujuan invensi ini adalah mengembangkan poliol alkoksi-hidroksi-gliserolmonostearat berbasis asam oleat dari minyak sawit untuk bahan baku pembuatan foam poliuretan. Asam oleat dalam minyak sawit yang memiliki satu gugus olefin memungkinkan untuk dikonversi menjadi suatu ikatan tunggal yang mengandung gugus hidroksil. Proses konversi dilakukan melalui dua tahap reaksi secara berkelanjutan yaitu epoksidasi dan hidroksilasi dengan menggunakan katalis asam sulfat 50%. Pembuatan poliol berbasis minyak sawit ini dilakukan untuk menggantikan bahan baku poliol turunan dari  bahan petrokimia yang persediaannya semakin terbatas. Poliol alkoksi-hidroksi-gliserolmonostearat selanjutnya direaksikan dengan suatu senyawa dari jenis isosianat dalam hal ini TDI ( Toluen diisosianat) dan MDI (Difenil metan diisosianat) untuk menghasilkan busa poliuretan dengan menambahkan bahan aditif lainnya seperti katalis, surfaktan dan  blowing agent. Metode pencampuran yang digunakan yaitu one shot process.


Keunggulan Teknologi

Pembuatan poliol berbasis minyak sawit ini dilakukan untuk menggantikan bahan baku poliol turunan dari  bahan petrokimia yang persediaannya semakin terbatas.


Potensi Aplikasi

Industri Kimia Polimer