• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

PEMBUATAN PLASTICISER ALKOHOL ESTER DARI MINYAK NABATI DAN FORMULASINYA DENGAN RESIN POLIVINIL KLORIDA


Abstrak

Penemuan ini berkaitan dengan pembuatan plasticiser alkohol ester dari minyak nabati dan formulasinya dengan resin polivinil klorida (PVC). Secara lebih khusus, invensi ini berhubungan dengan pencampuran antara polimer dengan plasticiser dari senyawa alkohol mono ester dan atau diester dari asam lemak rantai jenuh dan atau tidak jenuh dari minyak nabati khususnya minyak sawit. Pada tahun 2006 LIPI telah mendapaftarkan paten temuan ini ke Ditjen HaKI dengan nomor P00200600528.

Deskripsi

Polivinil klorida merupakan salah satu jenis polimer yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pengemas makanan dan juga perangkat medis. Dalam penggunaannya, polimer tersebut perlu dicampur dengan aditif seperti plasticiser agar memberikan sifat kelenturan.

 

Secara umum, sifat fisik plasticiser yang sering digunakan oleh industri adalah senyawa organik pelarut yang mempunyai titik didih tinggi atau senyawa organik padat yang mempunyai titik leleh rendah. Saat ini, di industri pengguna polimer, plasticiser yang banyak digunakan adalah dioktil phthalat (DOP) dan atau dioktil adipat (DOA) yang berfungsi untuk memperbaiki sifat plastik. Kedua senyawa ester (DOP dan DOA) tersebut diproduksi dari turunan bahan petrokimia. Masalah yang timbul adalah plasticiser di atas mempunyai sifat yang berbahaya bagi kesehatan, dimana bahan itu mudah termigrasi dari plastik saat digunakan oleh manusia. Ditinjau dari senyawa ester dari kedua plasticiser tersebut diatas, bahan baku plasticiser tentunya dapat dikembangkan dari minyak nabati.

 

Prose pembuatan plasiciser diawali dengan pembuatan plasticiser primer dan sekunder melalui reaksi esterifikasi antara asam karboksilat turunan minyak sawit yang memiliki satu gugus olefin (ikatan rangkap) atau lebih dengan alkohol linier atau alkohol dengan rantai bercabang akan menghasilkan senyawa diester atau monoester.

 

Asam karboksilat dan alkohol dicampur dalam tangki pencampur kemudian dipanaskan sampai mencapai suhu reaksi. Katalis yang digunakan adalah asam sulfat, atau asam klorida atau kalium hidroksida. Katalis dipanaskan sampai mencapai suhu reaksi. Campuran bahan baku dan katalis bereaksi dalam reaktor tekanan atmosferik, pengadukan yang cukup kuat, dan waktu reaksi sangat tergantung pada jenis alkohol yang digunakan. Hasil reaksi didinginkan lalu dicuci dan dinetralkan. Fasa organik dan anorganik dipisahkan dalam separator. Pemekatan dilakukan melalui distilasi atau evaporasi pada temperatur titik didih pelarut organik yang digunakan.

 

Homogenitas plasticiser dianalisis dengan menggunakan parameter yang berlaku untuk produk komersial, yaitu : pH, kadar air, indeks bias, bilangan asam (AV), bilangan iod (IV) dan bilangan penyabunan (SV). Hasil senyawa monoester yang telah disintesa dianalisis dengan analisis bilangan asam untuk mengetahui sisa asam lemak yang tersisa dalam reaksi. Analisis bilangan ester dilakukan untuk mengetahui jumlah senyawa ester yang terbentuk selama reaksi. Analisis bilangan iod dilakukan untuk mengetahui sejauh mana terjadi kerusakan atau oksidasi pada asam lemak selama reaksi.

Senyawa monoester atau diester turunan minyak sawit yang telah dibuat, diformulasikan sebagai plasticiser primer dan sekunder. Plasticiser primer digunakan tanpa penambahan plasticiser lain sedangkan plasticiser sekunder.

 

Plasticiser baik primer ataupun campuran ditambahkan dengan resin PVC dan dutambahkan pula stabilizer yakni Zn stearat, Ca stearat atau Ba stearat. Sedangkan pelumas yang dipakai dalam proses plastisasi adalah senyawa turunan minyak sawit seperti asam stearat, asam palmitat atau asam miristat.

 

Plastisasi diawali dengan pencampuran resin polivinil klorida dengan masing-masing komponen aditifnya, Lalu diproses dalam labo blast mill atau extruder Campuran resin terplastisasi selanjutnya dipress atau diblow atau dicetak untuk menghasilkan plastik


Keunggulan Teknologi

Plasticiser yang dikembangkan dengan metoda ini merupakan plastiser yang berasal dari turunan minyak nabati sehingga dibandingkan plastiser yang berasal dari hasil produksi petrokimia maka plasticiser yang berasal dari minyak nabati mempunyai kelebihan lebih ramah lingkungan dan plastik yang dihasilkan dapat terurai dalam jangka waktu tertentu. 


Potensi Aplikasi

Industri Bahan Kimia, Industri Plastik, Industri Mainan.