• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Cegah Kecelakaan Transportasi Dengan Pemantauan Human Error Dengan Menggunakan Brainstat


Abstrak

70% kecelakaan disebabkan Human Error. Untuk itu kami menawarkan sebuah solusinya bernama Brainstat. Brainstat adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk memantau kondisi seorang supir dan pengendara moda transportasi apapun dari gelombang otaknya. Brainstat akan memantau kondisi fisik, fokus, ngantuk, konsentrasi, kesadaran dan stress dari penggunanya. Brainstat akan memberikan sebuah early warning kepada pengendara dan penumpang ika kondisi pengendara mengalami human error atau masalah.

Deskripsi

Menurut data dari World Health Organization (WHO) kecelakaan transportasi termasuk kedalam jajaran 10 besar pembunuh terbesar didunia. Dalam satu tahun, kecelakaan transportasi merenggut 1,25 juta jiwa dan juga 50 juta orang cedera karenanya ( WHO, 2016 ) . Artinya dalam satu hari ada rata-rata 4000 jiwa terenggut sia-sia akibat kecelakaan transportasi diseluruh dunia. Selain korban jiwa, dalam satu tahun telah terjadi kerugian lebih dari 520 Milyar US$ akibat kecelakaan transportasi.  Kecelakaan transportasi juga sudah banyak menyebabkan banyak orang dan keluarga kehilangan orang yang mereka cintai, sebuah kerugian yang tentunya tidak dapat dinilai harganya.

Berdasarkan data investigasi lembaga keselamatan transportasi pasca kecelakaan transportasi, 70 % kecelakaan transportasi disebabkan oleh human error (KNKT, 2011). Human error yang menjadi penyebab kecelakaan transportasi antara lain adalah ngantuk, stress, melamun, mabuk, dalam efek narkoba, kelainan mental, tidak konsentrasi dan kelelahan.  Berdasarkan fakta-fakta diatas maka salah satu jalan untuk mengurangi kecelakaan transportasi khususnya transportasi udara adalah dengan cara mencegah terjadinya human error. Oleh karena itu kami mengajukan solusi kami yang bernama Brainstat.

 

Brainstat adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk memantau kondisi seorang pengendara moda transportasi dari gelombang otaknya. Brainstat akan memantau kondisi fisik, fokus, ngantuk, konsentrasi, kesadaran dan stress dari seorang pengendara. Brainstat akan memberikan sebuah early warning kepada pengguna, penumpang dan pengambil kebijakan jika kondisi pengendara mengalami masalah selama perjalanan.  Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya sebuah kecelakaan akibat human error si pengendara.  Sebagai contoh jika seorang supir mengantuk, hilang konsentrasi, dan kesadaran secara perlahan-lahan, maka brainstat akan memberi notifikasi kepada penumpang sehingga penumpang bisa mengingatkan pengendara untuk beristirahat untuk mencegah terjadinya kecelakaan.  Brainstat bekerja dengan cara membaca gelombang otak manusia dikarenakan otak merupakan pusat dari seluruh kegiatan yang terjadi didalam tubuh manusia sehingga ia menggambarkan kondisi manusia secara keseluruhan. Gelombang otak juga tidak akan pernah berbohong.

 

Cara kerja brainstat secara garis besar adalah membaca gelombang otak pengendara dengan alat bernama mini EEG (Electro Encephalograph). Hasil pembacaan dari mini EEG akan diteruskan kedalam sistem brainstat untuk diklasifikasikan makna dan artinya. Klasifikasi menggunakan classifier engine berbasiskan fuzzy logic.  Setelah diklasifikasikan maka software akan memetakan kondisi pengguna (fisik, fokus, ngantuk, konsentrasi, kesadaran, dan stress).  Jika hasil pemetaan menunjukkan ketidaknormalan maka brainstat akan memberi pesan dan notifikasi kepada pengendara dan penumpang untuk ditindak lanjuti. Memperingatkan pengendara sejak dini akan kondisinya yang terus menurun sama dengan mencegah terjadinya kecelakaan. Mencegah lebih baik dari mengobati. 

Brainstat memiliki 3 bagian dasar yang penting. Bagian pertama adalah sensor otak EEG (Electro Encephalograph) yang berfungsi untuk menangkap gelombang otak. Bagian kedua dari brainstat adalah software brainstat yang berfungsi untuk menyimpulkan kondisi pengendara berdasarkan gelombang otak yang sudah ditangkap oleh EEG. Bagian ketiga adalah cloud mapping brainstat. Cloud mapping brainstat berguna untuk memetakan kondisi pengguna brainstat.


Keunggulan Teknologi

Brainstat sebagai sebuah sistem yang berfungsi untuk mencegah kecelakaan dengan cara mendeteksi human error dari gelombang otak pengendara. Gelombang otak dipilih karena otak merupakan pusat dari tubuh dan aktivitas dari manusia. Brainstat bekerja dengan cara menangkap gelombang otak manusia. Kemudian kondisi dari pengendara akan disimpulkan dari gelombang yang didapat, jika kondisi sang pengendara tidak layak menyetir maka brainstat akan memberikan peringatan/feedback kepada sang pengemudi secara langsung. Selain berfungsi sebagai feedback system brainstat juga berfungsi sebagai aplikasi yang mampu memetakan kondisi para pengendara dimanapun berada. Sebagai system pendeteksi human error, brainstat memiliki akurasi mendekati 80%.

Brainstat merupakan alat pertama pencegah kecelakaan yang bekerja dengan memanfaatkan otak manusia. Alat pencegahan kecelakaan lainnya pada umumnya bekerja dengan menggunakan kamera untuk membaca kondisi pengendara dari kondisi mukanya.  Seringkali kondisi muka dapat dimanipulasi sehingga mempengaruhi hasilnya.  Selain berfungsi sebagai alat pencegah kecelakaan, brainstat juga berfungsi untuk mencatat statistic kondisi dari pengendara selama berkendara. Data yang dicatat oleh brainstat selama perjalanan akan dikirimkan kedalam cloud system brainstat untuk dipetakan. Data yang dipetakan ini akan membentuk peta data statistic kondisi pengendara nasional . Data statistic ini berfungsi untuk menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kecelakaan di masa depan.


Potensi Aplikasi

Brainstat dapat digunakan dihampir semua moda transportasi baik transportasi umum ataupun transportasi individu. Diantaranya dalah :

1. Dipasang di mobil pribadi, memudahkan keluarga dan pengendara untuk mengetahui kondisi dari si pengguna.

2. Digunakan di moda transportasi umum seperti kereta, bus, travel, taksi, angkot , ojek dan transportasi lainnya. Dengan memantau human error dari penggunanya maka dapat meningkatkan keselamatan moda transportasi umum tersebut. Meningkatnya keselamatan maka dapat meningkatkan kepercayaan si perusahaan di mata msyarakat umum.

3. Digunakan oleh kementerian perhubungan dan KNKT untuk memantau kondisi transportasi nasional. Dapat mencegah kecelakaan transportasi dan mencari sebab dari kecelakaan transportasi.