• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Marka optik penanda jarak aman antar kendaraan untuk menghindari tabrakan beruntun


Abstrak

Penyebab tabrakan beruntun di tol ialah tidak terjaganya jarak aman antar kendaraan. Hal ini karena jarangnya rambu jaga jarak, ketidakpedulian pengemudi, ketiadaan perangkat pengukur jarak, ketiadaan sanksi dan kelangkaan alat bukti pelanggaran. Paten ini mengungkapkan cara menandai jarak aman antar kendaraan dengan memanfaatkan batas akuitas optik mata, berupa stiker tempel di belakang kendaraan. Saat angka pada stiker tampak tidak jelas oleh pengemudi di belakangnya berarti pada jarak aman.

Deskripsi

Keterbatasan Penglihatan Manusia adalah Anugerah Allah

 

  • Latar belakang

Ketika anda bermaksud memperoleh SIM (Surat Izin Mengemudi), dipastikan penglihatan anda dites dengan Schlieren Test yang menampilkan berbagai huruf dengan ukuran besar sampai kecil pada jarak 6 m. Semakin kecil huruf semakin susah untuk dilihat. Ketika anda tidak dapat mengenali lagi huruf yang ditunjuk, maka huruf yang lebih besar sebelumnya adalah batas akuitas visual atau tingkat ketajaman penglihatan anda. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui pemenuhan persyaratan memperoleh SIM.

Jika kita perhatikan secara seksama, ada dua komponen penting pada test tersebut, yaitu jarak antara Schlieren Chart dan orang yang dites dan ketebalan garis dan spasi antar garis pada huruf yang ditunjuk. Artinya, seberapa kecil sudut antara tebal huruf pada jarak anda melihat. Mata manusia normal mempunyai akuitas optik 0,6 menit yang diwujudkan sebagai tebal dan jarak antar garis pada suatu huruf yang berukuran 1 mm dilihat pada jarak 6 m.

  • Solusi

Berdasarkan hipotesa tersebut dilakukan survai untuk para pengemudi jalan tol di empat tempat istirahat jalan tol Jakarta – Cikampek, dan diperoleh kesimpulan bahwa responden terbagi menjadi 3, yaitu sangat tajam, tajam dan tidak tajam serta didominasi responden yang tajam pada 1,88 mm untuk jarak 6 m. Bermodalkan hasil tersebut dibuatlah suatu pola untuk mewakili jarak aman di tol sesuai dengan kecepatan masing-masing, kemudian didaftarkan patennya pada 29 November 2013 dengan nomor pendaftaran S00-2013-00-306, Marka optik penduga jarak aman antar kendaraan. Akhirnya pada 27 Januari 2017 paten tersebut granted dengan nomor IDS 0,001,554 B, Marka optik penanda jarak antar kendaraan.

 

  • Kebaruan & keunikan

Dengan produk yang hanya berupa stiker yang didisain secara khusus, kemudian direkatkan di belakang mobil, para pengemudi di belakangnya yang bisa melihat stiker tersebut mampu menjaga jarak aman di tol bagaikan mobil mewah yang dilengkapi dengan radar (Toyota Motor Corporation, 1995-2017). Artinya, penguasa kendaraan berstiker ini berbaik hati kepada pengemudi lain agar mampu menjaga jarak aman pada kecepatannya saat mereka di belakang mobil ini, dan diharapkan bahwa penguasa kendaraan lain juga berstiker ini sehingga dia bisa mendapat manfaat untuk menandai jarak aman.

Jika pihak berwenang menekankan pentingya keamanan dan kenyamanan berkendara, khususnya di jalan tol, maka produk ini dapat dijual dalam jumlah jutaan, apalagi jika dipasarkan ke luar negeri.

Keunikan produk ini adalah terbukti dengan diberikannya hak paten terhadap invensi ini.

  • Kemampuan memenuhi harapan pemakai

Produk ini sangat praktis, hanya dengan memasang stiker marka optik, maka sudah selesai. Namun demikian, untuk mencapai keberhasilan dalam komersialisasinya perlu adanya edukasi secara masif kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, apalagi jika mampu meyakinkan penguasa bahwa pelanggaran jarak aman antar kendaraan akan mendapatkan sanksi, pelanggarnya sendiri tanpa menyadari telah terjadi pelanggaran. Demikian pula adanya kepentingan manajemen jalan tol sebagai akibat menurunnya angka kecelakaan tabrakan beruntun, sehingga sumber dayanya dapat digunakan untuk kepentingan yang lain, ditambah dengan rekomendasi KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi).

 

  • Kemungkinan pengembangan, kegagalan dan persaingan bisnis

Ada dua tipe marka optik pada paten ini, yaitu stiker yang berupa angka dan berupa gambar siluet yang dilengkapi dengan tanda jarak.

Kesulitan dan kegagalan pemasaran akan muncul apabila pihak yang berwenang tidak responsif dan tidak tertarik dengan cara penyelamatan melalui sarana ini.

Tentu saja produk marka optik ini bisa dikembangkan, misalnya dengan gambar stiker berbasis logo perusahaan atau instansi atau pemda atau organisasi. Dengan semakin luasnya penggunaan stiker ini, jika berhasil, maka dapat dicegah dengan memanfaatkan security printing, sedangkan saingan produk luar negeri dapat dihindari dengan adanya klaim paten, yang lisensornya membantu untuk mendaftarkan di luar negeri.

Namun demikian, bila pengguna meremehkan invensi sederhanya yang sangat bermanfaat ini, inventor telah mengembangkannya dengan menggantikan stiker tersebut dengan paparan layar LCD yang menampilkan angka atau gambar sesuai kecepatan sehingga tidak ada lagi semua angka-angka yang dipajang di bagian belakang kendaraan. Bahkan paparan layar LCD bisa ditambahkan dengan yang lain, misalnya saat sedang macet atau berhenti total dapat ditampilkan animasi humor untuk menghibur orang di balakangnya. Pengembangan tersebut telah didaftarkan patennya pada 16 Desember 2015 dengan nomor P00-2015-08-521, Sistem penampil marka opto-elektronik untuk menginformasikan jarak aman antara dua kendaraan.


Keunggulan Teknologi

Frekuensi tabrakan beruntun di jalan tol selama kurun waktu tiga tahun terakhir, menurut data yang diberikan PT Jasamarga (Persero), adalah sekali dalam empat hari, tanpa memperhitungkan jumlah kendaraan pada setiap kali kejadian, di mana menurut pengamatan penulis ada yang sekali tabrakan melibatkan 7 kendaraan. Sementara itu diyakini bahwa hal tersebut sebagai akibat dari tidak menjaga jarak. Bagaimana mau menjaga jarak jika perangkatnya langka sehingga hanya berdasarkan perkiraan belaka dan hampir dipastikan salah. Produk marka optik ini, jika dipasang secara serempak pada kendaraan di tol, maka kepatuhan berlalu lintas menjadi tumbuh dan kecelakaan berkurang dan tentu saja hambatan transportasi menurun dan akibatnya ekonomi lebih lancar.

 

Nilai tambah yang didapat dari penggunaan produk ini sudah jelas, yaitu keamanan transporasi di tol lebih terjamin, kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas meningkat, harganya relatif murah, pemasangan dan cara penggunaannya mudah, variasinya banyak, yaitu dengan mengubah warna stiker sesuai degan warna cat kendaraan, dapat didisain lebih eksklusif, ramah lingkungan, pengguna dapat berharap tidak terlibat dalam kecelakaan beruntun, atau tabrak belakang.


Potensi Aplikasi

Inovasi ini dapat diimplementasikan tanpa batas geografis bahwa di luar negeri sekalipun asal mempunyai huruf dan angka dalam berkomunikasi. Sebagai contoh, ketika sebuah kapal tanpa perlengkapan pengukur jarak hendak mendarat di suatu pelabuhan dan perlu memperkirakan jarak yang harus ditempuh, maka suatu lambang dengan prinsip akuitas optik ini dapat dipasangkan di sebuah bangunan di pelabuhan sehingga awak kapal dapat mengukur jarak dengan lebih akurat.