• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Ekstrak Pigmen Karotenoid Telur Keong Mas (Pomacea canaliculata) sebagai Bahan Baku Produk Farmaseutika dan Nutraseutika


Abstrak

Inovasi ini merupakan salah satu upaya untuk membasmi hama keong mas yang masih menjadi masalah pertanian. Telur keong mas mengandung pigmen karotenoid yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan kesehatan. Metode yang diterapkan adalah: ekstraksi pigmen, analisis fitokimia, penentuan komponen pigmen dengan TLC dan identifikasi senyawa bioaktif dengan LC-MS/MS. Ada 14 komponen pigmen dan 10 non-pigmen komponen bioaktif teridentifikasi dalam ekstrak pigmen telur keong mas.

Deskripsi

Pigmen atau bahan pewarna pada saat ini sangat dibutuhkan di berbagai bidang industri pangan dan non pangan. Pigmen di bidang kesehatan juga dapat dimanfaatkan sebagai antitumor, antiinflamasi, antiobesitas, meningkatkan kemampuan otak serta sebagai antioksidan (Nugraheni 2010). Salah satu jenis pigmen alami yang memiliki potensi besar adalah karotenoid. Karotenoid merupakan kelompok pigmen yang berwarna kuning, orange, merah, serta larut dalam minyak, dan merupakan senyawa provitamin A.

Pigmen karotenoid dapat ditemukan dalam tumbuhan, bebarapa jenis hewan, alga, bakteri, jamur dan banyak ditemukan pada kulit, cangkang dan kerangka luar hewan air seperti moluska, krustacea dan ikan (Gupta dan Jha 2006). Keong mas (Pomacea canaliculata) adalah moluska air tawar yang berasal dari Amerika Selatan dan di Asia diketahui menjadi hama bagi tanaman padi (Hayes et al. 2008). Telur keong mas memiliki warna merah muda diduga menunjukan adanya kandungan komponen senyawa bioaktif berupa pigmen alami yaitu karotenoid. Hal ini di perkuat dengan hasil penelitian Ameliawati (2013) yang melaporkan bahwa terdapat kandungan total pigmen karotenoid telur keong mas yaitu 313,48±19,73 ppm lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penelitian Garner et al. (2010) menunjukkan bahwa kadar total karotenoid pada telur ikan salmon chinok (Oncorhynchus tshawytscha) yaitu 17,9 ppm dan penelitian Azka (2016) menunjukan kadar total karotenoid telur ikan terbang yaitu 245,37±0,08 ppm.

Senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan antara lain: vitamin C dan E, karotenoid (karoten dan xantofil) dan polifenol (flavonoid, antosianin, isoflavon, asam fenolik, tanin dan lignan) (Oroian et al. 2015). Hasil penelitian Perbawani (2017) melaporkan bahwa telur keong mas berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan yang berada pada telur keong mas diduga karena adanya kandungan komponen senyawa bioaktif berupa pigmen alami. Karotenoid sebagai pigmen alami dapat digunakan sebagai bahan perwana alami dibidang kesehatan maupun sebagai bahan baku berbagai produk farmaseutika, nutraseutika, dan pangan fungsional. Analisis yang telah dilakukan di laboratorium untuk memperoleh ekstrak pigmen karotenoid meliputi preparasi sampel, ekstraksi pigmen (Seely et al. 1972 yang dimodifikasi), analisis fitokimia (Harborne 1987), penentuan komponen pigmen secara kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) (Wang et al. 1995 yang dimodifikasi), dan identifikasi komponen senyawa bioaktif secara semi kuantitatif dengan LC-MS/MS  (Najafian dan Babji 2014).

Profil fitokimia kandungan senyawa bioaktif ekstrak pigmen telur keong mas adalah alkaloid, flavoid, steroid, saponin dan terpenoid. Penentuan komponen ekstrak pigmen pelarut aseton dan metanol pada KLT menghasilkan 3 spot yang terpisah pada pelarut aseton dan metanol yaitu pigmen karotenoid golongan xantofil dan golongan karoten. Komponen pigmen yang terdeteksi dan teridentifikasi berdasarkan waktu retensi dan berat molekul pada ekstrak pigmen telur keong mas yaitu violaxanthin, nostoxanthin, meso-astaxanthin, astaxanthin, mytiloxanthinone, bixindial, echinenone, caloxanthin sulfate, phoenicopterone, canthaxanthin, dan 4-keto-gamma-carotene, fucoxanthin, zeaxanthin, parasiloxanthin, ketospirilloxanthin, eschscholtzxanthin, meso-astaxanthin, canthaxanthin, lycoxanthin, echinenone, dan rhodoxanthin. Senyawa bioaktif non pigmen yang terdeteksi dan teridentifikasi pada ekstrak pigmen telur keong mas yaitu carvacrol, emodepside, tobramycin, tiamulin, netilmicin, taurine, ethionamide, carvacrol, phenelzine, tigecycline, dan meclizine.


Keunggulan Teknologi

Kebutuhan akan pigmen dewasa ini meningkat pada industri pangan dan non pangan. Keunggulan inovasi yang kami lakukan dapat ditinjau dari 2 aspek yaitu: (1) kelimpahan bahan baku yang digunakan sebagai sumber ekstrak pigmen dan (2) potensi senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak pigmen karoteonoid. Berdasarkan aspek bahan bakunya, telur keong mas dihasilkan dalam jumlah yang melimpah. Selama hidupnya, keong mas mampu menghasilkan telur sebanyak 15-20 kelompok yang dalam setiap kelompok telur yang dihasilkan, jumlahnya kurang lebih 500 butir dengan persentase penetasan lebih dari 85%. Pemanfaatan telur keong mas akan memberikan nilai tambah (value added) dan secara tidak langsung membantu meningkatkan keberhasilan pertanian padi di Indonesia (penghilangan hama padi yang serius). Terdapat 14 senyawa pigmen (termasuk astaxanthin) dengan nilai ekonomis tinggi yang dapat diperoleh dari ekstrak pigmen telur keong mas serta 10 senyawa non pigmen yang berpotensi diaplikasikan sebagai senyawa antibakteri, antifungi, antioksidan dan antikanker. Proses ekstraksi pigmen juga menggunakan teknologi yang tidak rumit serta memungkinkan penerapan di berbagai level industri.


Potensi Aplikasi

Pigmen alami atau bahan pewarna alami sekarang ini sangat dibutuhkan dibidang industri pangan sebagai pewarna makanan maupun bidang kesehatan. Potensi aplikasinya adalah sebagai bahan farmaseutika dan nutraseutika. Terkait dengan sifatnya sebagai hama padi yang serius, pemanfaatan telur keong mas menjadi ekstrak pigmen ini dapat menjadi salah satu upaya pemberantasan hama yang efektif. Pada aplikasinya di industri bidang teknologi obat dan kesehatan, ekstrak pigmen yang banyak mengandung komponen bioaktif akan sangat bermanfaat untuk kesehatan masyarakat. Pembuatan ekstrak pigmen berbahan baku telur keong mas ini dapat menjadi produk yang berdaya saing sesuai nawa cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada poin 6 dan 7 yang menginginkan produk berdaya saing. Salah satu komponen pigmen yang terkandung dalam telur keong mas adalah astaxanthin yang merupakan pigmen dengan nilai ekonomis yang tinggi. Produksi pigmen dari telur keong mas ini juga akan mendorong kemandirian serta majunya industri pigmen di Indonesia.