• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Pengobatan Infeksi Pulpa dengan Komposisi Pasta Antibiotika yang Efektif dan Terjangkau


Abstrak

Keadaan gigi yang terkena infeksi dan nekrosis jaringan pulpa dapat diatasi dengan bahan sterilisasi gigi yang menggunakan antibiotika. Penggunaan ini bertujuan untuk mempertahankan gigi tetap dalam keadaan sehat. Temuan ini menciptakan paradigma baru dalam perawatan infeksi pulpa. Dengan penggunaan temuan ini, maka pulpa dapat steril dari bakteri, invasi jaringan minimal, hanya memerlukan satu kali kunjungan, mempertahankan jaringan pulpa vital, mudah, dan terjangkau.

Deskripsi

Saat ini, dilihat dari kenyataan klinis maupun histopatologis pada situasi yang kurang memadai seperti di Puskesmas, dapat dipahami dalam perawatan saluran akar, sterilisasi saluran akar masih sulit dilakukan. Keadaan tersebut disebabkan karena anatomi saluran akar tidaklah sederhana untuk dapat ditutup walaupun dengan peralatan yang mutakhir. Saluran akar terdiri dari jutaan tubulus yang sangat kecil tetapi cukup luas bagi bakteria untuk hidup dan berkembang biak. Di samping itu, banyaknya kanal-kanal yang sangat bervariasi bentuknya tidak mungkin dilakukan sterilisasi dengan sempurna bila menggunakan bahan kimia yang selama ini ada. Akibatnya perawatan saluran akar seringkali hanya mampu menutup dan membersihkan saluran utama saja. Dengan demikian jaringan nekrotik pada saluran kanal yang kecil-kecil/ramifikasi atau jutaan tubulus yang tidak mungkin dijangkau dengan alat konvensional terpaksa harus ditinggalkan dalam keadaan tidak steril.

Sangat sulit untuk melakukan sterilisasi saluran akar yang efektif menggunakan bahan-bahan desinfektan dengan volume dan konsentrasi yang aman bagi tubuh manusia. Dengan kata lain, untuk melakukan sterilisasi saluran akar dibutuhkan bahan desinfektan dengan konsentrasi tinggi sehingga dengan demikian bahan tersebut akan bersifat toksik bagi tubuh dan memicu keganasan sel. Beberapa peneliti juga telah melaporkan bahwa populasi bakteri dalam saluran akar bisa didominasi oleh bakteri yang tahan dalam suasana basa yang ekstrim.

Keunggulan teknik ini dibandingkan dengan teknik konvensional adalah bahan yang murah dan mudah dibuat. Disamping itu tidak dibutuhkan peralatan yang rumit dalam aplikasinya. Penggunaan bahan ini menyebabkan teknik perawatan ini dapat terhindar dari pengambilan jaringan gigi yang terlalu banyak (minimal invasive) dibandingkan dengan penggunaan bahan dan teknik konvensional. Lebih jauh lagi, keunggulan bahan dan teknik ini membiarkan gigi tetap vital sedangkan teknik konvensional bila pulpa terinfeksi, jaringan pulpa gigi dimatikan (devitalisasi).

Penggunaan campuran antibiotika selama ini dilakukan dengan cara mencampur Tablet Metronidazol (MN) dan Ciprofloxacin (CPFX) harus bebas coating sebelum dijadikan bubuk. Hilangkan coating dengan pisau atau bur. Clindamycine ada dalam bentuk kapsul (CLM)dan lebih mudah penggunaannya. Pencampuran dengan metode bubuk ini seringkali tidak tepat dalam jumlah, dan menyulitkan operator (dokter gigi) yang akan mempergunakan campuran tersebut. Konsistensi campuran yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan perawatan. Selain itu, kegagalan bisa terjadi akibat: bahan/obat palsu/kadaluarsa, salah penanganan dan restorasi yang tidak tepat, atau timbul kebocoran tambalan. Dengan pembuatan pasta antibiotika dalam invensi ini diharapkan, prosedur penanganan obat dapat menjadi lebih mudah, sehingga kemungkinan kegagalan perawatan akibat kesalahan dalam manipulasi obat dapat diminimalisir.

Klaim:

  1. Suatu formula penghantaran antibiotika untuk sterilisasi gigi dengan infeksi pulpa berupa pasta dengan komposisi yang terdiri dari 3 jenis antibiotika dan bahan semi mp, dimana pasta tersebut dicirikan dengan campuran pasta yang terdiri dari Metronidazole, Ciprofloxacine dan Clindamycine.
  2. Suatu komposisi bahan semi mp yang mengacu pada klaim 1, dimana proses pembuatannya meliputi tahap-tahap pencampuran; 900 gram Polyethylene glycol 400 dan 1000 gram Polyethylene glycol 4000 dipanaskan dan diaduk sampai homogeny, setelah itu diuji vikositas I sampai dengan 18000 boise/broo (KV ield), dan uji vikositas II sampai dengan 240mm (penetrometer)kemudian adonan tersebut dicampur dengan 2000 cc propylene glycol sehingga membentuk pasta.
  3. Suatu komposisi pasta antibiotika yang mengacu pada klaim 1 mencakup :
  4. Penggunaan pasta antibiotika yang mengacu pada klaim 1 sampai dengan 3, yang dicirikan dengan mengaplikasikan sebanyak 1 mm campuran ke 3 pasta tersebut pada dinding dentin atau atap pulpa kemudian ditutup dengan Glass Ionomer Cement (GIC), kemudian direstorasi menggunakan bahan tambal dengan kebocoran minimal sedangkan pada gigi non vital, abses disertai fistula, campuran tersebut diletakan di pintu orifice masing-masing akar gigi sedalam 1,5 mm dan ditutup dengan Glass Ionomer Cement (GIC), kemudian gigi direstorasi dengan bahan tambal yang mempunyai sifat kebocoran minimal.
  1. pasta yang mengandung semi-mp dengan Metronidazole 100 mg
  2. pasta yang mengandung semi-mp dengan Ciprofloxacine 100 mg
  3. pasta yang mengandung semi-mp dengan Clindamycine 100 mg

Penggunaan komposisi farmasi untuk pembuatan obat guna pengobatan infeksi pulpa dengan komposisi Metronidazole, Ciprofloxacine dan Clindamycine untuk mematikan hampir 100% bakteri endogenik aerobe dan anaerobe.


Keunggulan Teknologi

Penggunaan campuran antibiotika selama ini dilakukan dengan cara mencampur Tablet Metronidazol (MN) dan Ciprofloxacin (CPFX) harus bebas coating sebelum dijadikan bubuk. Hilangkan coating dengan pisau atau bur. Pencampuran dengan metode bubuk ini seringkali tidak tepat dalam jumlah, dan menyulitkan operator (dokter gigi) yang akan mempergunakan campuran tersebut. Konsistensi campuran yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan perawatan. Kegagalan juga bisa terjadi akibat: bahan/obat palsu/kadaluarsa, salah penanganan dan restorasi yang tidak tepat, atau timbul kebocoran tambalan. Dengan pembuatan pasta antibiotika dalam invensi ini diharapkan, prosedur penanganan obat dapat menjadi lebih mudah, sehingga kemungkinan kegagalan perawatan akibat kesalahan dalam manipulasi obat dapat diminimalisir.

Walaupun penggunaan bahan dan cara relatif sama tetapi hingga kini bahan-bahan yang menggunakan kombinasi 3 pasta Metronidazol, Ciprofloxacine dan Clindamycine  belum dipatenkan atau dipasarkan secara resmi. Di Indonesia teknik ini diperkenalkan secara luas oleh tim peneliti dari FKG UI sehingga telah banyak digunakan oleh dokter gigi dan PUSKESMAS. Antibiotika yang digunakan mudah diperoleh di PUSKESMAS ataupun di apotek. Tetapi bahan-bahan semi-mp hanya bisa dibeli di FKG UI dan pembuatannya terbatas. Oleh sebab itu, beberapa perusahaan dental supplier membuat tiruannya. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki jaringan pemasaran yang luas di Indonesia sehingga banyak dokter gigi yang memakainya. Dalam invensi ini akan dibuat kemasan yang lebih praktis dan berbeda dengan yang telah diperkenalkan oleh para dokter gigi yaitu dalam 3 buah tube yang berisi masing-masing semi-mp yang mengandung 100 mg Metronidazole (tube berwarna putih), semi-mp mengandung 100 mg Ciprofloxacine (tube berwarna putih) dan semi-mp yang mengandung Clindamicyne 100 mg (tube berwarna merah). Penggunaan warna sangat penting untuk menghindari pemakaian bahan yang sama dua kali.


Potensi Aplikasi

Teknik sterilisasi saluran akar konvensional perlu didukung dengan teknik yang rumit dan alat yang mahal. Oleh sebab itu teknik sterilisasi konvensional tidak bisa digunakan pada pelayanan dengan sumber terbatas, misalnya di PUSKESMAS yang umum dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Akibat dari keterbatasan teknik konvensional ini maka, banyak kasus penyakit gigi tidak dapat ditangani di PUSKESMAS, akibatnya gigi yang seharusnya bisa dipertahankan harus rela untuk dicabut. Dengan demikian angka pencabutan gigi di Indonesia menjadi sangat tinggi dan target Nasional rasio ”tambal: cabut” sebesar 1:1 menjadi sulit untuk dapat dicapai.

Dengan permasalahan tersebut diatas maka ide untuk sterilisasi dengan antibiotik mulai dikembangkan. Selain untuk menangani kasus pencabutan gigi yang tinggi, penggunaannya lebih efektif dan terjangkau. Melalui kelebihan yang dimiliki dari produk yang pernah ada sebelumnya, maka peluang bisnis untuk pengembangan lebih lanjut untuk temuan ini dapat dinilai cukup baik.