• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Softgell Minyak Ikan Lele (Clarias gariepinus) Suplemen Kesehatan Bagi Lansia


Abstrak

Minyak ikan lele adalah salah satu alternative suplemen minyak ikan yang saat ini sumbernya didominasi oleh produk impor yang berasal dari ikan air laut. Minyak ikan lele mengandung asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Manfaat minyak ikan lele sebagai sumber asam lemak esensial telah diteliti mulai dari karakterisasi asam lemak, uji preklinis hingga tahap uji klinis dan terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida darah.

Deskripsi

Indonesia merupakan salah satu negara berkepulauan yang memiliki potensi perairan yang sangat besar. Potensi perairan di Indonesia terdiri dari dua sektor, yaitu perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Produksi perikanan budidaya Indonesia merupakan kedua tertinggi setelah China, yaitu sebesar 9.599.765 ton pada tahun 2012. Salah satu jenis ikan budidaya yang banyak dikembangkan oleh masyarakat adalah ikan lele dumbo, hal ini karena kemudahan dalam proses pemeliharaannya. Produksi ikan lele dumbo selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, kenaikan rata-rata produksi ikan lele dari tahun 2009 ke 2013 adalah 40.18%. Pada tahun 2009, produksi ikan lele di Indonesia adalah 144.755 ton, sedangkan pada tahun 2014 sebesar 613.210 ton.

Seiring dengan perkembangan teknologi, upaya pemanfaatan ikan lele untuk menambah nilai ekonominya juga semakin berkembang. Salah satunya adalah penepungan yang dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan biskuit oleh Prof. Clara dkk. Proses penepungan menyisakan hasil samping berupa minyak. Berdasarkan hasil penelitian Srimiati (2016), minyak yang berasal dari penepungan ikan lele memiliki profil asam lemak yang cukup baik karena memiliki kandungan Mono Unsaturated Fatty Acid/MUFA (32.53%) dan Poly Unsaturated Fatty acid/PUFA (19.76%).

Produk suplemen minyak ikan saat ini didominasi oleh produk impor yang berasal dari ikan air laut dengan harga yang ditawarkan cukup tinggi. Hal ini menyebabkan suplemen minyak ikan hanya dapat diakses oleh masyarakat menengah keatas, padahal kaum menengah keatas sebagian besar biasanya telah cukup asupan protein hewani dan ikan. Adapun masyarakat menengah kebawah sebagian besar masih kekurangan asupan protein hewani termasuk ikan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan asupan asam lemak esensial diperlukan suplementasi minyak ikan. Selain itu masalah kesehatan tidak memandang golongan ekonomi, seluruh lapisan masyarakat diharapkan memiliki tingkat kesehatan yang baik sehingga diperlukan suplemen yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Hasil penelitian klinis membuktikan bahwa konsumsi satu kapsul (1000 mg) minyak ikan lele selama dua bulan mampu menurunkan profil lipid darah.

Bahan baku suplemen minyak ikan lele berasal dari hasil samping penepungan ikan lele yang saat ini rutin dilakukan oleh PT. Carmelitha Lestari-Bogor. Tepung ikan yang diproduksi digunakan sebagai bahan baku pembuatan “Biscuit Clarias” yang telah dipasarkan di seluruh gerai Serambi Botani sejak tahun 2013 serta dipasarkan secara online. Kecepatan pemasaran produk “Biskuit Clarias” memang akan mempengaruhi produksi tepung lele dan berimbas juga pada ketersediaan bahan baku minyak ikan lele. Namun selama ini ketersediaan bahan baku minyak ikan lele belum pernah mengalami masalah yang serius, sehingga peluang untuk dipasarkan secara luas terbuka luas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas minyak ikan lele, dengan semakin tinggi suhu pemurnian yang digunakan akan merusak kualitas minyak ikan lele. Perlakuan pemurnian pada suhu 250C menghasilkan nilai asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan anisidin dan total oksidasi yang terbaik, yaitu  0.14%; 2.5.mg Eq/kg; 0.17 mEq/kg; 5.18 mEq/kg. Adapun kansungan asam lemak esensial minyak ikan lele yang dihasilkan adalah asam lemak oleat, asam lemak linoleat, asam lemak linolenat, EPA dan DHA sebesar 30.92%; 12.37%; 0.68%; 0.28%; 1.01% berturut-turut.

Uji karakteristik lansia yang menjadi subjek penelitian memperlihatkan hasil uji beda dengan menggunakan oneway ANOVA antara karakteristik lansia dari keempat kelompok perlakuan diperoleh hasil, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada usia p= 0.433 (p>005),  jenis kelamin p=0.142 (p>0.005), dan status gizi (IMT) p=0.158 (p>0.05).


Keunggulan Teknologi

  • Minyak ikan lele dalam bentuk kapsul sofgell yang dihasilkan inovasi ini mampu memperbaiki profil lipid
  • Minyak ikan lele memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang cukup tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh
  • Minyak ikan lele mengandung asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian
  • Manfaat minyak ikan lele sebagai sumber asam lemak esensial telah diteliti mulai dari karakterisasi asam lemak, uji preklinis hingga tahap uji klinis dan terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida darah
  • Inovasi ini memberikan dan meningkatkan nilai ekonomi dari minyak ikan lele, yang merupakan hasil sampingan atau ektraksi limbah cair dari proses penepungan ikan lele
  • Bentuk inovasi yang berupa kapsul softgell memberikan kemudahan dalam distribusi produk, masa simpan lebih lama dan kemudahan konsumsi

Potensi Aplikasi

Inovasi ini sangat baik untuk diaplikasikan pada industri pengolahan dan proses penepungan ikan lele yang menghasilkan limbah minyak ikan sebagai hasil sampingan yang belum termanfaatkan dengan baik. Inovasi ini juga memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan karena produk suplemen minyak ikan saat ini masih didominasi oleh produk impor yang berasal dari ikan air laut dengan harga yang ditawarkan cukup tinggi.