• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

MarketScope: Pemetaan jalaran harga-harga di Pasar Modal


Abstrak

Pasar modal Indonesia naik daun dengan upaya pemerintah meningkatkan iklim investasi. Namun bagaimanapun, pasar modal di Indonesia memiliki keunikan dibandingkan pasar modal di negara lain. Penelitian ekonofisika yang dilakukan selama lebih dari 10 tahun dikompilasi sebagai MarketScope, sebagai teropong naik turun pasar investasi di Indonesia secara sekaligus dan simultan untuk keperluan investasi dan juga pengawasan oleh pemerintah.

Deskripsi

Dinamika pasar modal Indonesia, semenjak memasuki fasa Jakarta Automated Trading System (JATS), 22 Mei 1995, merupakan salah satu pasar modal paling dinamis di regional Asia. Berbagai indeks diberikan untuk mendapatkan gambaran umum situasi dinamika perdagangan saham-saham di Indonesia, yang baik langsung atau tidak langsung akan memiliki kaitan dengan situasi ekonomi nasional secara umum. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dan LQ-45 (indeks berdasarkan 45 saham ter-likuid di bursa efek) merupakan dua dari sekian banyak indeks di Bursa Efek Indonesia yang naik-turunnya diharapkan memberikan gambaran ringkas suasana investasi di pasar modal Indonesia itu.

Penelitian ekonofiska menjadi ramai diperbincangkan dan menjanjikan banyak hal karena menawarkan model-model statistical mechanics yang dibangun berbasiskan data-data empiris dari sistem ekonomi dan pasar keuangan secara umum, berbasis kekinian kajian statistika, serta menjadi salah satu pendekatan interdisiplin, karena memang ekonomi sendiri adalah sistem yang perlu didekati dari banyak disiplin ilmu.

Dua hal inilah latar belakang yang ditawarkan melalui aplikasi hasil penelitian MarketScope. Adalah sukar untuk mendapatkan gambaran situasi investasi secara umum di pasar modal dengan hanya memperhatikan naik turun harga secara kolektif dalam bentuk agregasi satu atau dua indeks saja. Kajian ekonofisika atas pasar modal Indonesia telah memberikan banyak insight terkait aspek-aspek stilistik statistika pergerakan harga-harga saham di Indonesia. Dua di antaranya adalah kajian terkait aspek korelatif dan aspek kausalitas dari harga-harga di pasar modal. Dua komponen ini menjadi dua hal yang ditunjukkan secara dinamis oleh MarketScope, yaitu peluang observasi atas situasi pasar modal di Indonesia atas dinamika kolektif harga-harga saham yang ada.

MarketScope melakukan kalkulasi atas data-data time series dari pergerakan harga-harga saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Observasi dimungkinkan melalui dua pemetaan umum, yaitu pemetaan dinamika korelatif dan pemetaan dinamika kausal dari harga-harga saham.

Dari pemetaan dinamika korelatif pergerakan harga-harga, diperoleh kedekatan naik-turun harga-harga saham dalam jendela waktu 1 tahun perdagangan ke belakang. Hasilnya adalah representasi berbentuk jejaring saham-saham. Saham-saham yang digambarkan saling berhubungan menunjukkan pola korelatif fluktuasi yang kuat, dan semakin tebal garis yang menghubungkan kedua saham tersebut, maka semakin positif korelasi naik turun harga di antara keduanya.

Visualisasi ini memberikan representasi kelompok-kelompok (cluster) dari saham-saham tersebut dari sisi data naik turun harganya. Saham-saham yang mengelompok cenderung berada pada pola pergerakan naik turun yang mirip satu sama lain, dan demikian pula sebaliknya. Hal ini memberikan arahan untuk kebaruan dalam penyusunan portofolio investasi di samping sekadar memperhatikan aspek fundamental dari perusahaan-perusahaan. Dari penelitian yang dilakukan, ditunjukkan bahwa pengelompokan berdasarkan fluktuasi harga saham-saham cenderung tidak melulu bersesuaian dengan aspek sektoral perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa.

MarketScope memberikan teropong baru atas Pasar Modal Indonesia melalui penelaan sains kontemporer. Di samping sebagai investment aid, MarketScope juga membuka peluang bagi sektor pemerintah dan pengawasan Pasar Modal Indonesia. Penelitian-penelitian dengan menggunakan berbagai metodologi ekonofisika telah pula menunjukkan bagaimana apa yang tervisualkan pada MarketScope dapat memberi masukan awal untuk mendeteksi jatuhan harga-harga secara kolektif di pasar modal, sehingga dapat menjadi salah satu variabel dalam deteksi krisis yang  mungkin terjadi di lantai bursa.  

MarketScope adalah kacamata sains untuk ekonomi dan pasar.


Keunggulan Teknologi

Teknologi yang dilibatkan dalam inovasi ini memiliki keunggulan-keunggulan antara lain,

  • Dibuat berdasarkan penelitian sains ekonofisika kontemporer dengan metodologi terbaru dan terus berkembang selama lebih dari 10 tahun terakhir.
  • Menyediakan dashboard yang berisikan overview pasar modal secara keseluruhan dan simultan sebagai  bentuk representasi yang belum pernah ada sebelumnya dalam pendekatan ekonomi keuangan konvensional.
  • Overview pasar secara komprehensif dalam bentuk jejaring dan pohon yang memudahkan untuk mendapatkan insight yang cepat atas situasi terkini dari pasar modal.
  • Memungkinkan dinamika pasar terlihat dengan cepat dan menyeluruh secara sekaligus.
  • Antar-muka telah disiapkan dengan menggunakan mobile access sehingga dashboard pasar investasi dapat dengan mudah dan cepat untuk diakses. 

Potensi Aplikasi

Representasi MarketScope yang menggunakan visualisasi jejaring dan pepohonan memberikan kemudahan dalam membangun perspektif pasar modal secara keseluruhan dan komprehensif. Aplikasi yang disiapkan dengan mobile access memberikan kemudahan bagi pengguna umum yang berperan sebagai investor biasa di pasar modal. Di sisi lain, dashboard dari representasi dan visualisasi yang diberikan memberikan peluang aplikatif sebagai alat bantu komputasional pengawasan pasar modal bagi pemerintah dan pengambil kebijakan. Penelitian masih terus dilanjutkan dan penajaman-penajaman untuk berbagai kustomisasi keperluan aplikatif masih terbuka luas.