• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

KOMPOSIT BENTONIT-HYDROCHAR SEBAGAI PEMUCAT MINYAK KELAPA SAWIT


Abstrak

Selama ini, industri minyak goreng hanya menggunakan bentonit atau yang biasa dikenal dengan bleaching earth sebagai adsorben pemucat minyak kelapa sawit. Sehingga, kemampuan adsorpsinya tergantung dari kualitas bentonit yang digunakan. Maka dari itu, dengan mengkombinasi bentonit dengan hydrochar yang berasal dari biomassa menjadi suatu komposit dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi dalam pemucatan minyak kelapa sawit. Dengan dibentuknya komposit ini dapat menjadi solusi praktis bagi industri m

Deskripsi

Minyak kelapa sawit merupakan bahan baku pembuatan minyak goreng yang merupakan komoditas terbesar di dunia. Produksi minyak sawit terbesar di dunia di Indonesia. Dengan tingginya produksi minyak sawit yang diiringi tingginya konsumsi minyak goreng, maka dibutuhan adsorben dengan kapasitas adsorpsi tinggi untuk menghasilkan minyak goreng berkualitas. Salahsatu cara untuk meningkatkan kemampuan adsorpsi dalam pemucatan minyak sawit adalah dengan mengkombinasi bentonit, yang biasa digunakan dalam industri minyak, dengan hydrochar yang berasal dari biomassa.

Kulit ketela pohon memiliki kandungan karbon yang tinggi. Kandungan karbon tersebut dapat diolah dengan mengkonversinya menjadi hydrochar. Dalam pembentukan komposit ini, biomassa yang digunakan dicampurkan terlebih dahulu dengan bentonit sebelum dikonversi menjadi hydrochar. Penggabungan bentonit dengan hydrochar ini dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi pada proses pemucatan minyak kelapa sawit yang sekaligus dapat mempercepat proses pemucatan minyak sawit.

Metode yang digunakan untuk pembentukan komposit ini adalah dengan pirolisis. Pirolisis merupakan proses dekomposisi termal tanpa adanya oksigen. Pada saat proses pirolisis berlangsung biomassa yang terkandung akan terkonversi menjadi hydrochar. Selain itu, secara bersamaan, bentonit yang terdapat dalam campuran akan teraktivasi dengan adal ah adanya panas yang digunakan. Sehingga setelah proses pirolisis selesai akan didapatkan suatu komposit yang siap digunakan sebagai adsorben.

Selain memiliki keunggulan diatas, pembuatan komposit bentonit-hydrochar ini memiliki beberapa kendala yaitu, pada proses pembuatannya menggunakan suhu yang tinggi sehingga dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menurunkan suhu setelah proses selesai sebelum mengambil komposit yang dihasilkan.


Keunggulan Teknologi

Metode yang digunakan untuk membentuk komposit bentonit-hydrochar adalah dengan pirolisis. Metode ini digunakan untuk membentuk hydrochar dari biomassa sekaligus untuk mengaktivasi bentonit sehingga komposit hasil pirolisis dapat langsung digunakan.

Biomassa yang digunakan sebagai bahan baku hydrochar adalah kulit ketela pohon. Kulit ketela pohon dipilih karena tingginya kandungan karbon yang dapat dijumpai dalam bentuk selulosa dan hemiselulosa. Selain itu, dengan memanfaatkan kulit ketela pohon dapat mengurangi limbah dimana biasanya kulit ketela pohon dibuang sebagai limbah.


Potensi Aplikasi

  • Meningkatkan kapasitas adsorpsi pemucatan minyak kelapa sawit.
  • Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan hydrochar merupakan bahan baku alami yang ramah lingkungan.

Berdasarkan analisa awal (preliminary plant design) terhadap pendirian pabrik bentonite  - hidrochar komposit untuk kapasitas 20.000 ton komposit pertahun diperoleh data analisa ekonomi sebagai berikut:

Fixed Capital Investment   : Rp. 71.500.000.000

Working Capital Investment: Rp. 14.600.000.000

Total Production Cost Rp. 192.580.000.000

Harga jual Rp. 12.500/kg diperoleh:

Rate of return sebelum pajak: 27,5%

Rate of return setelah pajak = 20,04%

Break even point: 40,72%

Jika dilihat harga BEP yang cukup rendah, maka potensi ekonomi pembuatan bentonite - hidrochar komposit ini sangat menjanjikan.