• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Pembawa Obat Kemoterapi dari Limbah Kulit Markisa


Abstrak

Limbah kulit markisa merupakan salah satu biomassa yang dapat digunakan untuk memperoleh selulosa yang merupakan bahan baku nanocrystalline cellulose (NCC). Aplikasi nanorystalline cellulose (NCC) adalah sebagai adsorben yang diterapkan dalam pengobatan penyakit kanker. Obat kemoterapi dapat diadsorpsi oleh nanocrystalline cellulose (NCC), sehingga terdapat obat kemoterapi di dalamnya dan dikemas dalam bentuk kapsul.

Deskripsi

Limbah kulit markisa merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk memperoleh selulosa. Limbah kulit markisa tersebut merupakan sisa-sisa kulit markisa yang tidak digunakan dalam proses pengolahan buahnya. Dari liqmbah kulit markisa tersebut, terdapat kadungan selulosa dalam jumlah yang besar, sehingga limbah kulit markisa menjadi bahan baku yang cocok untuk mendapatkan selulosa.

Nanocrystalline cellulose (NCC) merupakan material yang terbuat dari selulosa, dimana material ini memiliki ukuran yang sangat kecil sampai nanometer. Aplikasi nanorystalline cellulose (NCC) sebagai adsorben dapat diterapkan dalam pengobatan penyakit kanker. Pengobatan penyakit kanker yang umum dilakukan dalam dunia medis adalah kemoterapi. Kemoterapi merupakan pengobatan penyakit kanker dengan zat kimia yang menyerang langsung sel-sel kanker dalam tubuh penderita. Zat kimia tersebut akan masuk pada sel-sel kanker, menghambat proses pembelahan sel, dan merusak DNA, sehingga zat ini dapat menghentikan atau menghambat perkembangan sel kanker. Obat kemoterapi tersebut akan disuntikan pada penderita sebelum proses kemoterapi dilakukan. Peran nanocrystalline cellulose (NCC) dalam aplikasi ini adalah sebagai pembawa obat kemoterapi ke dalam sel-sel kanker. Obat kemoterapi dapat diadsorpsi oleh nanocrystalline cellulose (NCC), sehingga terdapat obat kemoterapi di dalamnya. Dengan begitu, obat kemoterapi dapat dikonsumsi dengan meminumnya dalam kapsul.

Proses pembuatan nanocrystalline cellulose (NCC) adalah melalui proses ektraksi, bleaching, hidrolisis, sentrifugasi, dan ultrasonikasi. Nanocrystalline cellulose (NCC) ini dapat diaplikasikan sebagai adsorben obat kemoterapi dengan memodifikasinya terlebih dahulu. Modifikasi dilakukan dengan rhodamine B isothiocyanate (RBITC) yang direaksikan pada permukaan nanocrystalline cellulose (NCC). Setelah terbentuk NCC-RBITC, obat kemoterapi tersebut dapat diadsorpsi oleh NCC-RBITC kemudian disentrifugasi, dikeringkan, dan dikapsulisasi. Kapsul berisi NCC-RBITC yang telah mengadsorp obat kemoterapi ini dapat dikomsumsi langsung oleh para penderita kanker. Kelebihan dari aplikasi ini adalah kemampuan NCC-RBITC yang dapat menembus masuk dalam membrane sel dan terdispersi dalam sitoplasma. Dengan begitu obat kemoterapi dapat dibawa langsung masuk pada sel-sel kanker yang ada dalam tubuh penderita tersebut. Selain itu, NCC-RBITC merupakan bahan yang mudah terbiodegradasi dalam tubuh manusia, sehingga tidak menimbulkan efek samping.


Keunggulan Teknologi

Keunggulan dari aplikasi ini adalah nanocrystalline cellulose (NCC) yang telah melalui proses modifikasi merupakan material yang dapat dengan mudah menembus membran sel pada sel-sel tubuh termasuk sel kanker. Selain itu, nanocrystalline cellulose (NCC) juga merupakan material yang mudah terbiodegradasi dalam tubuh dan tidak berbahaya bagi tubuh manusia. Dengan keuntungan tersebut, obat kemoterapi dapat dengan maksimal bekerja pada sel-sel kanker.

Selain itu, kandungan selulosa dalam kulit buah markisa dalam jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, kulit buah markisa sangat efektif digunakan sebagai pembuatan nanocrystalline cellulose (NCC). Dengan penggunaan kulit buah markisa maka nanocrystalline cellulose (NCC) menjadi bahan yang mudah terbiodegradasi dalam tubuh manusia, sehingga tidak menimbulkan efek samping.


Potensi Aplikasi

Penggunaan kulit buah markisa sangat berpotensi dalam industri pembuatan nanocrystalline cellulose (NCC) karena kulit buah markisa merupakan bahan yang belum banyak dimanfaatkan sebelumnya. Selama ini, kulit buah markisa dibuang begitu saja dari industri-industri yang memanfaatkan buah markisa sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam aplikasi ini. Aplikasi nanocrystalline cellulose (NCC) sebagai adsorben obat kemoterapi memiliki potensi yang besar karena ketersediaan bahan baku yang cukup besar.