• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Biskuit Daun Pepaya Meningkatkan Produksi dan Kualitas Kambing Perah


Abstrak

Inovasi tentang biskuit ternak berbahan dasar daun pepaya. Biskuit daun pepaya merupakan pakan suplemen sebagai pemacu produksi susu. Semakin tinggi pemberian biskuit biskuit daun pepaya, semakin tinggi juga produksi susu kambing perah. Pemberian 15% biskuit daun pepaya memiliki rataan produksi susu lebih tinggi sekitar 44,95% dibandingkan dengan kambing yang tanpa diberi biskuit. Pemberian biskuit daun pepaya juga berpengaruh terhadap kualitas susu kadar lemak, protein dan kandungan laktosa.

Deskripsi

Daun papaya merupakan tanaman obat-obatan karena mengandung senyawa alkaloida dan enzim proteolitik, papain, khimopapain dan lisozim,yang berguna pada proses pencernaan dan mempermudah kerja usus (Kamaruddin dan Salim, 2003). Papain juga berfungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh (Sharma dan Ogbeide, 1991).  Namun daun papaya memiliki faktor pembatas yaitu tanin yang merupakan zat anti nutrisi yang dapat mempengaruhi fungsi asam amino dan kegunaan dari protein. Oleh karena itu penggunaan daun pepaya perlu penangganan khusus terlebih dahulu yaitu dengan dikeringkan dan mengolahnya menjadi bentuk biskuit. Biskuit daun pepaya merupakan pakan suplemen sebagai pemacu  produksi susu. Proses pembuatan biskuit daun pepaya dengan bantuan proses panas dan tekanan.

\

Biskuit daun pepaya merupakan pakan suplemen sebagai pemacu  produksi susu. Kandungan nutrisi biskuit daun pepaya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu mencapai 33,86%, aktivitas air yang rendah (0,79) dan kerapatan yang tinggi (0,78 g/cm3), nilai kecernaan bahan kering 83,40% dan bahan organik 79%. Pemberian biskuit daun pepaya berpengaruh nyata  terhadap produksi susu. Semakin tinggi level pemberian biskuit biskuit daun pepaya, semakin tinggi juga produksi susu kambing perah. Pemberian 15% biskuit daun pepaya memiliki rataan produksi susu lebih tinggi (932 ml/hari/ekor) sekitar 44,95% dibandingakn dengan kambing yang tanpa diberi biskuit daun pepaya. Selain itu pemberian biskuit daun pepaya berpengaruh terhadap kualitas susu kadar lemak (10,62%), protein (7,63%) dan kandungan laktosa (4,85).

\

Tabel 1. Pemberian Biskuit Biosuplemen daun papaya terhadap Produksi Susu

\ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \
\

                    Perlakuan

\
\

                                  Rataan

\
\

---------ml/ekor/hari------------

\
\

T1

\
\

513 ± 112,70c

\
\

T2

\
\

693± 103,65b

\
\

T3

\
\

731±112,41b

\
\

T4

\
\

932±161,55a

\
   
\

                   Keterangan  :Superskrip yang berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,05).

\

                         T1 = Tanpa penambahan biskuit

\

                         T2 = Penambahan biskuit  5%

\

                         T3 = Penambahan biskuit 10%

\

                         T4 = Penambahan biskuit 15%

\

 


Keunggulan Teknologi

    \
  1. Menghasilkan teknologi pengolahan biskuit pakan yang mudah, awet dan, murah, serta selalu tersedia
  2. \
  3. Membuat biosuplemen pakan yang berasal  dari hijauan  berkualitas sebagai pemacu produksi susu yang. aman dikonsumsi ternak
  4. \
  5. Menghasilkan produk pakan suplemen yang berasal dari herbal pemacu produksi susu sehingga aman bagi kesehatan ternak dan konsumen
  6. \

Potensi Aplikasi

    \
  1. Memberi kesempatan adopsi teknologi  pengolahan  biskuit pakan untuk pengembangan unit usaha pakan di  tingkat kelompok ternak yang bernilai ekonomi dan mudah didistribusikan.
  2. \
  3. Peningkatan produktivitas susu  kambing  perah di peternakan rakyat dengan pemberian biskuit daun pepaya yang  awet dan selalu tersedia.
  4. \
  5. Peningkatan efisiensi usaha kambing perah di peternakan rakyat dengan pemberian biskuit daun pepaya limbah industri pertanian.
  6. \