• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

MH2011: Suatu Analgetika Kompetitor Parasetamol Yang Lebih Aman dan Lebih Poten


Abstrak

Telah ditemukan senyawa 1-(4-hydroxynaphthalen-1-yl)-3-(4-hydroxyphenyl)urea [selanjutnya disebut MH2011]berupa serbuk hijau kehitaman mengkilap,terdekomposisi pada suhu 208.5 oC,dengan rumus molekul C17H14N2O3. \ Uji aktivitas analgetik dilakukan dengan writhing test menggunakan rangsang kimia pada mencit. Berdasarkan nilai ED50 senyawa MH2011 memiliki nilai sebesar 12.29 mg/kg sedangkan parasetamol 91 mg/kg [potensi MH2011 sebesar 5 kali lebih poten dibanding parasetamol] \

Deskripsi

SENYAWA ANALGETIKA- ANTIPIRETIKA BARU :

\

MH2011 atau

\

[1-(4-hydroxynaphthalen-1-yl)-3-(4-hydroxyphenyl)urea]

\

 

\

 

\

Bidang Teknik Invensi

\

 

\

         Invensi ini merupakan senyawa kimia baru (molekul) 1-(4-hydroxynaphthalen-1-yl)-3-(4-hydroxyphenyl)urea selanjutnya disebut MH2011 mempunyai  bobot molekul, terdekomposisi pada suhu 208,5 oC dengan rumus kimia C17H14N2O3 yang  mempunyai aktifitas biologis sebagai analgetika lima kali lebih poten dibandingkan  asetaminofen (parasetamol) dan tidak mempunyai efek samping hepatotoksis.

\

 

\

Latar Belakang Invensi

\

 

\

           Parasetamol masih menjadi obat pilihan pertama untuk mengobati gejala demam dan nyeri yang tidak disertai inflamasi. Meskipun parasetamol murah, mudah diperoleh, rentang teurapetiknya lebar, dan efektif dalam mengatasi demam dan nyeri, tetapi pada pemakaian jangka lama (7-10 hari) atau pemakaian berlebih (10-15 g/hari dosis tunggal) atau pada pasien defisiensi GSH, asetaminofen dapat menyebabkan efek samping kerusakan hati (hepatotoksis) yang irreversibel. Oleh karena itu label Peringatan Food Drug Administration (FDA) USA tertulis: Peringatan, jangan diberikan pada anak berumur di bawah 3 tahun atau pemakaian lebih dari 10 hari, kecuali diperintahkan dokter ! dan parasetamol tergolong obat bebas terbatas. Rekomendasi FDA menyatakan dosis aman mengonsumsi parasetamol tidak lebih dari 4000 mg dalam jangka 24 jam bagi orang dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun.

\

 Berbagai penelitian dilakukan untuk menghilangkan efek samping acetaminofen dengan memodifikasi struktur molekulnya. Senyawa yang pernah disintesa antara lain :  anisidin , fenaldin ,fenasetin , laktil fenetidil, fenakol, kriolin,  p- asetoksiasetanilid, fenetsal dan pertonal. (Doerge,R F , 1982 ; Siswandono , 2000). Fenasetin pernah beredar di pasaran tetapi akhirnya ditarik dari peredaran karena diketahui memiliki efek samping hepatotoksis dan nefrotoksis. Van de straat et al (1986 ) juga telah mensintesa 3 monoalkil parasetamol dan 3,5 dialkil parasetamol , tetapi sampai sekarang belum dapat menjadi obat yang siap dipasarkan dan menggantikan parasetamol. Adnan  dkk ( 1993) juga telah mensintesa  2,6 dimetil 4 hidroksi asetanilid, tetapi hasilnya tidak lebih baik dibanding parasetamol.

\

      Invensi ini adalah suatu senyawa MH2011 dengan rumus kimia C17H14N2O3 yang berupa serbuk hijau kehitaman,dengan nama kimia 1-(4-hydroxynaphthalen-1-yl)-3-(4-hydroxyphenyl)urea terdekomposi- si pada suhu 208,5 oC yang  mempunyai keunggulan dibanding parasetamol yakni aktifitas biologis sebagai analgetika lima kali lebih poten dibandingkan  asetaminofen (parasetamol) dan tidak mempunyai efek samping hepatotoksis.

\

 

\

Ringkasan Invensi

\

 

\

     Invensi yang diusulkan ini pada prinsipnya adalah ditemukannya senyawa baru (molekul)MH2011 atau  1-(4-hydroxynaphthalen-1-yl)-3-(4-hydroxyphenyl)urea, berupa serbuk hijau kehitaman ,mempunyai  bobot molekul 294, terdekomposisi pada suhu 208,5 oC dengan rumus kimia C17H14N2O3. MH2011 dibuat dengan mereaksikan sejumlah larutan p-aminofenol dalam  HCl 25%  dan aquadest dengan sejumlah urea dan sejumlah 4-amino-1-Naftol. Campuran dikontrol pada pH  1. Campuran diuapkan didalam lemari asam dengan heating mentle skala 4 (suhu ±166oC). Kemudian campuran direfluks skala 4 (±166oC )di atas heating mentle, selama 1 jam. Campuran di dinginkan dan kristal yang terbentuk disaring.Khasiat/kegunaan/aktivitas farmakologi MH2011 adalah sebagai analgetika yang  lima kali lebih poten dibandingkan  asetaminofen (parasetamol) dan tidak mempunyai efek samping hepatotoksis.

\

 

\

Uraian Singkat Gambar

\

 

\

     Gambar 1. Bentuk serbuk hijau kehitaman  mengkilap senyawa MH2011. Gambar 2. Struktur senyawa MH2011. Gambar 3. Jaringan hati mencit oleh MH2011. Gambar 4. Nekrosis pada jaringan hati mencit oleh parasetamol. Gambar 5. Jaringan hati mencit normal. Gambar 6. Muatan atom pada senyawa MH2011. Gambar 7. Muatan atom pada parasetamol

\

 

\

Uraian Lengkap Invensi

\

 

\

    Invensi ini adalah  senyawa baru MH2011 berupa serbuk (Gambar 1)yang memiliki struktur seperti pada Gambar 2.MH2011 mempunyai keunggulan 5 kali lebih poten dibanding parasetamol sebagai analgetika dan tidak menyebabkan hepatotoksis. Metode sintesis MH2011 adalah melarutkan 218 mg p-aminofenol (0,002 mol) dengan 1 ml HCl 25%  dan 10 ml aquadest. Tambahkan urea dengan jumlah 0.009 mol, yaitu sebesar 570 mg. Masukkan sebanyak 320 gram 4-amino-1-Naftol (0,002 mol), larutan diaduk dengan magnetik stirrer untuk menyempurnakan reaksi. Kontrol pH 1. Campuran diuapkan selama 30 menit didalam lemari asam dengan heating mentle skala 4 (suhu ±166o


Keunggulan Teknologi

 Teknologi pembuatan senyawa MH2011 sangat sederhana, berbeda dengan penemuan sebelumnya. Pembuatan senyawa MH2011 dengan memanaskan dan merefluk para aminofenol, 4-amino naftol  dan urea dalam suasana asam klorida .

\

                Efek analgetika senyawa MH2011  lebih poten(sekitar 5 kali ; ED50 parasetamol 91 mg/kg BB, ED50MH2011 12 mg/KgBB) dibanding parasetamol. Parasetamol memiliki efek samping hepatotoksik(merusak hepar), sedangkan senyawa MH2011 lebih aman disbanding parasetamol

\

 

\

 


Potensi Aplikasi

Inovasi ini dapat memberi keuntungan dan prestise jika senyawa ini berhasil untuk diproduksi masal oleh industry farmasi (baik dalam negeri maupun luar negeri). Jika tidak memungkinkan diproduksi oleh industry dalam negeri, senyawa ini dapat “dijual” ke industry farmasi luar negeri sehingga Indonesia akan dikenal sebagai penemu obat yang berhasil mendunia.

\