• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Reaktor kompak trans-esterifikasi untuk produksi biodiesel berbasis gelombang mikro


Abstrak

Salah satu tahapan dalam produksi biodiesel adalah reaksi trans-esterifikasi. Umumnya, reaksi trans-esterifikasi menggunakan pemanasan secara konvensional dengan energi listrik yang cukup besar (0.1 Kwh/liter). \ Reaktor kompak dengan pemanasan gelombang mikro mampu menurunkan kebutuhan energi listrik hingga tinggal 1/7 dibandingkan dengan kebutuhan secara konvensional. Bentuk reaktor yang kompak dan sederhana memungkinkan reaktor dikembangkan secara massal dengan harga yang jauh lebih murah.

Deskripsi

Minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Hingga saat ini, minyak bumi masih mendominasi kebutuhan energi di Indonesia. Namun karena semakin menipisnya persediaan minyak bumi, penggunaan di masa depan menyimpan ketidak pastian yang sangat besar.  Karenanya penting dilakukan langkah-langkah antisipasi, diantaranya adalah mencari sumber-sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Biodiesel merupakan salah satu pilihan rasional karena ketersediaan bahan baku yang melimpah di alam dan dapat diperbaharui. Biodiesel memiliki angka setana (>50) dan titik kilat tinggi, ramah lingkungan serta dapat diuraikan secara alami.

\

Biodiesel diproduksi dengan proses transesterifikasi, yakni proses pemecahan trigliserida menjadi ester dan gliserin.. Biodiesel yang dihasilkan dari proses transesterifikasi ini  memiliki sifat fisik dan sifat pembakaran yang hampir sama dengan solar serta memiliki nilai viskositas yang lebih rendah dibandingkan dengan minyak nabati dan mendekati nilai viskositas minyak solar.

\

Proses trans-esterifikasi pada poduksi biodiesel secara konvensional umumnya dilakukan secara batch dalam sebuah wadah besar. Untuk produksi skala home industri atau UMKM, ukuran yang beredar umumnya pada rentang 150 liter hingga 300 liter sekali proses, serta memerlukan waktu pada rentang 4-8 jam dengan konsumsi listrik diatas 4000 Watt. Selain itu, harga reaktor umumnya tinggi sehingga sulit dikembangkan untuk industri menengah ke bawah.

\

Proses produksi biodiesel dengan menggunakan reaktor trans-esterifikasi berbasis gelombang mikro mampu memberikan terobosan atas problem diatas. Secara prinsip, proses reaksi dibangkitkan karena agitasi molekul-molekul reaktan oleh gelombang mikro. Selain biaya pembuatan yang relatif murah, ruangan yang diperlukan untuk proses trans-esterifikasi juga kecil sehingga dapat dikemas dalam satu kesatuan yang kompak.

\

Dibandingkan dengan proses trans-esterifikasi secara konvensional, proses  dengan menggunakan mikrowave mampu memberikan penghematan energi listrik yang signifikan. Sebagai contoh, dengan reaktor berbasis gelombang mikro dengan inputan daya 1600 watt, mampu melangsungkan reaksi secara kontinyu dengan laju sebesar 3 liter/menit, atau 180 liter/jam atau 720 liter dalam 4 jam.  Sebagai bandingan, reaktor konvensional dengan daya 3800 watt hanya mampu mereaksikan secara batch sebanyak 150 liter dalam waktu 4 jam. Level penghematan energi listrik yang diperlukan untuk proses dengan menggunakan gelombang mikro mencapai hingga 85%.

\

Dengan memperhatikan keunggulan reaktor kompak trans-esterifikasi berbasis gelombang mikro, maka sudah selayaknya jika reaktor dikembangkan secara massal, dalam mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia.


Keunggulan Teknologi

-       Menggunakan gelombang mikro yang sangat efisien  dan efektif dalam melangsungkan reaksi trans-esterifikasi.

\

-       Reaksi berlangsung secara kontinyu.

\

-       Rendemen hasil reaksi tinggi dan reaksi berlangsung cepat

\

-       Konsumsi listrik tiap liter bahan sangat rendah, hanya 1/7 dibandingkan dengan proses konvensional.

\

-       Memerlukan ruangan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan reaktor konvensional, sehingga kompak

\

-     Biaya produksi alat relatif murah.


Potensi Aplikasi

Sangat potensial digunakan mendukung program pengembangan biofuel, khususnya produksi biodiesel pada level UMKM, home industri hingga industri besar.